
Do you want to marry me with my flaws??"
" Mas menikah bukan sebuah permainan!!"
" Dan aku tidak pernah merasa mempermainkan pernikahan Hil!! semua yang terjadi di antara kita dulu bukan keinginan ku!! Hil!! do you want to marry me with my flaws??" ( mau kah kamu menikah dengan ku dengan segala kekurangan ku ) ulang Adnan menatap serius pada Hilya
" Mas!!"
" Aku ingin menjadikan Khansa putri ku sesungguhnya Hil!!, izinkan aku menjadi Ayah sambung Khansa, aku janji akan menyayangi Khansa dengan sepenuh hati ku!!" ucap Adnan menatap mata Hilya, seolah memandang penuh keseriusan
" Apa uncle?? uncle mau menjadi Ayah Khansa??" tiba-tiba Khansa sudah muncul dari balik pintu kamar nya
Hilya dan Adnan menoleh kearah suara pekikan Khansa
" Sayang!!" Hilya membuka telapak tangannya, memberi peluang sang putri untuk datang kepadanya, tapi bukanya menuju ke arah bundanya, Khansa justru berlari ke arah Adnan
" Uncle serius??" tanya putri Anton dengan mata berbinar
Adnan mengelus Surai basah Khansa, dan mengangguk
" Apakah Khansa keberatan??" tanya Adnan menatap penuh sayang putri sahabatnya
Putri kecil di hadapannya itu mengeleng kuat, seraya menatap Adnan dengan pandangan berbinar
" Khansa mau uncle, Khansa sudah kepengen punya Papa kayak teman-teman!!, dari dulu cuma Khansa saja yang gak pernah di antarin Papa saat berangkat ke sekolah!! Khansa juga pingin di antar Papa kayak temen Khansa lainya!!."
Hilya agak kaget mendengar keluh kesah putri nya, padahal sudah banyak sekali yang berusaha merebut hati putri nya itu dengan menunjukkan perhatian mereka pada Khansa, nyatanya putrinya lah yang tak tersentuh dengan perhatian para pria yang mendekati nya, lantas mengapa Khansa begitu mudah menerima Adnan??
Adnan memeluk tubuh Putri sahabat nya, matanya melirik ke arah Hilya yang terpaku menatap dirinya dan Khansa yang sedang berpelukan
Adnan membisikan sesuatu pada Khansa, yang membuat Khansa begitu gembira , dan akhirnya Khansa berjalan menuju kamar nya kembali
Kini giliran Adnan menatap serius ke arah Hilya
" Hil??"
" Aku masih belum sepenuhnya melupakan mendiang suamiku mas" lirih Hilya jujur, bagaimana bisa melupakan Anton, jika setiap hari duplikat suaminya selalu berada di sisinya
" Aku menerimanya Hil, setidaknya demi Khansa!! dan demi keinginan terakhir Anton!!" ucap Adnan tulus
" Mas, bagaimana dengan cinta ku?? apa mas Adnan mau menunggu ??"
" Mas Adnan banyak berubah!!"
" Apanya??"
" Semua nya!! mas lebih pintar merayu sekarang dan mau bicara banyak!!"
Adnan tertawa renyah
"Aku akan terus merayu mu Hil, jika kamu suka!!"
" Ih apaan sih mas??"
" Beneran!!, akan aku lakukan apapun untuk mu Hil!! "
" Ish!!"
" Kok gitu??"
" Apa??"
" Bilang ya' dong Hil!!"
" Ya' apanya??"
" Ya!! mau menikah dengan ku!!"
" Kasih waktu aku untuk berfikir mas'!!"
" Sudah ku berikan segitu lama apa masih kurang??"
Hilya menyergit Bingung " maksudnya??"
" Kita sudah sama-sama saling berpikir 10th Hil!! bukan waktu yang singkat!! mungkin Allah sengaja tak memberi kita pasangan, karena kita lah pasangan yang akan Allah persatuan kembali, makanya 10th ini aku tak bisa melupakan mu, dan kamu yang tak menemukan sosok Pria yang bisa Putri mu terima, mungkin Aku lah yang Allah pilih untuk menjadi Ayah sambung Khansa, dan kamu menjadi obat rasa bersalah ku selama ini!!"
" Maksud mas' apa??"
" Sepanjang perpisahan kita, aku selalu menyesali tindakan ku yang terkesan plin-plan, aku menyesali karena telah menjadi sosok imam yang melempem, imam yang tak tegas dan iman yang tak mampu adil, dan yang paling kusesali adalah saat aku memadu mu saat itu Hil, aku sangat-sangat menyesal telah menyakiti hatimu begitu dalam"