Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
97Anton dan Hilya



Sudah mas!! yang lalu biarlah berlalu..


kini ada aku dan akan ada Dini dan ini.." tunjuk Hilya pada perutnya.. mas bisa memiliki Dini versi muda dan versi tua lhooo..." Canda Hilya mencairkan suasana..


Anton terseyum lembut, tanganya mengelus sayang perut Hilya.


" Kenapa umi tidak ikut tinggal bersama kita saja mas??"


" Umi tidak bisa meninggalkan toko bunganya, beliau selalu mengatakan, biar kedua anaknya sukses tapi beliau tidak akan pernah meninggalkan toko bunga yang telah menghidupi kami bertiga selama belasan tahun.


Sayang!! percayalah umi juga sangat menyayangi mu layaknya umi menyayangi aku dan Dini."


Hilya terseyum. " aku tau!!".


" Yang!! habis ini mas ingin resign dari rumah sakit'."


" Kenapa??".


" Mas ingin berbakti kepada orang tua kita, papa dan Mama sudah saatnya ber istirahat, mas akan menyetujui membantu Papa di perusahaan yang!!"


" Mas serius??"


" Seribu rius!!".


"Ihhh.... " Hilya mencubit lengan Anton ...


" Aw. aw .AW.........sakit Yaaaaaaaaang!!".


" Biarin wlek!!" ucap Hilya sambil menjulurkan lidahnya...


" Andai aku udah sembuh Yang, tidak ku biarkan kamu lolos begitu saja..ya Allah..... tolonglah hamba mu yang teraniaya oleh istrinya ini......"


Hilya tertawa mendengar apa yang diucapkan suaminya.


" Yang!! aku pingin!!".


" Pingin apa??"


" Pingin itu!!"


" yaaaaaaaaang!!".


"Bwaaa haaa haaaa......." Hilya tidak tahan menahan tawanya melihat muka kecut suaminya..


" Sayang dosa Lo nolak ajakan suami!!".


" Bukan nolak, tapi aku tau kondisi maaaasss...!! keadaan mas Anton tidak memungkinkan."


" Yang!!!" I am turn on".


Hilya mendekati tubuh suaminya yang sedang duduk di kursi dengan muka memelas.


" Mas Anton sayang, gaya apa yang hendak kita lakukan, lutut mas sakit gerak dikit lukanya kembali pecah nanti keluar lagi darah nya, saya juga tidak bisa berpegang pada rambut mas karena masih botak begini, berpegang pada tangan siku dan lengan mas juga sakit semua, jadi gimana??".


" Gaya pasrah ajah aku nya yang!!" ucap Anton semangat 45..


" Gak ah, aku cepat kalah kalau diatas mah!!".


" Yaaaaaaaaang....!!"


" Ya DECH, tapi nanti yaa.. setelah kita sholat dulu...!!".


"Ais, masih lama loo..!!" baru jam segini, kamu malas ya yang karena dibadan aku banyak borok begini...kamu jijik ya yang!!'.


Hilya mengelus lembut lengan suaminya..


" Maaass!!" kenapa aku harus malas dan jijik?? mas Anton begini karena nyelamatin aku dan anak kita, apapun keadaannya mas saat ini tak mengurangi rasa cintaku untuk mas Anton, baiklah mas kita lakuin sekarang juga.... bentar aku ambil minyak but-but dulu untuk Luka luka mas biar dia bisa lembab dan tidak retak saat mas bergerak."


Tangan Anton menarik tubuh istrinya lembut. " aku hanya bercanda Yang!! aku tau kamu tidak akan malu hidup bersama dengan ku meski aku banyak luka, bahkan saat aku dalam keadaan buta saja kamu menerima diriku apa adanya."


"Yang!!' luka ini, bagiku bukan hal besar, nanti juga sembuh dengan sendirinya, kaki-laki tidak boleh cengeng hanya karena luka goresan aspal, aku diam begini tak bergerak begini begitu karena menghargai perintah istri ku.


Pria dapat menahan seribu rasa sakit demi sebuah kenikmatan, kamu tau apa artinya yang??" tanya Anton dengan wajah yang kian dekat dengan wajah istrinya..


"Bahkan aku mampu menerkam istriku ini dengan sejuta gaya untuk menyalurkan hasrat seksual ku.. mau bukti??".


Anton Melu**t bibir istri nya lembut, mencecap rasa manis yang begitu Ia rindukan. tangan lentik istrinya membelai lembut dadanya, memberikan sensasi yang menggugah jiwa.