Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
250.Adnan



Sebelumnya author ucapkan banyak terima kasih atas dukungan para pembaca...


makasih banyak buat yang selalu dukung lewat like, komen dan vote nya yaaa...


pokoknya makasih banyak, salam manis dari author.......


**************


Adnan baru tahu, ternyata efek terlalu bahagia, dapat membuat seseorang susah tidur, sudah 4 jam lamanya, Adnan berusaha untuk memejamkan matanya berharap akan terlelap menyusul istrinya, tapi hal itu tidak juga terjadi, mata Adnan enggan terpejam, kebahagiaan yang memenuhi hatinya membuatnya kehilangan rasa kantuk


Adnan POV


Apa yang baru saja terjadi seperti sebuah mimpi


Hilya istri ku, wanita yang begitu aku cintai, benar-benar menjadi milikku seutuhnya, aku memang belum tau apakah dirinya sudah kembali mencintai ku atau belum, tapi aku dapat merasakan apa yang baru saja kami lakukan dia turut menikmati nya


Wajah ayunya tengelam di ceruk leher ku, tangan lentiknya melingkar di pinggang ku, helaan nafas hangatnya membuat aku diambang kesadaran


Bahkan karnanya aku begitu sulit memejamkan mata


Aku pernah memilikinya lebih dari pada ini, dulu bahkan hatinya sepenuhnya untuk ku, cintanya dulu tak ku ragukan, tapi dulu aku tak sebahagia saat ini, bahkan saat ini meski hatinya belum pasti untuk ku, dengan berada di sisinya saja aku begitu bahagia, mungkinkah kadar cintaku untuknya bertambah??, mungkinkah cintaku untuknya lebih besar dibanding dahulu??, aku rasa iya, akulah sumber masalah untuknya dulu, kini aku berjanji segenap jiwaku bahwa aku akan menghujaninya dengan perhatian, cinta dan waktu ku, doa ku, semoga Allah meridhoi.. aamiin..


Adnan POV end


Hilya menggeliat dalam tidurnya, matanya langsung terbuka saat merasakan kehangatan yang terasa asing, Hilya hampir menjerit saat menyadari dirinya tidur bersama seorang pria, sebelum akhirnya ingatatanya kembali pada kejadian semalam


ya Allah, hampir aku lupa, bahwa aku telah melakukan kewajiban ku untuk suamiku


Setelahnya Hilya tersenyum


melihat dirinya yang satu selimut dengan Adnan wajah Hilya bersemu merah, ingatan masa lalu menyapa Hilya


Pernahkah dulu dirinya dan Adnan tidur tanpa sehelai benang seperti sekarang??, bahkan semalam Hilya merasa bahwa Adnan sangat romantis, tidak hanya tutur katanya, tapi prilaku dan cara Adnan menyentuhnya sangat jauh berbeda dari sosok Adnan dahulu, bahkan mereka melakukannya dengan lampu yang masih terang benerang, sangat berbanding terbalik dengan sifat Adnan dahulu.


Adnan menarik Hilya kembali kedalam pelukannya


" Sayang tidur nya lelap sekali, mas bahkan tak bisa tidur. ucap Adnan lembut diatas kepala Hilya


ya Allah mas, kenapa kamu berubah sebanyak ini??


" Sayang kok diam??" tanya Adnan mendapati Hilya yang hanya diam saja


Hilya mendongak


" Apa mas tidak bisa tidur?, kenapa??"


" Terlalu bahagia mungkin!!" Adnan tersenyum Pepsodent


" Mas ada-ada saja, mas mungkin cemas dan kepikiran masalah kantor, nanti siang kita urus sama-sama, yang terpenting tidak ada korban jiwa kan, beruntunglah kejadian nya sore hari karena di kantor pusat Papa tidak menganjurkan ada kariawan yang lembur, jadi korban luka-luka harusnya juga tidak ada.


Adnan meringis, nyatanya Adnan tidak bisa tidur karena terlalu bahagia, bukan karena cemas, bahkan Adnan saja lupa jika baru saja ada insiden kebakaran bahkan dirinya turut terlibat.


Ya Allah dasar Adnan, gara-gara dapat jatah lupa daratan.


Hilya merapatkan badannya pada dada Kokoh suaminya.


"Kita bangun yuk mas, kita sholat qobliyah , sambil menunggu waktu Subuh.


Adnan terkekeh


" Adek minta mas bangun tapi malah nempel gini, yang ada bukan mas yang bangun tapi........ " Adnan sengaja menggantung ucapan nya dan itu sukses membuat Hilya terjingkat dan langsung berlari kedalam kamar mandi


Melihat itu Adnan tak mampu menahan tawanya, Adnan tertawa hingga kedua matanya berair


ya Allah.. pelihara lah kebahagiaan kami, lindungi kami, tuntunlah hamba untuk menjadi iman yang baik untuk istri dan putri hamba.. Aamiin