Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
105.Ungkapan Adnan



Anton mendekati sang sahabat.


Anton: ada yang ingin kamu ketahui hmm??".


Adnan: apa Jerry itu pacar Dini??".


Anton terseyum mendengar pertanyaan Adnan, benar dugaan nya, ada sesuatu yang Adnan sembunyikan dari nya.


Anton: aku kasih tau kamu bukan sebagai sahabat, tapi sebagai Kaka dari Dini, aku memang tidak pernah melarang adik ku untuk menjalin hubungan dengan siapa pun.


Baik pria maupun wanita, aku tidak melarangnya bukan karena aku tidak sayang, namun aku ingin Dini membatasi pergaulan nya sendiri.


Nan!!, boleh aku tau bagaimana perasaan mu pada adik ku?? masihkah kamu menganggap dirinya sebagai seorang adik??"


Adnan menatap wajah Anton begitu serius.


" Aku melihat Dini, bukan lagi seorang gadis kecil Ton!! tapi aku melihat Dini sebagai seorang pria yang memandang seorang wanita, aku tertarik dengan Dini."


Anton menepuk pundak sahabatnya.


" Aku tidak melarang, itu hak mu Nan!! tapi sebelum nya aku ingin katakan, aku saat ini berbicara sebagai seorang Kaka bukan seorang sahabat.


jika kamu serius, berjuang lah...tapi jika kau hanya ingin main-main aku tidak akan mengizinkan."


Adnan terseyum. " kamu percaya padaku??".


Anton mengeleng. "tidak!!" ucap Anton tenang.


Adnan berdecak. " aku serius!!"


Anton: dulu kau pernah berjanji padaku bahwa kau akan berusaha menjadi suami yang baik untuk Hilya, nyatanya apa?? kepercayaan ku udah tidak berlaku lagi untuk mu."


Adnan: aku harus apa??.


Anton mengangkat bahunya acuh.


Saat Adnan ingin bicara, datang Hilya dan Dini dari arah dalam.


Adnan terseyum. " belum masak dek!! Bentaran ya!!"


Dini terseyum dan mendekati Adnan, yang membuat Adnan gerogi.


Adnan bingung kenapa sebelumnya dia biasa'saja berdekatan dengan Dini, mengapa sekarang perasaan senang, gugup campur malu memenuhi hatinya??.


Sedangkan Anton menarik lembut tangan istri nya.


Anton: sini yang!! awas hati - hati !!" apa baby Akbar bobo??".


Hilya menerima uluran tangan suaminya dengan senyum mengembang. " iya mas!! lihat nih!! baru seminggu gak jumpaa udah makin gembul ajah baby Akbar nih mas".


Anton membenarkan ucapan istri nya, anak Adnan begitu ganteng , lucu dan ngemesin.


Hari ini Anton tidak masuk kantor karena tadi pagi sang papa pesan bahwa beliau meminta menantu kesayangan nya beristirahat sejenak, dan membuat anak perempuan nya mendapat perhatian lebih dari sang suami, nyatanya justru Anton mengajak istri dan adiknya bakar-bakaran di balkon belakang sebagai tema liburan kali ini cukup dirumah ajah.


Anton berkata kandungan Hilya belum terlalu kuat untuk dibawa pergi ketempat-tempat rekreasi, Anton masih khawatir dengan kondisi tubuh istrinya.


Sedangkan Hilya dan Dini tidak mempermasalahkan hal itu, kedua wanita itu tetap enjoy dimanapun berada asal mereka bisa berkumpul bersama begini.


Adnan: siapa Jerry dek' apa pacar kamu??"


hmmmm... Dini menoleh menatap wajah Adnan.


Dini: mas tanya apa??"


Adnan: siapa Jerry apa dia pacar kamu??".


Dini: oooo..... temen mas!!".


Adnan: kalau cuma teman kenapa tadi pas A A kamu sebut namanya kamu begitu antusias sekali menemui nya??"


Dini bingung melihat tatapan dan cara bicara Adnan padanya, kenapa mata itu menyiratkan luka??. dan mengapa pertanyaan Adnan seperti pertanyaan pria yang sedang cemburu dan mengintrograsi kekasihnya??"


Dini: aku senang karena Jerry datang ingin mengembalikan laptop ku!! dua hari yang lalu aku memintanya untuk menjadi editor untuk novel ku. aku antusias menyambut nya karena kedatangannya menunjukkan bahwa dia telah selesai membenarkan karyaku."