Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
45.Keingginan



Mendengar keributan dari arah ruang keluarga pria yang yang sudah tidak muda lagi itu menghampiri Adnan dan Hilya, pria tua itu tampak sangat penasaran dengan apa yang terjadi sehingga Adnan begitu keras memanggil dirinya.


Mata tuanya menangkap sosok sang cucu yang sedang menahan amarah. sedangkan kakek Adnan melihat Hilya yang hanya diam dengan tangan yang ditarik oleh Adnan.


"Ada apa ini??"


Adnan menoleh ke arah kakek nya.


Adnan menarik tangan Hilya kehadapan sang kakek.


" Hilya tidak menginginkan anak dari ku kek! dia sengaja meminum pil penunda kehamilan."


Kakek Adnan terkejut dengan ucapan Adnan. pria tua itu menatap wajah cucu menantu nya.


Hilya memejamkan matanya sejenak.


"Maaf kek, mas' . saya rasa sudah saatnya kalian tau bahwa saya tidak bisa selamanya bersama kalian. sejak awal pernikahan ini tidak didasari komitmen atas dasar orang yang menjalaninya itu sendiri."


"Sejak awal pernikahan ini sudah salah dengan membiarkan orang lain ikut campur dan ikut mengatur kehidupan rumah tangga kami.


maaf kek, bukan saya menganggap kakek adalah orang lain, ini hanya bahasa pasnya untuk menggambarkan keadaan rumah tangga kami."


"Mas' kamu menyepakati keinginan kakek untuk menikahi Rena jikalau dalam jangka setahun saya tidak bisa mengandung, dan saya pun memiliki kesempatan kepada Mama dan Papa untuk melepaskan mu diwaktu yang kami sepakati, agar mereka mengizinkan putri mereka untuk dimadu."


"Dan dalam kesempatan yang saya dan keluarga saya sepakati tidak mungkin bagi saya untuk bisa selamanya disisi mas Adnan, dan itu berarti saya tidak boleh mengandung anak mas Adnan, karena saya tidak mau egois dengan mempertahankan hubungan kita demi anak."


"Apa yang kamu sepakati sama Papa agar mengizinkan aku menikahi Rena??. apa meninggalkan aku dalam waktu setahun??"


Hilya menatap Adnan . " kesepakatannya jika Rena telah mengandung, maka . ya' aku akan pergi dari hidup kalian.


" Kenapa kau menyetujui syarat dari Papa Hil??apa kau tidak mencintai ku lagi??"


Yumna terseyum miring' "bagaimana jika pertanyaan itu berbalik padamu mas'??


"mengapa kau setuju menikahi Rena?? apakah kau sudah tidak mencintai ku??"


Adnan terpaku mendengar ucapan Hilya.


" Sudah, sudah kita bicarakan ini besok lagi ini sudah malam, lagian Rena juga belum mengandung.


" Rena sudah mengandung 2 Minggu, awalnya kabar ini akan Rena sampaikan dihari ulang tahun kakek, namun Qodarullah sepertinya Allah tidak ingin saya menunda kepergian saya dari rumah ini."


"Saya mengetahui bahwa Rena hamil 3 hari yang lalu mas, kek, itu sebabnya saya melarangnya untuk melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat.


Mas Adnan Please Let Me Go!"


Adnan mengeleng kuat. "Tidak Hil, tidak..kumohon jangan pergi dari ku Hil please!!"


"I want to be free from you so I can be happy".


"Aku tidak akan melepaskan mu!, tidak akan pernah!!"


"Kau bukan lagi seorang ustadz yang selama ini ku kejar, kau bukan lagi seorang ustadz yang memiliki pendirian tinggi. kau berubah mas'. kau bukanlah pria yang dulu selalu membuatku bahagia. bersama mu saat ini hanya membuatku terluka."


Tinggalkan jejak cinta untuk author ya pembaca..


happy reading ❤️🙏❤️