Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
66.Ingatan yang kembali



Mereka pulang bersama, memang sudah semestinya mereka pulang bersama toh mereka satu rumah.


Hilya meminta izin Anton untuk mampir sebentar, dan lucunya Anton menolaknya alasannya Anton tidak mau membuat istri nya salah faham saat Anton pulang bersama wanita lain.


Untungnya Hilya dapat menyakinkan Anton bahwa dia betul-betul hanya mampir sebentar.


Meski terlihat wajah Anton yang sedikit keberatan, tapi pada akhirnya Anton mengizinkan Hilya mampir kerumah nya bersama istrinya.


Dalam hati Hilya bertanya, sebegitu kah Anton menjaga perasaan pasangan nya, bukankah Hilya adalah sahabat nya, juga seandainya benar Anton menikah dengan wanita lain, akankah Anton benar-benar tak mengizinkan dirinya dekat dengannya??


Anton memerhatikan wajah Hilya yang tak lain adalah istrinya itu meski Anton tak menyadarinya.


"Maaf Hil aku tidak bisa menepati janjiku akan menikahimu saat Adnan melukaimu, takdir kita sepertinya tak mengizinkan kita bersama."


"Aku sudah memiliki istri yang selama ini telah menerima kekurangan ku, Istri ku begitu besar hatinya menerima keadaan ku dengan ketulusan.


maaf Hil meski aku pernah memiliki hati untukmu tapi mau tidak mau aku harus segera menghapus nya, karena kini jiwa dan ragaku milik istriku."


Tidak terasa, mereka telah sampai di depan rumah.


Hilya segera berlari ke arah pintu, tangan nya merogoh kunci rumah, sedang Anton mengekor di belakangnya, Anton bingung akan sesuatu hal yaitu kenapa Hilary memiliki kunci rumah nya


Hilya masuk kedalam rumah meninggalkan Anton yang masih diterpa kebingungan.


Tapi tak lama kemudian Anton ikut masuk kedalam rumah mereka,.


Hilya menatap wajah Anton yang seolah dipenuhi tanda tanya untuk nya.


" Sebelum kamu bertanya sesuatu bolehkah aku bertanya terlebih dahulu??. apa kamu ingat nama istri mu??. ucap Hilya menatap lekat wajah suaminya.


Anton mengerjab mendengar pertanyaan Hilary, terlihat tangan Anton menggaruk tengkuk belakang, seperti seseorang yang sedang salah tingkah.


Hilya ingin terbahak mendengar jawaban Anton, nyatanya dirinya ada dihadapan Anton, tapi buktinya Anton tak mengenali dirinya.


Hilya melangkah mendekati sang suami, namun Anton justru mundur seirama dengan langkah Hilya.


"Maaf Hil bisakah kamu segera pulang, tidak baik kita Sama-sama memiliki pasangan berduaan begini."


Hilya tak menghiraukan perkataan Anton dengan cepat Hilya mengengam tangan Anton, "Aku ingin menjelaskan sesuatu Ton, tapi ku harap kau memperhatikannya dan mencoba menilai."


"Tapi Hil_____ ucapan Anton tak terselesaikan saat dengan tiba-tiba Hilya menubrukan badanya ketubuhnya. Anton tak bergeming, tak mengelak dan tak bergerak.


Melihat respon Anton Hilya segera mencium kasar bibir Anton membuat Anton menegang seluruh tubuhnya.


" Apa kamu lupa dengan rasa bibir ku?"


" Apa kamu tidak mengingat aroma tubuh ku hmm??"


Hilya membiarkan suaminya mencerna ucapanya. hingga beberapa saat, tautan bibirnya disambut oleh sang suami, sepertinya Anton mulai mengingatnya.


Ciuman kasar Hilya menjadi ciuman lembut sarat akan kasih sayang, bibir beradu bibir.


Hilya menuntun tangan suaminya ke arah wajahnya, tampak Anton segera melepas tautan bibirnya dan memejamkan matanya.


Hingga sentuhan tangan Anton mulai menelisik wajah Hilya, dari satu tangan hingga kedua tangannya, sama seperti pertama kali Anton menilai wajahnya, seperti saat itu, saat ini pun Anton menghentikan kedua jempol nya lama di area bibir istrinya.


" Apa kamu bisa mengenaliku??"


Anton mengeleng tapi air matanya mengalir.


Anton merengkuh tubuh istrinya kedalam dekapannya. mendekap erat tubuh Hilary alias Hilya seolah tak ingin terpisahkan.