Marry Me Ustadz

Marry Me Ustadz
21.Kecewa



Pesta berlangsung sangat lama, sepanjang pesta Adnan terus menahan amarahnya.


Adnan sangat tidak nyaman dengan rekan bisnis papa Hilary yang terang terangan mengungkapkan rasa tertariknya pada Hilary, bahkan banyak yang memandang Adnan tidak sepadan dengan Hilary.


Resepsi yang dihadiri ribuan tamu itu ,membuat kedua pengantin merasa kelelahan, Namun senyuman keduanya tak surut.


Meski yang sebenarnya Adnan benar banar menahan geram dihatinya, Namun Adnan tetap memaksakan bibirnya agar tetap melengkung, demi menghargai sang mertua.


Waktu menunjukkan pukul 23.30 pesta telah usai 30 menit yang lalu, Hilary masih berbincang bersama teman dan keluarga dari jauh yang menginap malam' ini.


Sedangkan Adnan sudah berada didalam kamar pengantin mereka, Adnan menunggu istrinya yang belum ada tanda-tanda akan memasuki kamar, rasa lelah yang mendera membuatnya sulit menahan kantuk, dengan berat hati Adnan membaringkan tubuhnya di ranjang pengantin dan tidak menunggu Hilary masuk kamar.


Pukul 00:00, Hilary baru memasuki kamarnya bersama Adnan, wajah lelah Hilary tidak dapat ditutupi meski polesan meke up masih menghiasi wajahnya.


Hilary melangkahkan kakinya menapaki kamar, melepas hak tingginya yang membuat sebagian tumit dan kelingkingnya lecet.


Hilary membuang nafasnya dengan kasar, meski lelah namun Hilary bersyukur acaranya berjalan dengan lancar, senyum dibibir Hilary merekah menatap pria tampan yang berbaring diatas ranjang.


Hilary duduk dimeja rias menghapus semua sisa mek up dan melangkah menuju kamar mandi, Hilary menyalakan shower air hangat , membersihkan diri dari keringat dan lelahnya.


30 menit kemudian, Hilary telah selesai membersihkan diri , memakai baju Night dress , diatas lutut, tanpa lengan, menyisir rambutnya dan mendekati ranjangnya.


Hilary memandang pria yang kini telah menjadi suaminya itu, dengkuran halus dari Adnan menandakan suaminya kini telah berlayar dipulau mimpi.


Hilary menyalakan AC, kemudian menarik selimut untuk dirinya dan Adnan, menyamankan posisi dengan menarik lengan Adnan yang Ia kenakan sebagai bantal tidurnya.


Mungkin karena lelah Adnan sama sekali tidak terusik dengan perlakuan Hilary padanya.


Hilary menengelamkan kepalanya di ceruk leher suaminya, menghirup aroma khas sang suami, hingga perlahan kedua matanya ikut terpejam rapat.


Suara azan, menyadarkan Adnan dari tidur lelapnya, kelopak matanya terbuka perlahan, pandanganya langsung tertuju kepada Hilary yang tertidur lelap diatas tanganya,.


Adnan menatap perutnya yang dipeluk oleh wanita cantik yang berada didepannya, mencoba mengumpulkan ingatanya tentang semalam.


Helaan nafas panjang Adnan hembusan mengingat malam pertama mereka, terlewatkan begitu saja, kenapa semalam Adnan begitu mengantuk, padahal biasanya Adnan di pondok sanggup bergadang hingga pagi.


Namun semalam, saat waktu yang sangat penting untuknya justru ia lewatkan hanya karena ketiduran, rasanya Adnan begitu kecewa dengan dirinya sendiri.


Adnan menyibak selimut yang Ia kenakan bersama dengan sang istri, wajah Adnan memerah , menatap kaki jenjang Hilary yang bertengger di pahanya..


kaki jenjang putih mulus, bahkan paha Hilary terlihat karena baju tidur Hilary tersingkap, Adnan menelan ludahnya gugup.


Tidak mau terpaku, Adnan menggoyangkan tangan Hilary yang berada di perutnya, perlahan kedua mata Hilary pun terbuka.


Senyum manis tersungging di bibir wanita cantik itu, membuat Adnan terkesima, tangan Hilary terulur untuk mengelus pipi sang suami.


Mendapat perlakuan itu Adnan gerogi bukan main, bahkan adik kecilnya sepertinya ikut terbangun, gugup Adnan menangkap tangan sang istri.


"Su sudah masuk waktu sholat subuh, Ayuk kita bangun."


Hilary mengangguk dan menggeliat, sebelum mendudukkan tubuhnya, Dengan pelan, wanita cantik itu turun dari ranjang dan menuju kamar mandi.


Namun tidak dengan Adnan sendiri, Ia justru terpaku menatap tampilan istrinya itu, SANGAT seksi dan menggoda, bahkan adik kecilnya telah ter bangun dan ingin di perhatikan, Namun ia sadar kewajiban harus segera terlaksana sebelum terlewatkan waktunya.