
Adnan terus menyunggingkan senyumnya saat mereka tiba di tengah keluarga, disana sudah ada banyak orang, memang keluarga Adnan sudah kembali ke Surabaya, jadi tidak ada yang mewakili keluarga nya selain dirinya
" cieeeeee... pengantin baru bikin iri nempel terus!!" goda Dini
Hilya tersenyum lebar melepas tanganya dari lengan Adnan dan segera memeluk adik iparnya itu
" Selamat sayang!! Kaka ikut bahagia!!" Hilya mengelus punggung Dini
" Terimakasih Kak!! akhirnya sekian lama Allah mengabulkan doa Dini dan Zahfran kak!!"
" Ini buah kesabaran sayang!! Allah maha mengetahui, ketika kita tetap bersyukur insyaAllah rejeki akan dilipat gandakan!!" Hilya masih senantiasa memeluk adik mendiang suaminya, yang telah Hilya anggap seperti adik sendiri
" Semoga kak Hilya segera menyusul yaa!! kasian mas Adnan sudah mau kepala empat usianya baru punya satu putri!!" goda Dini, yang membuat Hilya melerai pelukanya
Mendengar perkataan Dini, perasaan Hilya sedikit tersentil, apa yang dikatakan oleh Dini ada benarnya, usia Adnan sudah mau 40th bukan?? tapi untuk mendapatkan seorang anak itu berarti Hilya dan Adnan harus melakukan itu kan?? sedangkan Hilya masih sedikit canggung berinteraksi dengan Adnan
" Kak!!" tegur Dini pada Hilya yang terlihat bengong
Adnan yang berada di dekat Hilya tau kecanggungan Hilya saat membahas hubungan dirinya dan Hilya, apa lagi bahas masalah kembali mendapatkan keturunan, nyatanya hubungan mereka belum kembali sedekat itu
Untuk mencairkan suasana Adnan mencoba berbicara pada Dini
" Din, apa gak ada makanan yang bisa dimakan?? mas laper nih!!"
Hilya melotot mendengar ucapan Adnan, bukanya tadi sebelum berangkat ke kantor Adnan sudah sarapan bersama dengan nya??"
Adnan yang melihat ekspresi wajah Hilya tersenyum manis
Kemudian dengan tiba-tiba mendekatkan bibirnya ke telinga Hilya
" Jangan terlalu di fikirkan ucapan Dini!!" bisik Adnan lirih
Hilya yang mendengar bisikan Adnan menoleh, naas, Adnan masih belum memindahkan wajahnya dari telinga Hilya, sehingga saat Hilya menoleh bibir Hilya mendarat tepat di pipi Adnan, mendapati itu membuat keduanya sama-sama terkejut
Terlebih perasaan Adnan yang langsung melayang mendapat ciuman dadakan dari Hilya, Adnan mana tau kalo ciuman Hilya untuknya adalah sebuah kesalahan, yang Adnan tau nyatanya Hilya barusan menciumnya.
Hilya yang seolah baru saja mencium Adnan terseyum canggung, tidak mungkinkan dirinya berkata pada Adnan kalo itu tidak sengaja, nyatanya bibirnya benar mendarat di pipi Adnan
" Khhmmm" Papa Hilya berdehem mengalihkan perhatian pengantin baru itu
" Khansa juga sudah kepingin punya adik Opa!!" seru Khansa berlari memeluk Adnan yang sedang merona bahagia
Mendapat pelukan putri sambungnya, Adnan langsung mencium pipi Khansa dengan penuh sayang
Sedangkan Hilya bertambah salah tingkah, mendengar ucapan Papanya dan juga putrinya
Sang papa mengelus sayang puncak kepala putrinya
" Apa sudah ada tanda-tanda??" goda Papa Hilya
" Paaaaa!!" rajuk Hilya yang membuat papanya tergelak
" Papa cuma tanya Sayang, apa salahnya hmmm??"
Hilya mencabikkan bibirnya
" Jangan gitu nanti cantiknya hilang!!" goda papa Hilya
" Memang jelek dari sananya!!" seru Hilya
" Eee...... mana bisa, bibitnya ajah setampan Papa, pengembangnya secantik Mama, pemanduan yang sempurna membuahkan hasil yang sempurna pula!!"
Hilya tertawa mendengar candaan Papa nya
" Hilya sayang Papa!!"
" Papa juga sayang Ais!!"
" Paaaaa!!" seru Hilya yang tak pernah terima saat sang papa memanggilnya Ais!!"
Papa Hilya tergelak lagi, menatap sang menantu yang sedang dipeluk oleh cucunya
Berkedok memeluk putrinya Papa Hilya membisikan sesuatu pada Hilya
" Hilangkan keraguan mu nak!! Papa percaya Adnan tak akan mengulangi kesalahan yang sama, lakukan kuwajiban mu sebagai istri, penuhi kebutuhan suami mu, yakin cinta akan tumbuh dengan berjalanya waktu, Papa dapat melihat ketulusan Adnan untuk menyayangi Khansa dan papa juga tau seberapa besar Adnan mencintaimu!!"