Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
50.Anton dan Hilya



Hilya terisak menekuk lutut dengan jarak yang tak begitu jauh dari Anton, sepertinya Anton mulai menyadari bahwa wanita yang mengaku mengenal nya itu masih disini.


"Kau??" suara serak itu seolah mencari keberadaan Hilya.


Hilya menghapus air matanya, mendekat kearah Anton. "maaf gue masih disini, gue masih ada perlu dengan Loe, tapi sebentar gue harus bersihin ruangan ini.


"Tidak perlu!! pergilah, aku gak butuh belas kasihan orang lain."


Hilya tak menghiraukan. Hilya menghubungi Elsa menanyakan masihkah dia di pasar, Hilya meminta tolong membelikan peralatan mandi dan peralatan pembersih lantai dan sabun cuci. Untung saja Elsa baru mau pulang jadi masih bisa membantu Hilya.


Wanita cantik itu mulai memungut semua pakaian Anton. terlihat ada mesin cuci baru yang belum di pakai. sebenarnya Hilya cukup bingung karena di kontrakan 5 pintu ini kenapa sama sekali tak berpenghuni??. apa kah memang sengaja Anton menyewa semua ataukah memang kosong??


Hilya bergegas memasukkan pakaian Anton kedalam mesin cuci dan mengisi air, Hilya pun menemukan sabun cuci berupa jel-jel warna warni di rumah Anton.


Hilya jadi mengingat dimasa Anton masih bertugas menjadi Dokter denganya. tak pernah absen Anton menyimpan 2 atau 3 pcs jel pencuci bajunya itu.


Anton memiliki jas kebangganya lebih dari 2 setelah melakukan operasi panjang Anton selalu mencuci jas kedokterannya, dan memakai yang bersih selalu seperti itu. Anton pria yang sangat menyukai kebersihan.


Tapi lihatlah sekarang, bahkan Anton terlihat tak terurus, apa dia bisa mandi sendiri. tapi melihat kamar mandi yang cukup bersih Hilya yakin Anton tetap menjaga kebersihan dirinya.


Keadaan rumah yang kacau mungkin karena Anton belum terbiasa dengan keadaannya.


"Pergi dari rumahku!! jangan kau sentuh barang-barang ku." bentak Anton.


Hilya tak menghiraukan , ketukan pintu membuat kedua orang itu menoleh, Hilya segera berlari kearah pintu.


Terlihat Elsa membawa barang-barang perdananya.


"Ini juga aku belikan serabi dan makanan, beneran kamu mau disini dulu??"


"Iya , aku bisa jaga diri, besok pagi aku langsung kerumah sakit saja."


" Kenapa Lo gak pergi dari rumah gue?? pergi nggak Loe!!"


Hilya hanya menarik nafasnya dalam.


Hilya memerhatikan ruangan yang ditempati Anton. Hilya berpikir setidaknya bersih dulu baru nyaman bicara dengan Anton.


" Ton boleh gak gue pinjam baju Loe, gue gak bawa baju ganti takut kalo besok gue tugas gue gak sempat mampir ke hotel."


Anton melotot mendengar ucapan Hilya. wajahnya memerah entah karena malu atau marah.


"Loe gila'.. pergi aja Loe, gue gak rela Loe nyentuh pakaian gue."


Hilya terseyum.. "padahal seandainya Loe ingat siapa gue Loe pasti suka rela memberikan apapun yang gue mau!!" ucap Hilya memancing.


Anton merenung sejenak "apa Loe dan gue ada hubungan khusus?? gue rasa gue hanya memiliki satu istri pembangkang yang rela ditiduri laki-laki lain hanya demi kepuasan."


Hilya kaget mendengar ucapan Anton. apa istri Anton selingkuh??


"CK, Loe jangan kasian sama gue !! seingat gue gue menikahi istri gue karena sebuah kejadian yang membuat gue terjebak, gue juga gak yakin gue dan dia lakuin hal yang lepas kendali.


hanya saja gue terbangun dengan keadaan sama-sama tak berbusana. gue menikahinya karena alasan tanggung jawab, takut kalau-kalau memang kita memang ngelakuin hubungan intim."


"Gue gak mau saja jika nantinya wanita itu hamil tanpa suami, itu sebabnya gue mau menikahinya sebagai bentuk tanggung jawab. jaga-jaga jika nantinya dia hamil . namun itu tidak terjadi di pernikahan gue yang hampir empat bulan."


"ahhhhh ini semua gara-gara Loe gue jadi ngomong sembarangan. pergi Loe..dihidup gue tidak ada lagi yang istimewa selain umi gue..."


Hilya termenung memikirkan sekelumit kisah rumah tangga Anton. kehidupan rumah tangganya pun tak berjalan sesuai keinginan.


Tak ambil pusing Hilya mencari pakaian Anton yang bersih untuk dikenakan nya.. Ton gue izin pake kaos dan traning Loe yak!! ucap Hilya dalam hati. wanita cantik itu harus gerak cepat, sebelum masuk waktu magrib.