
Kumandang adzan subuh membuat kedua insan yang saling berpelukan itu membuka perlahan kelopak matanya.
Mata Anton bertamu dengan mata Hilya, Hilya terseyum lembut, tanganya mempererat pelukannya.
" Pagi mas!!" sapa Hilya dengan suara serak khas bangun tidur. Anton tak bergeming, fikiran nya bercabang antara menyakini ini sebuah kenyataan atau menyakini ini sebuah mimpi.
Melihat goresan kecil ditangannya Anton merasa ini nyata, Tapi bagaimana bisa, sedang Hilya dia__
Lamunan nya buyar saat tiba-tiba Hilya mengecup bibirnya.
" Udah yuk ntar keburu siang!!".
Anton menatap lekat istri nya yang masuk kedalam kamar mandi, Anton dilanda kebingungan, hingga sampai mereka selesai sholat Anton masih belum berani menyimpulkan.
Hilya melepas mukena nya, tubuhnya bergeser mendekati sang suami.
" Mas'!!" Hilya mencium kedua tangan suaminya, Hilya mendongak menatap wajah Anton, ada goresan panjang dibagian leher suaminya.
Tangan Hilya terulur mengelus lembut luka merah itu, Hilya membuka paksa baju Koko suaminya dan yaa..banyak sekali luka goresan seperti itu.
Hilya menitihkan air mata nya. memeluk tubuh Anton yang sedari tadi hanya diam itu
" Maafkan aku mas!!! apa mas merasa diri mas kotor?? hingga mas mengosok seluruh badan mas agar bersih saat aku melihatnya mas??.
" Bicara lah mas'!!"
Hilya membuka baju yang ia kenakan, hingga hanya menampakan bra berwarna hitamnya, tampak juga hampir seluruh tubuhnya ada luka yang sama seperti milik suaminya.
" Aku pun merasa jijik dengan tubuh ku sendiri mas!! aku telah memeluk pria yang bukan suamiku, aku merasa kotor mas!!" ucapan Hilya membuat Anton menatap tubuh istrinya.
Tangan Anton terulur meraba beberapa goresan memerah yang berada di dekat pa**dara istri nya.
" Sayang apa ini ?? kenapa kamu menyakiti badan mu??" .
" Aku malu mas, ada bekas orang lain di badan ku!!".
"Apa yang sebenarnya terjadi sayang??"
" Rena dan mamanya menjebak kita mas!!"
"Apa??".
" Jadi begini_________
....
.....
.....
.....
...
Nendengar cerita istri nya Anton mengepalkan tangannya.
Hilya mengelus lembut dada suaminya, memberikan sentuhan di setiap luka Anton, begitu pun Anton, pria itu menciumi setiap warna kemerahan di tubuh istrinya.. membuat Hilya melenguh tak sadar.
Nafas Anton memburu.
Kemarahan, rindu, nafsu menjadi satu.
Mengingat Hilya memeluk Adnan, membuat Anton marah dan hancur, Anton ingin membersihkan jejak mantan suami istri nya dengan caranya.
Menguyur tubuh istrinya yang belum sepenuhnya terbuka, Adnan melucuti pakaian sendiri dan membantu membuka pakaian istri nya.
Hilya tersentak merasakan guyuran air dingin dari suaminya, tapi Hilya tidak mau membuat Anton kian terluka, Hilya membiarkan Anton melakukan apapun padanya.
Dibawah guyuran shower lidah Anton menari di area da** Hilya. Tangan Hilya terkepal kuat menahan rasa pedih dan geli menjadi satu..
Dari leher hingga tangan Hilya yang terkepal mendapat sapuan daging lunak yang tak bertulang itu.
Hilya melenguh, mendesis dan memejamkan matanya erat, tanganya masuk kesela rambut hitam suami nya.
" Mas!!".
" Ya sayang??". menjawabnya tapi tak menghentikan aksinya, justru tanganya kini mulai bekerja.
" Dingin".
" Nanti kuhangatkan".
" Mas".
" zini hukuman untuk mu setelah kamu berani membohongi suami mu!!".
" Aku melakukan ini semua demi mas Anton!!".
Tidak ada jawaban, Anton berjongkok , aksinya bertambah gila'.
" Aaaa...mas ampun aku tidak, tidak____
" Tidak apa sayang??".
" Aku tidak tahan mas'. mas aku kedinginan aku ingin dipeluk"
" Tidak semudah itu."
" Aaa... maaaasssh!!"
" Anton mendongak dan terseyum. tubuh gagah itu berdiri.
" Sudah kubersihkan semua jejak Adnan dari tubuh istri ku".
Hilya mengatur nafasnya... "aku mencintaimu mas, bisa kita melakukan nya??"
" Maaf sayang aku capek!!"
Bibir Hilya manyun kedepan seolah kesal dengan jawaban suaminya.
Anton terkekeh, melihat ekspresi istrinya.
Hilya terkejut saat tiba-tiba Anton merapatkan tubuh neked mereka, rasa hangat menjalar hingga jiwa..
Hilya menatap mata suaminya dengan penuh permohonan, dan dibalas tatapan penuh gairah oleh Anton.
Jening mereka bertemu, hidung mereka bertemu, bibir mereka bertemu, tangan mereka saling bertaut. dan terjadilah persatuan cinta mereka didasari rasa saling rindu, rasa saling mau dan rasa saling mengagumi.
Anton menyelimuti tubuh istrinya setelah Hilya tertidur lelap akibat perbuatan nya...ahh lebih tepatnya karena aktivitas yang baru saja mereka lakukan.
Senyum Anton merekah , mengingat semua yang terjadi dalam hidupnya selama bersama sang istri.
Hilya istri yang cerdas, baik, Sholehah, wanita yang selalu berfikir sebelum bertindak, wanita yang tidak serakah dan gegabah, wanita tersempurna yang Anton miliki.
Anton mengambil gawainya. Mengirim pesan ke rumah sakit, sebelum ikut masuk kedalam selimut bersama istrinya yang sedang terlelap.