
Keysa mengeram sakit, membuat Anton segera memanggil Dokter Imelda, namun lagi Keysa ingin Anton tetap bersamanya, meski keberatan namun Anton tetap menuruti permohonan Keysa.
Usai pemeriksaan dan meminum obat Keysa kembali menghujani Anton dengan puluhan pertanyaan.
" Apa istrimu memiliki cinta yang lebih besar dari cintaku untuk mu??" tanya Keysa setelah banyak pertanyaan sebelum nya yang di jawab Anton Apa adanya.
Anton membasahi bibirnya dengan lidah sebelum senyum kecilnya terukir.
" Mungkin!!"
"CK, bahkan kamu sendiri tidak tahu." decak Keysa.
"Awalnya dirinya menikahiku tanpa cinta, namun untuk saat ini aku tau istriku mencintai ku, yang ku tau pasti aku begitu mencintainya, cinta yang membuat aku merasa nyaman saat bersama dirinya, rindu tak kala jauh."
Kembali senyum Anton muncul saat membayangkan rumah tangganya yang selalu damai karena kedewasaan sang istri setiap kali menghadapi masalah
" Kalau kamu sendiri tidak yakin akan cintanya, kenapa kau berani begitu mencintainya, bahkan membanggakan istrimu dihadapan ku." ucap Keysa seperti sebuah keluhan.
"Kamu bertanya, aku menjawab key!! tidak ada maksud membanggakan. untuk cinta istriku mungkin jauh lebih dalam dari cintaku pada diriku sendiri, kamu tau?? istriku menikahi ku di kala orang lain mungkin akan mengucilkan ku, kala itu aku amesia ditambah lagi aku sedikit cacat mental, suka marah dan mengamuk, begitu sensitif dan ahhh.." Anton mendesah. "masih banyak lagi" lanjut Anton.
" Dalam keadaan itu kamu masih bersinar Ton, masih banyak yang akan menerima mu!! dan bahkan andai kala itu aku ada aku akan dengan senang hati menerima keadaan mu."
" Nyatanya kamu tidak ada untuk ku saat itu Key!! dan seandainya kamu waktu itu menerimaku belum tentu keluarga mu menerimaku juga, nyatanya kala itu tidak hanya istriku yang menerimaku bahkan keluarganya menerima segala kekurangan ku, bagi seorang pria pengangguran dan buta di terima dengan tangan terbuka itu sudah sebuah kehormatan key!!"
"A apa maksudmu pengangguran dan buta??" tanya Keysa sedikit terperanjat mendengar ucapan Anton.
Keysa terenyuh, terlebih mendengar bahwa wanita itu adalah sahabat Anton, berarti mereka saling mengenal sebelumnya.
"Kalian sahabatan??".
"Iya aku dan istriku satu profesi, isteri ku adalah dokter bedah saraf sama seperti diriku, oh key aku rasa kamu butuh istirahat, sedangkan aku juga harus menyiapkan kepulangan istriku" Anton beranjak dari duduknya menatap sejenak Keysa dan langsung undur diri.
Keysa yang melihat Anton pergi begitu saja tak sempat mencegah, karena Anton begitu cepat bergerak, Keysa kecewa melihat sikap Anton yang telah jauh berubah, nyatanya berharap kembali sudah sangat terlambat. air mata Keysa menetes, besar harapan dirinya bisa menghabiskan sisa hidupnya bersama Anton tapi kini ia sadar itu tidak lah mungkin, orang yang pernah begitu mencintainya telah mengalihkan cintanya untuk wanita lain, penyesalan tinggal lah penyesalan yang kini Keysa tidak lagi memiliki harapan.
________
Anton bergegas menyusul sang istri, namun saat sampai di ruangan dimana Baby Akbar dirawat, suasana tampak sepi, hanya ada Adnan yang berada di dalam kamar.
"Nan??" Anton menegur
" Oh!! Hilya tadi langsung pulang bersama Zahfran dan Zizi, tadi dia sempat menghubungi mu, tapi kamu tidak mengangkat panggilan Hilya." jelas Adnan yang sudah tau pasti Anton mencari keberadaan Hilya
Anton merogoh kantong jasnya, benar saja 5 pangilan tak terjawab dari sang istri terlihat di layar ponselnya.
Anton segera pamit pulang pada Adnan yang di angguki langsung sang sahabat.
Anton segera mengendarai mobil nya menuju rumah mereka.