
"lLet me be here i miss you" ( biarkan aku disini, aku merindukanmu)
Berakhirnya kalimat Yuana bersamaan dengan datangnya Hilya dari arah belakang Adnan
Yuana tampak tersenyum manis, berbeda dengan Adnan yang seperti orang ketahuan mencuri, Adnan gugup
Terlebih perkataan Yuana yang berakhir dengan kalimat " aku merindukan mu" Adnan merasa kurang nyaman, dan seolah takut Hilya berfikiran macam-macam
" Mas Adnan, aku udah minta bibi untuk menyiapkan kamar untuk kalian, mas bisa mengajak Yuana untuk beristirahat"
" Hil, boleh aku minta tolong ??, untuk malam ini aku minta izin buat nitipin Yuana disini , aku akan menyiapkan keperluan nya untuk kembali ke Inggris , Nanti biar aku dan Akbar pulang ke apartemen saja!!"
Tentu saja perkataan Adnan membuat Hilya merasa bingung, Hilya merasa Adnan aneh, bukankah seharusnya kalau memang Adnan ingin pulang ke apartemen miliknya Adnan bisa membawa serta baby Akbar dan juga Yuana bersama, toh mereka suami istri untuk apa bermalam terpisah, Lagian Hilya tadi sempat mendengar bahwa Yuana merindukan Adnan, harusnya Adnan senang donk, udah hampir dua Minggu Adnan disini tanpa kehadiran istri nya, sebagai pasangan wajar kan mereka saling melepas rindu, tapi nyatanya pemikiran Hilya tak bisa ia ungkapkan
" Boleh mas, tidak apa-apa!! tapi kalo boleh tau kenapa mas harus pulang ke apartemen?? kenapa tidak bermalam disini saja bersama dengan Yuana??"
Tanya Hilya bingung, dengan melihat bergantian antara Adnan dan Yuana
Mata Adnan melebar dengan pertanyaan Hilya, sedang Yuana yang tak mengerti apa yang dibicarakan Adnan dan Hilya hanya mengerjab bingung saat Hilya tampak mengamatinya
" Hil kami bukan muhrim bagaimana aku bisa bermalam bersama Yuana??"
Kini giliran mata Hilya yang terbelalak lebar
" Ta tapi kata Papa waktu itu mas sudah menikah!! lantas kalau bukan Yuana, siapa wanita yang menjadi istri mas Adnan?? dan dimana istri mas sekarang??"
" Aku belum menikah Hil!! Yuana sekretaris pribadi ku di Inggris, dan masalah Papa yang berkata aku sudah menikah aku tidak tau!!"
Jawab Adnan yang mendapatkan pertanyaan beruntun dari Hilya
Mendengar jawaban Adnan, Hilya menatap Yuana dengan rasa khawatirnya
" mas!! terus mengapa Yuana sampai menyusul mu ke Indonesia?? ada masalah kah dengan pekerjaan mas di Inggris??"
" Dia, dia suka ngelakuin hal semau nya sendiri Hil, katanya dia khawatir dengan kondisi ku, trus barusan dia bilang merindukan ku!!" ucap Adnan dengan mengacak acak rambutnya
Tiba-tiba Hilya tergelak kecil, senyum geli terbit di bibirnya
" Jangan bilang Yuana melakukan hal yang sama seperti yang dulu ku lakukan mas, mengejar cinta yang hanya sepihak, Ckckck, semoga nantinya mas bisa membalas perasaan nya."
" Yuana beautiful and adorable!!" tambah Hilya dengan bahasa yang di mengerti oleh Yuana.
Sedangkan Adnan yang ingin menjawab ucapan Hilya, urung dilakukan karena Hilya yang mengajak Yuana beristirahat, akhirnya Adnan membiarkan Hilya pergi bersama Yuana
_-_-_-_-_-_-_-_-_
Hilya mengajak Yuana ke kamar untuk Yuana Segera beristirahat
" Kak Hilya aku turut berduka atas tiadanya Suami mu, semoga Tuhan memberkati nya !!" ucap Yuana dengan bahasa nya
Hilya mengucapkan terima kasih dan tersenyum tulus
" Selamat beristirahat Yuana!!"
" Terimakasih Kak!!"
Setelah pintu kamar Yuana tertutup Hilya melihat Akbar yang sedang bermain di ruang tengah bersama Umi Anton
" Umi!!" Hilya menghampiri Umi Anton
" Nak!! kamu belum beristirahat?? apa tamu Adnan bermalam di sini??"
" IYa Umi!! maaf Adnan bikin repot!!" Adnan muncul dari pintu
" Tidak apa-apa Nan, Umi bingung tidak bisa ikut nimbrung, karena Umi gak ngerti bahasanya"
" Tidak apa-apa Umi, udah di izinkan bermalam di sini saja Adnan sudah berterimakasih dan juga bersyukur... Umi beristirahat saja !! biar Akbar sama saya ya!!"
" Ah iya nan, kalau gitu Umi tinggal ya'!! sayang Umi istirahat dulu ya!!" tangan Umi Anton mengelus kepala Hilya yang tertutup hijab
" IYa Umi!!"
Hening beberapa saat hanya terdengar suara Akbar yang mengoceh dengan bahasa bayinya
" Hil!!"
" IYa mas'??" Hilya mengalihkan perhatian nya dari Akbar dan menatap Adnan
" Apa yang pernah kamu dengar tentang diriku dari Papa??"