
Sebelum berangkat Anton seperti Engan meninggalkan istrinya, di ciumnya seluruh wajah istrinya, di kecup beberapa kali juga perut Hilya entah mengapa hatinya tidak tega meninggalkan istrinya sendiri dirumah.
" InsyaAllah mas akan segera pulang, tapi gak usah Ditunggu, kamu tidur saja ya!! Anton kembali mencium pipi Hilya.
" Mas menyayangi kalian, Assalamualaikum...
" Waalaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh".
Sedangkan sama dengan Anton Hilya begitu berat melepas kepergian suaminya. Hilya menghubungi papanya meminta dua orang pengawal untuk mengawasi suaminya.
Papa Hilya menyetujui permintaan dari Hilya dan segera mengirim orang suruhan nya memantau sang menantu.
Hilya belum menyampaikan perihal kehamilan nya, Hilya akan memberi tahukan saat nanti mama dan papa Hilya berkunjung ke rumah mereka.
Hilya menghubungi pihak rumah sakit perihal pasien yang seperti Anton sampaikan sebelumnya.
Hilya mendengarkan seksama setelahnya mematikan pangilan ponselnya.
Hilya meminum vitamin dan segera tidur.
Bunyi ponsel membangunkan Hilya dari tidur lelapnya. Hilya melirik jam ..Hilya menyerengit jam menunjukkan pukul 2:00. Hilya mengangkat panggilan tersebut.
Hilya menipiskan bibir nya..sudah ia duga pasti sesuatu akan terjadi." baik aku kesana sekarang."
Hilya mengepalkan tangannya erat-erat. buku-buku jarinya memutih karena genggaman erat nya. Mengatur nafasnya Hilya segera bergegas menuju kamar mandi.
Hilya terlihat lebih segar, wanita cantik itu pergi mengunakan mobilnya dijam dini hari, seorang diri, tujuannya adalah hotel dekat rumah sakit dimana dia dan suaminya bekerja.
Sesampainya di hotel, Hilya segera mendatangi kamar dengan tampilan ala Dokter nya Hilya dikira dokter yang baru selesai tugas sehingga check in hotel dini hari, tak lupa Hilya membawa peralatan lengkap kedokteran nya.
Hilya berhenti tepat di depan pintu kamar nomor yang dia cari, pintu hotel itu tak tertutup rapat, membuat Hilya bisa masuk kedalam kamar itu
mata Hilya terbelalak...Hilya menjerit histeris membuat kedua orang yang bergelung dalam selimut itu terkejut.
Anton panik melihat Hilya yang menangis histeris, Hilya berlari keluar dari hotel, sedang Anton masih mencari dimana pakaiannya berada.
Hilya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tujuanya adalah rumah mantan suaminya.
Anton yang kehilangan jejak istrinya begitu ketakutan, apa yang terjadi?? kenapa keadaan serupa bisa terulang kembali?? dulu saat dia menikah dengan istri pertamanya bermula dari keadaan yang seperti ini...ada apa dengan hidupnya Anton frustasi...hilyaaaa.... sayaaaaang...
Anton pulang kerumahnya, Namun tak ada tanda sang istri di rumah, Anton kembali melajukan mobilnya tanpa arah berharap menemukan mobil istri nya... beberapa kali Anton memukul kepala nya...
Kenapa tak menginat apapun??" .. bahkan tadi Anton tidak sempat melihat wajah wanita yang tidur bersamanya secara detail. "aaaaaaaaaaaaa____ Anton memukul setir mobilnya..hingga fikiranya tertuju pada satu rumah yaitu Adnan.
Anton melajukan mobilnya seperti orang kalap, jam masih terlalu dini ke kendaraan lalu lintas belum terlalu banyak membuat jalanan lengang.
Benar saja terlihat mobil istri nya yang baru terparkir, Anton segera turun dari mobilnya, melihat istrinya yang masih menangis.
" Mas Adnan.....mas.....mas Adnaaan!!".
Dari rumah Adnan mendengar suara orang memangil namanya terbangun dari tidurnya...begitu juga Rena dan Ibunya yang baru saja mau tidur.
Rena membuka pintu..dan terkejutnya Rena melihat Hilya yang datang kerumahnya..
"Mas mas Adnaaan.." teriak Hilya.
Rena mencoba mendorong tubuh Hilya dan segera ditangkap oleh Anton, Hilya meronta dari dekapan Anton, Hilya melihat Adnan yang baru muncul dari arah pintu segera berlari kedalam pelukan sang mantan.
" Maaass!! nikahi aku mas, aku mau jadi istri mu lagi, aku rela jadi yang kedua asal aku kembali bersama dengan mu..aku akan segera pisah dengan Anton."
Rena dan Ibunya terkejut, bahkan mulut mereka terbuka, dengan mata yang melotot maximal.
Begitu juga Adnan dan Anton semua bingung.