
pesona Hilya
pesona AA Anton yang super manja
pesona mas Adnan, cinta pertama Hilya
"Foto Author ambil dari Google, kurang ataupun ketidak sesuainya menurut pembaca mohon maaf yaaa.... salam manis dari author buat pembaca setia❤️❤️❤️
______________________________________________
Hari ini merupakan hari duka banyak orang termasuk Anton sekeluarga dan juga Adnan
Saat penguburan jenazah Ibu dari Zahfran yaitu Mariani, kabar duka kembali mereka dengar, beberapa jam setelah Zi melahirkan beberapa saat putranya di nyatakan meninggal Dunia akibat keracunan air ketuban dan juga penyebab lainya
Bersama an Dengan itu, berita berpulangnya kakek Adnan pun turut menjadi berita duka bersama, kakek Anton menghembuskan napas terakhirnya di usia yang hampir 80th, berpulangnya sang Kakek turut serta menjadi alasan Adnan untuk kembali ketanah air bersama baby Akbar dan juga kedua orang tua Hilya
Waktu pemakaman yang lumayan lama karena banyak sebab mengakibatkan mereka tampak begitu kelelahan dan juga kesedihan yang masih mendalam, Zi masih dirawat di rumah Sakit, bersyukur wanita itu meski sedih tetap menerima dengan lapang ketentuan Allah untuk putranya
" Mas!!" Hilya yang masih didalam mobil tiba-tiba memeluk Anton.
" Kenapa Yang?? capek banget ya??"
Hilya mengeleng kemudian mengecup singkat pipi Suaminya
Anton mengelus puncak kepala istrinya yang masih tertutup hijab
" Ada apa Yang hmmm??"
" Mas!! apa setelah ini kita akan menunda pernikahan mereka??" Hilya mendongakkan kepalanya
" Yang!! kita tidak perlu menundanya, Pernikahan menurut Islam adalah akad yang sangat kuat untuk mentaati perintah Allah SWT serta mengikuti sunnah Rasul dan melaksanakannya adalah ibadah."
" Tapi Zahfran baru saja kehilangan Ibunya mas!!"
" Justru karena itu Yang!! setelah mereka menikah Dini bisa memantau kondisi Zahfran, saat ini baik Mba Zi maupun Zahfran membutuhkan dukungan, untuk Mba Zi ada Umi , ada kamu!! sedangkan Zahfran?? aku tak selamanya bisa menemaninya kan??"
" Sebenarnya aku gak enak tadi gak menghadiri pemakaman kakek mas!!, tapi untuk hadir pun waktu kita juga begitu sempit, kini pun aku sudah lelah banget!!" Hilya menunduk lemah
" Udah di jemput mang Udin mas, kayaknya Papa sama Mama gak bisa langsung kerumah kita!! kata Papa, Mama jetleg jadinya Papa membawa Mama kehotel dekat bandara dulu, sedang mang Udin akan mengantar mas Adnan dan Akbar langsung ke kediaman kakek."
" Oh!! yaudah Yang kita masuk ya, kasian baby Khansa hampir seharian gak ketemu kita!!"
Hilya terseyum menyambut uluran tangan suaminya, mereka memasuki rumah bersama, ada Zahfran yang sedang duduk bersama Umi Anton dan juga Dini
" Zahfran sebentar mas mau ngomong!! jangan masuk kamar dulu ya!!" Anton berkata sambil berlalu menuju kamarnya
Sedangkan Zahfran hanya mengangguk seraya meng iyakan
25menit Anton menemui Zahfran yang kini hanya bersama Dini
" Dek!! bikinkan AA mocca latte ya sama Zahfran juga!!"
" Iya mas'!!" Dini bergegas membuatkan minuman pesanan sang kakak
Ehm' Anton berdehem sebelum memulai berbicara
" Zahfran! apa kamu keberatan jika besok malam kalian melaksanakan ijab kabul??" Anton bertanya to the points
" Maksudnya mas??" Zahfran bertanya dengan mata penuh kebingungan
" Jadi gini!!" Anton melihat Dini yang datang membawa nampan berisi kopi dan juga cemilan
" Dek sini sekalian duduk !!" Anton menarik sebuah kursi untuk Dini, karena kursi Dini telah ia tempati
" Aa ingin kalian segera menikah besok malam!!"
" Tapi A Ibu Mariani baru saja meninggal dan juga Dede mba Zi!!" Dini merasa tak enak
" Aa sudah membicarakan hal ini pada mba Zi, mba Zi dengan senang hati mengizinkan Zahfran menikah dengan mu nanti malam Dek."
" Tapi kenapa A??" Dini masih bertanya
" Karena saat ini Zahfran sangat membutuhkan mu dek!!"
Zahfran yang tadi menunduk kini mengangkat wajahnya
" Setidaknya kalian sah terlebih dahulu, AA gak bisa mengontrol Zahfran hanya kamu yang bisa mengontrol keadaan Zahfran!!"
" Saya gak papa kok mas!!" Zahfran terharu melihat Anton khawatir dengan keadaan mentalnya, meski dia merasa baik tapi tak bisa memastikan juga jika dia terlalu larut dalam kesedihan bukan tak mungkin penyakit itu akan kambuh
" Mas percaya Zahfran!! tapi lebih baik memang kalian segera menikah bukan?? Islam menganjurkan jangan menunda perbuatan baik!! lebih cepat menikah lebih cepat kalian meraih pahala rumah tangga.
jadi apa kalian setuju??"