Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
123.Dendam



Dua hari berlalu setelah mendengar kabar baby Akbar sakit, Anton berangkat sendiri ke kota Bojonegoro mengendarai kendaraan darat yang memakan waktu hampir 9jam


Anton tidak membiarkan istrinya ikut bersamanya mengingat kondisi Hilya yang tengah mengandung, setibanya di rumah sakit tempat Baby Akbar dirawat Anton dapat melihat kekecewaan Adnan saat mengetahui dirinya hanya berangkat sendiri


Awalnya Adnan yang melihat kedatangan Anton begitu antusias sekali, namun setelah tau Hilya tidak ikut wajah itu kembali layu, ingin rasanya Anton melarang Adnan agar tidak terlalu berharap selalu kepada Hilya namun Anton urungkan karena Baby Akbar kembali harus mendapatkan penanganan khusus.


Semenjak Baby Akbar kembali kejang dua jari yang lalu Anton setia menemani Adnan di rumah sakit, Baby Akbar memiliki kelainan pada organ dalamnya yang masih di lakukan rangkaian tes medis


"Ton!!"


" Hmm??"


" Kita pulang kepondhok dulu!!"


" Gak usah gue ke penginapan ajah lagi Nan!!"


" Sekali ajah Ton!! biar kamu tau dimana aku tinggal ya??"


"Oke, tapi gue besok sore harus balik Nan, maaf banget gak bisa lebih lama temenin Loe.. coba bawa Baby Akbar kembali ke Bandung , setidaknya banyak yang bantu ngejagain."


" Iya setelah Baby Akbar membaik, insyaallah aku kembali."


Adnan membawa Anton pulang kepondhok bersama dirinya, mereka kembali mengingat masa-masa terdahulu saat mereka masih sesama remaja pondhok, di pondok pun Anton disambut hangat oleh para Kyai dan Gus


Waktu sudah mulai larut malam, namun suasana pondhok masih begitu ramai, para santri masih banyak yang tilawah Al-Qur'an dan ada juga yang sholawat di area masjid pesantren, lingkungan seperti ini membuat Anton terasa tentram dan damai


Namun tanpa Anton sadari, keselamatan istrinya sedang terancam, Mariani begitu murka saat kembali kerumah Reot tidak mendapati Abah Anton dan kedua putrinya


Mariani bertekad akan menghancurkan kehidupan Anton, Mariani begitu senang saat Anton pergi keluar kota tanpa sang istri


Mariani menyusun rencana untuk membuat Anton hancur sehancur hancurnya


Mariani sedikit kecewa saat Hilya tak sekalipun keluar rumah, padahal dirinya dan suami Zizi yang kini telah menjadi miliknya telah menyusun rencana indah untuk wanita yang tengah mengandung keturunan Anton.


Semenjak kepergian Anton Hilya juga tidak pernah mengunjungi Zahra, Abah dan Zizi, membuat Mariani kesal sendiri.


" Cuih .. kenapa perempuan itu begitu betah dirumah?? aku tidak mau rencana ku gagal lagi, bagaimanapun caranya, pancing wanita itu keluar sebelum anak tiri brengsek ku itu pulang." gertak Mariani pada anak buahnya.


" Kenapa tidak kita culik langsung kerumah itu bos??"


" Aku kenal siapa Anton, pasti disetiap sudut rumahnya dia memasang alat pemantau, aku tidak mau masuk penjara dengan cara konyol."


" Jadi kita musti gimana bos??"


" Kita aka........


"Waaaaaah Sepertinya hari ini kita beruntung, lihatlah akhirnya wanita itu keluar juga dari sarangnya, cepat siapkan mobil."


Hilya hari ini merasa tidak enak badan, semenjak kepergian suaminya dirinya jadi sulit tidur, sepanjang malam dia begitu gelisah, dirinya akan lebih baik saat mendapat kabar dari Anton, itupun Hilya sama sekali belum puas


Rencananya hari ini Hilya akan ke villa, melihat keluarga Anton dan juga bermalam disana, dari tadi Hilya menghubungi Anton namun ponsel Anton sedang tidak aktif