
Dokter laura memandu aira untuk melahirkan di tengah kondisi genting dan tak terduga ini, bagaimana tidak? Akhirnya aira melahirkan dengan cara live seperti ini, di depan banyak orang yang sedang megelilinginya dan memberikan pencahayaan yang cukup banyak untuk aira agar bisa melahirkan dengan lancar
Riska yang sedari tadi kebingungan menatap raut cemas wajah suaminya itu pun datang menghampiri suaminya yang sedang fokus menatap layar komputer di depan meja kerjanya
“emang aira melahirkannya sulit banget ya mas sampai….” Ucapan riska menggantung saat melihat layar computer yang terpampang aira sedang melahirkan di suatu tempat yang bukan rumah sakit dan di kelilingi oleh banyak pria yang membuat penerangan menggunakan ponsel dan mata tertutup
“itu dimana mas?” Tanya riska mulai paham kenapa suaminya begitu panik padahal bukan istrinya yang akan melahirkan
“itu di daerah pinggiran jawa barat, lokasi pastinya mas gak tahu” balas dokter ken sekenanya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer
Riska mengerutkan keningnya “kok bisa aira di sana mas?” Tanya riska
“dia habis di culik sama orang dendam sama dylan dan di saat ferdy sudah bisa melumpuhkan penculiknya eh malah air ketuban aira sudah pecah, karena disitu jauh dari pemukiman apalagi rumah sakit jadi terpaksa aira melahirkan di sana, dan begitulah akhirnya” ucap dokter ken menunjuk aira yang berada di layar computer miliknya
Riska menutup mulutnya tak percaya “ya ampun aira, kasihan banget harus melahirkan dengan kondisi seperti itu, Semoga gak terjadi apa-apa sama aira ya mas” ucap riska berdoa dari dalam hatinya
“semoga sayang, mas sudah suruh tenaga medis di rumah sakit mas untuk segera kesana dan membawa peralatan yang sekiranya dibutuhkan untuk menangani aira dan kedua anak yang akan di lahirkan nantinya" balas dokter ken
Riska mengusap perutnya melihat aira yang terus mengatur nafas sesuai arahan dokter “ ya ampun sebegitunya perjuangan seorang untuk melahirkan” gumam riska begitu gugup melihat aira yang sedang mengikuti arahan dokter untuk mengatur nafas
Dokter ken melirik riska dan mengusap perut riska yang masih rata karena Riska masih hamil trisemester pertama “mas akan selalu ada di samping kamu dan memastikan kamu bisa melahirkan dengan lancar sayang” ucap dokter ken mengecup lembut perut riska
Riska mengusap kepala dokter ken “iya mas, aku tahu mas pasti akan jaga riska dengan baik” balas riska sangat percaya dengan suaminya yang akan memastikan keselamatannya
***
Semua orang yang awalnya berniat akan melakukan baku hantam malah nyatanya harus menjadi tim pendukung prosesi kelahiran anak keturunan mahardika tapi jantung mereka tetap saja berpacu dengan sangat cepat tak kalah saat mereka akan baku hantam karena ketakutannya yang akan menyambut kelahiran bayi-bayi mungil yang akan segera launching sebentar lagi
“ya ampun, sengeri inikah melahirkan? Untung aku bukan perempuan” gumam prastyo mengusap dadanya yang terus berdetak kencang saat mendengar suara rintihan aira yang kesakitan dan terus menangis dan di tenangkan dylan
dylan yang sedang dilanda kegugupan mendengar ucapan prastyo jadi kesal sendiri “diam kamu tyo, gak tahu apa aku sudah gemetaran ini, aku berusaha sekuat tenaga untuk gak pingsan tahu” ucap dylan kesal sambil mengusap kening istrinya yang terus mengalir keringat
“kamu harus kuat dylan, kan Cuma kamu yang bisa bantu istri kamu sekarang, kita kan gak boleh buka mata sama kamu jadi gak bisa bantu banyak” ucap prastyo menguatkan dylan, ya lebih terkesan mengejek sih ketimbang menguatkan
“iya, aku juga tahu” kesal dylan
dylan menatap aira yang sedang bertaruh antara hidup dan mati untuk melahirkan anak-anaknya “yang kuat ya sayang, demi anak kita” ucap dylan menguatkan aira
“sakit bang” keluh aira
“sabar ya sayang” ucap dylan terus menguatkan istrinya padahal dirinya sendiri sudah gemetaran dari tadi
2 jam berlalu tapi petugas medis masih belum sampai di lokasi membuat dylan makin kalang kabut karena aira yang mulai kelelahan
“kuat ya sayang jangan tidur ” pinta dylan menangis, ya sedari tadi dylan sudah menangis melihat istrinya yang kesakitan
"huuuuuuhhhh akkkkhhhhh" aira mendorong dengan sisa tenaganya
“oek oek oek” terdengar suara tangis bayi, membuat dylan bernafas lega dan tersenyum bahagia
“ya ampun putri kita lahir sayang “ ucap dylan mengangkat tubuh putri kecilnya yang masih berlumuran darah
“aira pengen lihat bang” pinta aira
“iya sayang” balas dylan tiba-tiba tersadar akan sesuatu “ini gimana sayang, kan masih ada tali pusarnya, gak ngerti gimana potongnya” ucap dylan mulai gugup dan panik dalam satu waktu saat melihat anaknya yang masih berlumuran darah dan masih ada tali pusar
“aduh bang, aira mules lagi” ucap aira yang mulai merasakan perutnya kembali melilit karena bayi keduanya akan segera lahir
“aduh, duh gimana ini?” Dylan malah makin bingung sendiri untuk harus apa
“tenang dylan, kamu masih megang anak kamu itu” ucap dokter ken mengingatkan dylan agar tetap tenang karena dylan masih memegang bayi di tangannya
Terdengar suara sirine yang makin mendekat membuat dylan sedikit merasa lega “itu bantuan sudah datang sayang” ucap dylan penuh semangat
Para petugas berlarian masuk mengambil alih tugas dylan dan mengurus anak dylan yang akan segera lahir
“oek oek oek “ terdengar suara tangis bayi lagi
“selamat pak anak anda laki-laki” ucap dokter yang membantu proses aira melahirkan
“anak kita sepasang sayang” ucap dylan begitu berbahagia
“kami bersihkan anak anda dulu, dan menjahit luka ibu aira ya pak” ucap dokter
Aira dan kedua anaknya di tangani petugas medis rumah sakit dokter ken
Semua orang yang sedari tadi menutup mata, sekarang membuka mata dan terjatuh lemas
“gila! Gila! Gila! Baru kali ini aku menjalankan operasi paling mendebarkan dan membuatku jatuh lemas padahal tak berdarah “ gumam ferdy yang meluapkan apa yang ia tahan sedari tadi
Prastyo menepuk bahu ferdy “sama aku juga baru kali ini, ikut hal yang mendebarkan seperti ini, ngalahin saat sedang bercinta di jalan dan sedang banyak orang” gumam prastyo menyamakan kondisi aira dengan saat ia sedang bercinta
Mata ferdy langsung memicing melihat arah tangan prastyo yang sedang berada di bahunya “eitss” ferdy langsung menyingkir sejauh mungkin “jangan terlalu dekat ya, saya masih normal dan gak suka batangan” ucap
ferdy merasa ngeri dengan prastyo karena dirinya tahu betul cerita prastyo yang sering bergonta ganti pasangan pria
Prastyo mengumpat kesal “kurang ajar kau! Gak suka juga aku sama orang kaya kamu!” balas prastyo kesal karena merasa di ejek ferdy karena dirinya yang penyuka sejenis
“yakan anda penyuka batangan jadi harus jaga jarak karena saya masih sunga bunga yang cantik” ucap ferdy yang tak mau menutupi ketakutan kalau prastyo sampai menyukai dirinya