Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
157.Pertama kali



" Yang!! turunkan suhu AC aku kok jadi kepanasan gini sich !!"


Hilya segera menurunkan suhu AC seperti yang di minta sang suami.


"Yang aku kok jadi nervous sich dekat kayak gini sama kamu, aku gerogi Yang!! aku ini kenapa sich?? rasa-rasanya aku ngerasa kayak mau malam pertama untuk pertama kalinya!!"


Hilya hanya tersenyum tipis, mendengar suara suaminya yang sedari tadi mengoceh gerogi gara-gara Hilya meminta izin mandi dan bersiap sebelum mereka melepas Rindu satu sama lain


Anton mengendong putri kecil mereka sampai tertidur lelap , sembari menunggu Hilya membersihkan diri


Hilya keluar kamar mandi dengan pakaian yang hanya boleh dilihat suaminya kalo orang masa kini sebut pakaian Bupati (buka paha tinggi-tinggi) belum lagi bagian dada yang begitu terbuka membuat sang suami yang sudah lama merindu menjadi meradang terbakar gairah.


" Khansa tidur ??"


" Iya Yang!! bentar aku bawa Khansa ke box bayi oke??"


Anton segera meletakkan putri kecilnya kedalam box bayi, senyum manis terbit dibibir nya saat melihat putri kecilnya tidur dengan sesekali tersenyum.


Hilya turut terseyum melihat Anton yang begitu menyayangi Khansa, hingga tanpa sadar sepasang tangan telah melingkar di pinggang ramping nya.


" Ngelamun apa hmmm??"


"Gak ada mas' aku hanya merasa sempurna dengan adanya kalian!!"


"Yang kamu bikin aku "Turn On"


"I want you" ucap Anton parau, wajah mereka begitu dekat.


" Mee to!!" balas Hilya dengan wajah memerah karena merasa malu.


Anton terseyum melihat Hilya yang gerogi, tak jauh beda dengan dirinya sekarang, ocean nya Sedari tadi bukanlah kebohongan karena nyatanya Anton benar-benar gerogi.


Bibir Anton mencium lembut bibir Hilya, rasa manis dan bau mint itu membuat Anton memperdalam ciumannya, menikmati rasa manis jauh lebih dalam dan semakin dalam, ciuman lembut itu berujung saling menuntut, hingga suara ketukan pintu membuat mereka terpaksa mengakhiri ciuman yang memabukkan keduanya


"CK, bibir Anton mencabik kesal. astagaaa gairah seksual sudah di ujung tanduk siapaaaa pula yang menganggu. runtuk Anton dalam hati.


Hilya segera berlari kearah kamar mandi, bibir Hilya bengkak akibat perbuatan Suaminya, untuk menemui seseorang saat ini keadaan nya tidak memungkinkan, tunggu beberapa saat setidaknya.


________________


Sepanjang perjalanan baik Zahfran maupun Dini hanya diam, hingga akhirnya mereka tiba di kediaman Anton dan Hilya.


Baik Zahfran maupun Dini terkejut saat ternyata Abah Anton baru juga sampai kesana, di bantu perawatnya Abah Anton turun dari mobil dan di dorong oleh sang perawat mengunakan kursi roda.


Untuk pertama kalinya Zahfran tiba-tiba saja meraih tangan Abah Anton dan mencium takzim dan di susul oleh Dini, inilah yang begitu Abah Anton bangga kan dari sifat anak-anaknya karena seburuk dan se jahatnya prilakunya dahulu baik Anton dan Dini tetap mau mencium tangannya meski itu seperti tak sampai kehati tapi setidaknya kedua anaknya masih begitu menghormati dirinya.


Namun keterkejutan justru Abah Anton rasakan saat Zahfran tiba-tiba mencium tangan nya, belum lagi tampilan Zahfran yang memakai pakaian sebuah komunitas ojek online, selama ini Zahfran selalu berpakaian ala preman dan juga tak pernah terlihat saat malam hari begini, hidupnya nongkrong dan mabuk, jauh dari tampilan Zahfran yang sekarang bahkan anting dan tindik itu tak lagi bertengger di telinga dan bibirnya, penampilan Zahfran sempat membuat Abah Anton hampir tak mengenalinya, terlebih prilakunya yang tiba-tiba mencium tangannya, Zahfran bagaikan sosok lain dan pemuda lain dihadapan Abah Anton.