
Meski masih mual muntah tapi Anton bersikeras untuk pulang, Fauzan mengizinkan dengan segudang syarat yang harus dipatuhi Anton
Jika dua hari dirumah Anton tak ada perubahan maka Fauzan minta Anton di rawat inap di rumah sakit tanpa memberinya izin pulang kembali sebelum dinyatakan sehat, Anton menyangupi dengan enggan, sedangkan Hilya hanya mampu menuruti keinginan Suami nya
Sesampainya di rumah Anton tertidur bersama putri kecil mereka
Hilya tersenyum sendu, menatap kedua permata hatinya, setelah memasangkan selimut pada tubuh Anton Hilya berlalu ke dapur ingin memasak menu kesukaan Anton
Semenjak kemoterapi nafsu makan Anton turun drastis, membuat pria tampan itu terlihat lebih tirus, belum lagi wajah pucatnya yang selalu membuat Hilya khawatir
35 menit berkutat di dapur akhirnya beberapa menu sudah terhidang di meja makan
Hilya kembali masuki kamar mereka
Hilya mematung di tempatnya saat matanya menatap Anton yang sedang duduk menghadap cermin dengan memegang pisau cukur di tangannya, bahkan beberapa bagian rambut Anton telah terjatuh di lantai
" Mas??" Hilya menegur, sedang Anton hanya menatap sekilas Hilya dari cermin sembari tersenyum sesaat dan kembali melanjutkan mencukur habis rambutnya
Hilya duduk di pinggir tempat tidur, matanya awas melihat suaminya, kalo diperbolehkan ingin rasanya Hilya menangis sekencang-kencangnya
Anton terseyum setelah selesai mencukur habis rambutnya, dan berlalu kedalam kamar mandi
Sepeninggalan Anton, air mata yang sedari tadi Hilya tahan akhirnya terjatuh, Hilya terisak di tempatnya, ujian sakit yang di derita Anton membuatnya di rundung pilu, setiap harinya Hilya begitu takut terbangun tanpa kehadiran Anton, tapi setiap hari keadaan Anton juga kian menurun
Bunyi kenop pintu membuat Hilya buru-buru menghapus air matanya, tanganya cepat mengambil Vacum Cleaner dan segera menyalakan dan mulai membersihkan potongan rambut Suaminya.
"Yang!!" Anton berjalan kearah Hilya
Hilya terseyum
" Iyaaa mas??" Hilya meletakkan alat penyedot itu di sudut ruangan dan segera menghampiri Anton duduk di ranjang
Anton mengengam tangan Hilya
Hilya membalas genggaman tangan Suaminya
" Aku tidak merasa repot sama sekali mas!!! tolong jangan simpulkan sesuatu hal sendiri!!" Hilya menatap lekat wajah suaminya
" Maafkan aku Yang!! aku selalu membuat mu repot!!" Anton mengelus pipi Hilya
Hilya mengambil tangan Anton yang berada di pipinya dan menciumnya
" Besok harus beli topi biar aku gak terlihat jelek dengan rambut plontos!!" Anton meraba kepalanya
" Mas Anton pake peci terlihat jauh lebih tampan!! Hilya memeluk Anton dari samping
" Yang!!"
" Ya mas??"
" Seandainya Aku di berikan kesempatan oleh Allah untuk sembuh aku ingin kembali memiliki seorang anak, aku tak mau nantinya Khansa kesepian jika kita sudah tua!!" keinginan Anton tiba-tiba ingin kembali memiliki anak membuat hati Hilya menghangat
" IYa mas, dua Minggu lagi jika waktunya untuk suntik KB, aku tidak akan pergi, semoga Allah mengabulkan keinginan mas Anton." Hilya mengengam tangan Anton
" Kamu setuju, kembali melahirkan anak ku Yang??" tanya Anton berbinar
" Tentu mas!!" ya sudah, sekarang kita makan dulu yuk!! mumpung Khansa masih Bobo aku mau suapin mas makan!!"
" Aku bisa sendiri Yang!!"
" Tapi aku mau makan dengan sendok yang sama!!
" Ah baiklah Hilya istriku!!" Anton mengalah, yang akhirnya mendapat kecupan singkat dari Hilya di pipi kananya dan itu membuatnya terkekeh kecil