
Tanpa disadari oleh Mariani putranya menatap wajah Hilya dengan penuh kekaguman, saat mendengar penuturan Ibunya kedua tanganya terkepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih
"Pergi kalian semua..." Delvin yang taklain adalah suami Zi, meminta seluruh anak buahnya meninggalkan dirinya berdua saja bersama Hilya setelah kepergian Mariani, niat terselubung itu memenuhi pemikiran nya
Siapa yang dapat menolak pesona Hilya, postur tubuh yang proporsional, kecantikan yang terpancar dan kulit putih yang mulus tanpa cela
Saat Delvin, membuka penutup kepala Hilya
Zahfran, datang dengan amarah yang memuncak
" Apa perlu ku ulangi perkataan Ibu ku?? Tidak kah telingamu masih berfungsi dengan baik??"
Delvin tergugu, meski usia Zahfran masih jauh muda darinya, tapi Delvin cukup tau, Zahfran sedikit memiliki kelainan pada dirinya, Zahrah seperti sosok psikopat yang suka bermain dengan darah.
"Apa perlu aku yang akan merekam dirimu yang meniduri wanita ini?? Ckckck, kalau kau masih sayang nyawamu seharusnya kau menuruti kata Ibu ku, Kau hanya diminta memanggilkan anak buahmu untuk menidurinya, bukan kau yang disuruh melakukan nya??"
Delvin geram dengan perkataan Zahfran, namun Delvin tidak mau mengambil resiko melawan justru akan menimbulkan masalah untuk nya, Delvin pergi tanpa kata meninggalkan Zahfran bersama Hilya di gudang tua itu.
Sepeninggalan Delvin, Zahfran mendekati tubuh Hilya yang penuh luka, hijab yang sudah tanggal dari kepala Hilya menampakan seluruh rambut wanita cantik itu.
Sebagian rambut Hilya, tampak menggumpal karena darah, Zahfran melihat darah yang mengalir dari hidung Hilya tiba-tiba merasa sedih.
Zahfran memiliki wajah yang menawan, seperti sosok penyabar dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya, hanya saja dibalik penampilan polosnya itu Zahfran adalah sosok bejat yang begitu kejam.
Jari jempol Zahfran menyeka darah yang berada di sudut bibir Hilya, membawa jari itu masuk kedalam mulutnya, Ya Zahfran sering meminum darah siapa saja yang pernah berduel dengan nya, meski tidak banyak namun Zahfran seperti sosok vampir yang senang dengan bau darah bahkan suka sekali melihat seseorang yang berlumuran darah.
"You are mine" Zahfran melepaskan ikatan Hilya, membawa wanita hamil itu kedalam gendongan nya..
Bukankah seorang monster pun masih miliki hati??"
_____________
Sedangkan di villa saat ini kepolisian telah mengabarkan polisi telah menemukan tempat penyekapan Hilya, mereka telah menyusun strategi agar memancing Mariani keluar
Satu-satunya cara adalah melibatkan Zizi dan Zahra, Anton menolak melibatkan Zizi dan Zahra alasannya karena takut Mariani akan melukai mereka
Anton ragu kehadiran Zizi dan Zahra akan membuat Mariani keluar dari persembunyiannya, Anton takut jikalau kehadiran mereka justru akan memancing amarah Mariani memuncak dan akan melukai mereka
__________
Sedangkan Delvin Pria itu marah tanpa alasan, karena ulah Zahfran rencananya gagal total, ingin mengadu dengan Mariani dirinya pun tak punya kuasa apapun, Mariani bisa menghabisi keluarganya jika tau maksud terselubung dirinya, Delvin pergi menuju rumah yang selama ini ia tempati bersama dengan Mariani Ibu kandung istrinya yang kini tengah mengandung anaknya.
Delvin sebenarnya tidak mencintai Mariani, hanya saja wanita itu yang selama ini selalu memenuhi kebutuhannya, bahkan hidupnya jauh lebih layak saat bersama Mariani dari pada bersama Zizi, sebenarnya Delvin mencintai Zizi dengan tulus, namun karena hidup bersama Zizi dirinya harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup, sedang bersama Mariani dirinya tidak perlu banting tulang wanita itu dengan sebang hati memberikanya hidup layak.