Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
109.Kepercayaan



Anton bergegas menuruti keinginan sang istri, berendam air hangat membuat tubuhnya rileks, namun tidak fikiranya Anton tambah kalut melihat sikap sang istri.


Disela lamunannya, Anton terkejut saat merasakan sesuatu menyentuh tumitnya.


" Capek mas!!"


" Yaaangg!!"


" Biar aku pijitin kakinya sambil berendam jauh lebih enak!!".


" Gak usah yaaang!!" mas udah mau selesai.


Hilya tak menghiraukan suaminya, tanganya masih bergerak naik turun memijit tumit hingga betis sang suami, mendapat perlakuan seperti itu Anton begitu bahagia, tapi tak dipungkiri ada ketakutan besar memenuhi hatinya.


Hampir 15 menit akhirnya Anton selesai berendam, menunggu Anton yang berpakaian Hilya menghangatkan kopi suaminya yang sudah hampir dingin.


Terlihat Anton keluar kamar dengan tampilan sederhana, namun tetap melelehkan hati banyak wanita seandainya wajah itu tidak membiru begitu.


" Yaaaaaaaaang!! ada apa?? kamu marah?? kamu udah tau semua?? kamu akan meninggalkan ku??


Yaaang!! foto-foto yang di nakas itu tidak seperti yang terlihat, iya aku salah tidak bercerita kepada mu tapi Yaaang!!!..."


"Stttttttt!!" apa sih mas??".


" Yang!! apa itu tadi foto diantar kurir atau seorang sendiri yang mengantarkan nya?? Yang, percaya sama aku , itu tidak, ahhh!! aku gak selingkuh Yaaaaaaaaang!!". jelas Anton frustasi


Hilya menatap lekat wajah suaminya, satu alisnya terangkat naik.


" Yang!! jangan tinggalkan aku please!!".


Anton merengkuh tubuh istrinya yang sedang mengandung, meletakan wajahnya di ceruk leher Hilya.


Lama Anton memeluk tubuh istrinya tapi tak mendapat balasan dari Hilya. Setelah pelukan itu mengendur Hilya berjalan acuh ke sofa sambil membawakan kopi sang suami.


Anton terseyum pedih, jangan bilang perhatian lembut istrinya ini adalah sebagai salam perpisahan dari sang istri, itu sebabnya Anton segera menemui istrinya dan memohon agar tetap tinggal dengan nya.


" Mas!! sini biar aku obatin memarnya!!"


Anton mengeleng..."aku gak Sudi jika kamu melakukan ini sebagai salam perpisahan untuk ku Yang!!".


" Apa sich mas??"


" Aku lihat koper kamu dikamar Yang!! kamu akan pergi hanya karena melihat foto-foto dan video yang diberikan oleh suami Dania Yang??"


" Bahkan aku belum melihat video nya!!."


" Terus kenapa kamu hendak pergi dari ku Yang??"


" Siapa yang pergi dari siapa masss??"


" Kamu...kamu yang akan pergi dariku iyaa kan??kamu tega pisahin aku dari putri kita yang!! kamu tidak kasian dengan ku??"


" Bukan aku yang pergi mas!! tapi KITA!! itu koper berisi baju kita dan keperluan kita. usia kandungan ku sudah cukup kuat untuk berlibur, aku menagih janji mas Anton dan papa yang menjanjikan sebuah pulau indah untuk liburanku saat usia kandungan ku sudah cukup kuat untuk perjalanan jauh!!".


"Lagian aku tidak ambil pusing foto dan video itu, aku percaya dengan suamiku seutuhnya.


mas!! aku bukan lagi remaja yang mudah terbakar api cemburu, sebagai seorang istri aku tidak merasakan gelagat atau sikap suamiku yang berubah itu sudah merupakan bukti kuat bahwa rumah tanggaku tidaklah retak."


"Mas Anton. Ketika aku ingin suamiku terjaga hatinya maka akupun selalu menjaga hatiku, aku hanya meminta kepada Allah dalam setiap sujud ku bahwa hanya kematian yang dapat memisahkan kita.


dan aku cukup tau suamiku adalah seorang pria yang setia."


Diakhir kalimat panjangnya senyum merekah terbit dibibir Hilya.