
"Maaass!! nikahi aku mas, aku mau jadi istri mu lagi, aku rela jadi yang kedua asal aku kembali bersama dengan mu..aku akan segera pisah dengan Anton."
Rena dan mamanya terkejut, bahkan mulut mereka terbuka, dengan mata yang melotot maximal.
Begitu juga Adnan dan Anton semua bingung.
"Ada apa ini Hil??" Adnan melihat wajah Hilya yang basah air mata.
"Aku mau kamu menikahiku lagi mas,..kamu masih cinta kan sama aku??" tanya Hilya manja.
Adnan mengangguk polos..
"Aku hamil anak Anton, tapi aku akan segera pisah sama Dia, apa mas Adnan mau bertanggung jawab atas anak ini mas? demi aku mas, aku masih mencintaimu..." Hilya kembali memeluk tubuh Adnan dengan tangis.
Anton terpaku, tak tau harus berbuat apa... rasanya dunianya hancur tak tersisa.
Rena menarik Hilya dari dekapan Adnan, Namun Adnan justru menangkis tangan Rena kasar membuat Rena mengaduh kesakitan.
" Aku gak mau mas nikahi dia mas!!'
"Aku tak membutuhkan izin dari mu..!!"
Rena menangis, Hilya terseyum.
"Dasar wanita murahan, kamu sudah punya suami masih mau godain suami aku." Maki Rena
" Aku tidak butuh nasehat mu, bercerminlah...aku tidak masalah jadi yang kedua, demi cinta aku rela membagi suamiku.." ucap Hilya menatap lekat wajah Rena.
Rena hendak menampar wajah Hilya tapi dengan cepat Adnan menangkap tangan nya..
"Pergi masuk kamarmu atau kau ku ceraikan malam ini juga??".
Semua orang kaget mendengar ucapan Adnan, tak terkecuali Hilya.
Anton mendekati tubuh istrinya.
" Sayang kita bicarakan ini dulu yaaa...dek kamu jangan gegabah ada anak kita didalam rahim mu!!" meski hancur Anton masih mencoba mengerti keadaan istrinya.
" Pergi kamu mas, aku tidak butuh kamu lagi, ...aku ngak Sudi hidup dengan laki-laki murah kayak kamu..."
" Pergilah Ton!!" ucap Adnan menyela perkataan Anton.
" JANGAN ikut campur urusan rumah tangga gue loe nan!!" ucap Anton.
Anton mencoba menarik lembut tangan Istri nya tapi Hilya menepis tangan itu.
" Pulang lah Ton, aku udah gak butuh kamu lagi!!" ucap Hilya menatap lekat wajah Anton.
Berakhir sudah impian cinta Anton, kini tinggallah luka di hati, mimpi indah masa depan hancur tak tersisa.. ditatap nya lekat wajah istrinya dengan derai air mata kaki Anton melangkah mundur.
Namun Hilya tak bergeming..
Adnan membawa masuk mantan istrinya...betapa bahagianya Adnan Hilya memeluknya seperti Hilya memeluk Anton kemarin. Adnan tak perduli dengan sahabatnya kini Adnan akan bertekad menikahi wanita yang dicintainya, meski dalam keadaan hamil..lihatlah cinta dapat merusak iman seseorang.
Sedangkan dikamar Rena mengamuk dengan Ibunya, rencana Ibunya untuk membuat Hilya menderita justru berbalik pada dirinya sendiri.
" Ini gara-gara ulah Mama...aku benci Mama...aku dibentak mas Adnan, mas Adnan mau menceraikan ku demi Hilya Mama bukanya menghancurkan rumah tangga Hilya justru menghancurkan rumah tangga ku sendiri..."
"Aaaaaaaaaaaaa....."
Rena berteriak histeris.. dia membuang semua barang .. Mama tena berlari keluar kamar meminta Adnan menghentikan Rena yang mengamuk..
Adnan melihat Hilya..dan Hilya mengangguk, tenangkan Rena mas, aku juga harus pulang, menyiapkan keperluan ku untuk tinggal di sini.
Adnan mengangguk dan tersenyum manis sebelum pergi ke kamar atas dimana Rena sedang mengamuk.
Sedangkan Hilya menatap punggung mantan suaminya dengan tatapan tak terbaca.
Ibu Rena menatap tajam Hilya..
" Kalau sampai anak ku diceraikan, kamu akan tau akibatnya".
Hilya tersenyum miring , menghapus jejak air matanya.. "Anda bisa memilih tidur dikolong jembatan atau di dalam jeruji besi, itu pilihan anda.."
"Sebelum anda berniat menjebak seseorang, Anda harus pastikan dulu siapa yang sedang anda lawan. Seekor semut tidak mungkin bisa membunuh seekor singa bukan??" ucap Hilya sebelum berlalu meninggalkan mama Rena yang tegang ditempatnya.