
Malam datang menyapa.. matahari telah berganti menjadi bulan, seorang wanita cantik dengan hijab biru muda duduk di balkon kamar.
Semilir angin membuat hijab besarnya berkibar bak bendera, namun bibir itu justru tersenyum menerima gerakan angin yang membuat hijap itu bergelembung dan melambai-lambai.
Malam ini cuaca sedang mengandung..meski rembulan tetap bersinar namun awan gelap sedang berjalan kearah nya.
Hilya sedang menunggu sang suami pulang kerumah, wanita dengan perut yang terlihat kian buncit itu setia menunggu sang suami.
.
.
.
Sedangkan di kantor, Anton sedang kacau sekacau kacaunya, bermula dari dua bulan yang lalu dia bertemu dengan mantan istrinya yang bernama Dania.
Dania yang waktu itu sedang kacau meminta waktu Anton untuk sekedar mendengar curhatan hatinya, meski awalnya Anton menolaknya, namun karena Dania yang terus memohon akhirnya Anton menyetujui permintaan dari Dania.
Dan semenjak saat itu Anton seperti sebuah alat rekaman yang dimanfaatkan mantan istrinya untuk mendengar keluh kesahnya.
Tanpa memikirkan matang hubungan keduanya disaksikan oleh suami sah Dania, suami Dania mengira Anton dan Dania memiliki hubungan khusus, karena beberapa kali dirinya mendapati sang istri dan Anton bersama
Tepatnya pertemuan satu bulan terakhir yang hampir satu Minggu sekali Dania selalu datang menemui Anton, kebetulan papa dan mama Hilya sedang ke Sidney untuk mengecek kondisi bisnis di sana.
Itu membuat Dania tak melewatkan kesempatan untuk curhat kepada mantan suaminya.
Dan sore tadi suami sah Dania mendatangi Anton tanpa aba-aba pria itu menghajar Anton sampai babak belur.
Setelah itu melempar bukti-bukti pertemuannya 2bulan terakhir di tempat yang berbeda-beda, suami Dania yang keturunan bule itu mengancam akan memberitahu perihal ini kepada Hilya.
Sedangkan sang suami gentayangan menghantui hati Anton dengan ancamannya.
Berjam-jam Anton tidak beranjak dari kursinya, Anton takut pulang, takut ketemu sang istri, mau menjelaskan seperti apa pada Hilya.
Itulah kebodohanya.. karena kesibukan yang padat Anton tidak pernah sekalipun menceritakan tentang pertemuannya dengan mantan istrinya.
Sekarang dia baru menyesalinya setelah puluhan Poto dan rekaman cctv saat dia beberapa kali bertemu di kafe dan restoran membuatnya merasa sangat bodoh.
Terlebih lagi kamera cctv itu tidak dapat menangkap isi pembicaraan mereka, sebagian cctv itu hanya melihatkan dirinya dan Dania yang sedang nangis terisak dengan menggenggam erat tangan Anton
Kalau hanya dilihat seperti itu semua pasti mengira mereka menjalin hubungan terlarang.
Anton semakin gusar saat angin berhembus begitu kencang, tandanya seperti akan hujan deras.
Anton gelisah memikirkan sang istri, tapi juga takut bertemu kalau-kalau Hilya telah menerima foto-foto dirinya dan video dirinya dan Dania.
Dering ponsel membuat Anton keluar dari rasa takutnya, dilihat nya kontak sang istri yang memanggil, dengan perasaan campur aduk Anton mengangkat panggilan itu.
" Hallo assalamualaikum" Adnan menatap layar dihadapannya yang memperlihatkan wajah istri nya yang begitu cantik.
" Waalaikumsalam mas!! mas masih lama kah dikantor perut aku sakit banget mas! Dini lagi kerumah Umi!!".
" Yang, tunggu mas pulang sekarang...sabar Yang!! duduk Yang mas segera pulang!!."
Anton berkemas seadanya, mengunci berkas berkas penting dan mematikan laptop dan menguncinya , setelah itu bergegas pulang kerumahnya.