
Adnan terseyum haru menatap putri sahabatnya sekaligus putri yang sebenarnya diamanahkan kepada nya untuk dijaga dan dilindungi
" Uncle makan dulu, setelah ini kita pulang ke rumah Khansa sama Bunda , Khansa masih mau bermain sama om!!" lagi-lagi putri Anton seperti sebuah jembatan yang menyambung hubungan antar mantan itu kembali terjalin
" Sayang!! Uncle juga ada keperluan lain, masak harus turutin semua kemauan Khansa, kan kasian Uncle nak!!" Hilya merasa tidak enak dengan Adnan, biar bagaimanapun kini dirinya bukan siapa-siapa
" Gak papa Hil, aku justru merasa senang kalo kamu izinkan aku untuk berkunjung ke rumah kalian!!"
" Tapi mas...
" Horreee...!! akhirnya di hari ulang tahun Khansa yang ke- 10 Khansa ada yang temani potong kue tidak cuma sama bunda aja. pekik girang Khansa, membuat Hilya urung mencegah Adnan untuk berkunjung
***********
Setelah makan bersama akhirnya Adnan benar-benar berkunjung ke rumah Hilya
Rumah baru yang di beli Hilya , setelah Khansa mulai masuk sekolah dasar, rumah yang cukup sederhana tapi begitu asri, kawasanya ramai tapi tidak terlalu padat
" Di minum mas!!" Hilya menyuguhkan kopi mocca favorit Adnan
Adnan terseyum, nyatanya meski sudah sekian lama, Hilya tetap mengingat apa yang menjadi kesukaan nya
" Terimakasih!!" ucap Adnan
mana Khansa??"
" Mandi kayanya mas!!"
" Hil apa selama ini tidak ada yang berniat meminang mu untuk menjadikan seorang istri?? "
tanya Adnan penasaran, karena mendengar ucapan Khansa yang begitu senang dirinya bisa potong kue tidak hanya berdua dengan sang Bunda seperti selama ini
Hilya menekuk bibirnya kedalam sebelum mata itu menatap sekilas mantan suaminya
" Apa Khansa secuek itu??" tanya Adnan penasaran, pasalnya pertama jumpa dengan Khansa Adnan merasa putri sahabatnya itu memiliki sifat yang supel dan periang
" Cuek parah!! makanya aku bingung saat Khansa menyapa mas duluan, bahkan mengajak makan bersama dan ya... akhirnya kita disini!" Jawab Hilya
Adnan terseyum
" Seandainya Akbar masih hidup pasti aku juga akan sama sepertimu, akan sibuk mengenali perasaan anak-anak"
" Yang sabar mas'!!
mas harus mikirin masa depan, Akbar tak ada lagi, mas harus segera menikah, saatnya mas memiliki buah hati kembali !!" Hilya menasehati mantan suaminya dengan lembut
" Aku akan menikah jika kamu yang mau menjadi istriku Hil!!" ucap Adnan dengan binar harapan
" Mas!! aku bukan satu-satunya wanita di Dunia!!" balas Hilya
" Tapi kamu satu-satunya pilihan hatiku Hil!!" kekeh Adnan
" Kisah kita sudah usai mas!!"
" Kita bisa merajutnya kembali Hil!! kamu yang memenuhi hatiku, kamu cinta pertama dan terakhir ku Hil, jika bukan kamu aku siap menduda seumur hidup ku!!"
"Mas !! pikir kan Ibu dan Bapak, beliau sudah kehilangan cucunya Akbar, beliau pasti menginginkan memiliki cucu dari mas Adnan lagi!!, mas, harapan mereka satu-satunya, bagaimana mas bisa berbuat Seperti itu, kalau memang masih ada jodoh mas harus menerima"
Adnan terseyum kecut
"Do you want to marry me with my flaws??"
" Mas menikah bukan sebuah permainan!!"
" Dan aku tidak pernah merasa mempermainkan pernikahan Hil!! semua yang terjadi di antara kita dulu bukan keinginan ku!! Hil!! do you want to marry me with my flaws??" ulang Adnan menatap serius pada Hilya