Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
173.Malam ijab qobul



Hampir 3jam keluarga Anton berada di kediaman keluarga Adnan hingga pada akhirnya Anton berpamitan pulang karena akan mempersiapkan acara nanti malam, tak lupa mengundang Adnan sekeluarga untuk menghadiri pernikahan Dini dan Zahfran


" Gue pamit Nan!! Loe jangan lupa datang ya!! maaf bukanya kami tak turut berduka tapi niat baik itu bukanya akan lebih baik cepat di laksanakan??"


" IYa Ton!! tak apa kami mengerti, hati-hati yaa!!"


Akhirnya Anton dan yang lainya undur diri, Ibu Adnan seolah tak rela melepas kepergian Hilya, mengingat pesan terakhir sang bapak yang menginginkan cucunya Adnan dapat bersatu kembali dengan cucu menantu nya yaitu Hilya, namun Ibu Adnan sadar bahwa kini keinginan itu tak akan dapat terwujud


Mengingat Hilya begitu bahagia saat ini, bahkan Hilya mendapatkan penganti yang lebih baik dari pada Adnan " Semoga kalian selalu dilimpahkan kebahagiaan nak!!" kamu akan selalu menjadi putri Ibu, bersama Adnan maupun Anton ibu selalu merestui mu!!" Ibu Adnan membatin doa untuk mantan menantunya


___________


Sesampainya di rumah Anton dan Hilya


Masing-masing telah bekerja sesuai dengan tugas mereka sendiri-sendiri


Sedangkan Anton masih sibuk menimang Baby Khansa, yang sedari tadi sepulang dari kediaman keluarga Adnan terasa sedikit rewel


" Mas!!" Hilya membawakan Milo hangat untuk Anton


" Yang!!"


" Sini Khansa mas!!, mas Anton minum dulu!!" Hilya mengambil alih Khansa dari gendongan sang suami


" Tumben putri cantik Ayah rewel sich sayang!!" ucap Anton mengecup pipi buah hatinya saat tubuh mungil itu telah berpindah ke gendongan sang istri


" Kecapean kayaknya mas!!" kena angin jadinya gak nyaman ya nak!!" Hilya menepuk pelan punggung putrinya


Cup


Anton mencium puncak kepala istrinya


" Sayang mau keluar??" Anton bertanya lembut


" Tidak! sudah hampir selesai semua, aku minta bantuan beberapa asisten Mama dan juga orang-orang Papa untuk mengurus beberapa keperluan yang sedikit repot"


" Istriku memang luar biasa!!" Anton menarik lembut hidung mancung Istri nya, kini tangannya membuka hijab sang istri


" Aku gak mau mas Anton dan Zahfran terlalu capek! lagian kalo urusan makanan Umi sudah meminta bantuan teman nya mas, kata Umi sekalian membantu pelanggan bunganya yang memiliki bisnis ketering." terang Hilya yang di abaikan oleh Anton


"Masih basah Yang!!" Anton membuka simpul rambut Hilya


" Kan tadi buru-buru mas, gak sempat dikeringin!! lagian sebentar juga mandi lagi, keramas lagi, basah lagi!!"


Anton tetkekeh


" Kita tidur siang sebentar Yang! Zahfran masih ke Rumah sakit' antarin perlengkapan Mba Zi!!"


" Semoga mba Zi segera pulih ya mas!!"


Hilya melihat' putrinya yang tertidur di gendongan nya


" Niat kita diridhoi lihatlah mas' si cantik udah bobo ternyata"


Anton dan Hilya saling pandang sebelum sama-sama terseyum


________________


Malam yang di nanti telah tiba


Zahfran telah duduk berhadapan dengan Anton


pak penghulu berada tepat disampingnya


Papa dan Mama Hilya juga telah berada di kediaman Anton, begitu pula keluarga besar Adnan, yang turut serta ingin menyaksikan pernikahan Dini dan Zahfran


Adnan yang mengendong putranya diam-diam selalu mencuri pandang kearah Hilya, yang juga tengah mengendong putri kecil nya Khansa


" Bagaimana apa bisa kita mulai??" tanya pak penghulu


" Mohon tunggu sebentar Pak!!, Abah putri saya masih dalam perjalanan menuju ke sini!!" Umi Anton berbicara


" Silahkan dimulai Pak, saya sudah datang!!" tiba-tiba suara Abah Anton terdengar membuat semua orang menoleh


Senyum terpatri di wajah pria paruh baya itu, kebahagiaan memenuhi hatinya, mendengar mantan istrinya Sudi menunggunya padahal jelas putranyapun bisa menjadi wali meski tanpa kehadirannya, masih jelas terlihat bahwa mantan istrinya masih begitu menghargainya