
Anton menasehati sahabatnya, jangan lupakan bahwa sebelumnya Anton adalah seorang anak yang terkena dampak poligami.
Dalam kitab Ibn al-Atsir, sikap beristeri lebih dari satu wanita yang dilakukan Rasulullah itu adalah upaya transformasi sosial, bertujuan meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi feodal Arab pada abad ke-7 Masehi.
Artinya, Rasulullah sejatinya berpoligami untuk kepentingan orang banyak, bukan semata-mata hanya ingin menambah istri.
Terlebih pada zaman Rasulullah saat itu, nilai sosial seorang perempuan dan janda sedemikian rendah sehingga seorang laki-laki dapat beristri sebanyak mereka suka.
"Jangan melupakan apa yang telah kita pelajari Broo!!... lebih baik kita bermain main sebelum terikat pernikahan , dibandingkan kita jarus bermain api setelah status kita berubah menjadi suami
Percayalah Nan
seberapa kita mencoba untuk adil, pasti akan tetap ada salah satu dari mereka yang tidak puas.
puas' dalam artian segala hal, waktu, cinta, kasih sayang, perhatian, dan sebagainya."
"Brooo!! aku adalah salah satu dari sekian juta anak yang mendapat dampak buruk poligami.
melihat ibu yang menangis karena ketidak adilan itu sakit, belum lagi alasan Abah yang mengatakan , bahwa menikahi wanita itu karena merasa kasihan, dia adalah seorang janda, sedangkan tanpa Abah sadari karena tindakannya itu pula Abah menjandakan istri nya."
Mata Anton tampak berkaca-kaca, Anton laki-laki Sholeh dan alim itu menjadi pria yang urakan setelah perpisahan kedua orangtuanya.
Anton menepuk pundak Adnan, seraya berdiri .
" Katakan tidak, bila memang Loe memang menyayangi Hilya. Loe beruntung bisa mendapatkan cinta yang begitu besar dari istri Loe!"
"Naan!! terkadang pemikiran orang tua sekalipun ada salahnya . orang tua jaman dulu selalu mikirin bibit, bebet, bobot. tapi mereka melupakan, jodoh kita itu sudah tertulis sebelum kita terbentuk menjadi janin."
"Nan! ..ngomong-ngomong gue paper , Loe sebagai sahabat gak peka banget sich!!.."Anton mendengus.
"Loe nyuruh gue datang kemari buat ngisi kajian tapi Loe gak nyiapin apa-apa..??"
" Kajian apa ..??"
Adnan memutar bola matanya malas
"'CK...baru saja aku bangga dengan apa yang telah kamu sarankan padaku, ehh muncul lagi sifat resek, yang jengkelin itu, kadang aku berfikir kamu itu sama persis kayak Hilya, kalian berdua sangat cocok."
Anton tersenyum mengejek " mungkin sebenarnya Hilya adalah jodoh gue
Buktinya baru saja Loe menikah dengan nya belum genap 2 hari , Loe udah ada rencana buat menikah lagi, kalau memang Loe lepasin Hilya, gue dengan senang hati akan menerima dengan bahagia."
Adnan memukul bahu Anton dengan keras, membuat Anton terbahak.
Adnan mengambil ponselnya, menghubungi "Goo food" untuk sahabatnya itu.
Sedangkan Hilary mulai membuka matanya, tanganya memijik kepalanya yang terasa pening.
Anton dan Adnan yang memang hendak memeriksa keadaan Hilary, melihat Hilary yang telah siuman. Adnan langsung membantu Hilary bersandar, sedang Adnan mendekati mereka dengan kedua tangannya yang terlipat di depan dada.
Didalam hatinya yang terdalam sebenarnya Anton masih menyimpan perasaan untuk Hilary, namun demi kebahagiaan kedua sahabatnya itu, Anton mengenyampingkan perasaannya.
"Dokter Anton??? anda disini??"
Hilary sangat terkejut mengetahui ada Anton di kamar hotel yang ia dan Adnan tempati.
Bukankah seharusnya Anton berada di Bandung. sedangkan mereka Sekarang berada di Kalimantan timur.
Anton berdehem. "Suami konyol mu itu tidak mempercayai Dokter disini untuk memeriksa keadaan mu, itu sebabnya dia memaksa gue untuk segera terbang kesini!!
Loe tau?? hampir 3 jam lamanya gue disini tidak sama sekali di hidangkan sesuatu apapun, bahkan segelas air putih pun tidak!." keluh Anton pura pura kesal.
Hilary tersenyum manis, meski masih merasa pusing, namun melihat kehadiran sahabat nya dan sabat suaminya itu, membuatnya sedikit merasa baikan.
Hilary tau, kehadiran Anton kesana pasti ada hubungannya dengan masalah rumah tangganya.