Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Ayo lulus bareng



***


Sita menemani mertuanya untuk periksa rutin ke rumah sakit


“gimana dok, keadaan daddy saya?” Tanya sita pada dokter yang menangani daddy Nicole


“sejauh ini masih baik, tapi keadan tuan Nicole seperti bom waktu, jika kena guncangan sedikit jantungnya mungkin langsung tak kuat” balas dokter Alfred melirik daddy nicole yang masih terbaring di ranjang


“terus gimana dok?” Tanya sita khawatir dengan kondisi ayah mertuanya


dokter Alfred menghela nafas panjang “untuk saat ini kita hanya bisa jaga keadaanya tetap stabil, karena operasi sudah tak mungkin, karena penyakit diabetesnya sudah cukup lama dan membuat kerja organ tuan Nicole melemah” balas dokter Alfred


“baik dok, saya akan menjaga pola makan dan pikiran ayah saya” balas sita


sita mengirim pesan untuk mengabari keadaan daddy nicole pada prastyo


Setelah memeriksakan keadaan sang ayah mertua, sita mendorong daddy Nicole keluar ruang periksa dokter “daddy mau pulang atau, mau kemana dulu?” Tanya sita


“daddy pengen ngobrol sama temen daddy dulu boleh, kebetulan dia direktur rumah sakit ini” ucap daddy Nicole


“tentu saja boleh dad, sita antar ke sana ya” sita membawa daddy nicole ke ruangan direktur rumah sakit tempat daddy nicole menjalani pengobatan


Sita mengetuk pintu ruangan bertuliskan direktur rumah sakit dan di persilahkan masuk


“ hei bram” sapa daddy Nicole saat sita mendorong kursi roda daddy nicole


dokter bram mendongak tersenyum melihat sahabatnya “Nicole” ucap dokter  bram memeluk Nicole erat


“bagaimana kabarmu?” Tanya dokter bram


“ya begini lah” balas daddy Nicole menunjuk dirinya yang duduk di kursi roda


wajah dokter bram sendu “ah aku sempat dengar dare Alfred anak buahku kalau kau sakit, aku gak nyangka beneran kamu yang jadi pasiennya ” seru dokter  bram


“ya namanya sudah tua” sahut daddy Nicole terkekeh


Bram melirik ke arah sita “dia putrimu? Bukannya anakmu laki-laki?” Tanya bram yang tahunya daddy nicole memiliki seorang anak pria


“dia menantuku” balas daddy Nicole memperkenalkan sita pada bram


"wah, tyo punya istri yang masih muda ternyata" dokter bram tersenyum menyalami sita ramah


“kau sudah menikah?” Tanya seorang pria yang sedari tadi diam mengamati sita dan daddy Nicole dari pertama masuk


Sita menoleh ke arah sumber suara “kak Vino” tunjuk sita


Vino tersenyum paksa “iya aku vino, sahabatmu sewaktu di Australia” balas vino


“apa kabar kak” ucap sita menjabat tangan vino


“kabarku baik, kamu kapan nikah?” vino membalas jabatan tangan sita


“2 tahun lalu kak” balas sita


“gak nyangka 8 tahun gak ketemu sekaran kamu sudah menikah saja” balas vino


“ya namanya sudah jodoh” balas sita


Vino sebenarnya masih ingin lama ngobrol dengan sita tapi tugasnya sebagai dokter sudah memanggil sedari tadi agar vino bisa menunaikan tugasnya


***


Sita mendorong kursi roda ayah mertuanya keluar gedung rumah sakit


“tadi siapa nak, daddy belum sempat Tanya” Tanya daddy Nicole


“itu teman sita waktu tinggal di Australia” balas sita


“kamu dekat dengannya?” Tanya daddy Nicole


“dulu lumayan dekat dad, tapi semenjak sita tinggal di Indonesia kami tidak pernah komunikasi lagi, baru ketemu sekarang” balas sita dengan jujur


“tatapan anak itu berbeda denganmu, jaga jarak dengannya ya, takut suamimu hilang control kalau cemburu” pinta daddy Nicole pelan


“maaf sita, bukan maksud daddy ikut campur tapi daddy tahu betul sifat anak daddy walaupun dia banyak berubah bukan berarti sifat alaminya hilang begitu saja , apalagi saat cemburu. Saat cemburu kadang orang bisa kehilangan akal sehatnya” jelas daddy Nicole


“masa kak vino suka sama sita sih dad, kayanya gak mungkin deh” ucap sita merasa tak mungkin menyukai


“jaga-jaga saja” balas daddy Nicole


“iya dad, sita akan ingat pesan daddy” balas sita


***


Tak terasa kini zaskia dan viko sudah kuliah tahun ketiga, mereka sudah mulai di sibukkan dengan tugas akhir mereka yaitu skripsi


“zaskia, gimana bimbingan kamu lancar?” Tanya rio yang sedang memperhatikan kedua sahabatnya serius dengan laptop mereka masing-masing


“lancar” balas zaskia tetap asyik dengan papan keyboardnya


“kamu gimana viko?” Tanya Rio lagi


“baik, malah aku sudah dapat rekomendasi untuk lanjut S2 di Inggris” balas viko yang memang akan melanjutkan pendidikan di Inggris


“kamu mau nemenin adikmu di sana apa?” Tanya zaskia menghentikan aktivitasnya


“ya enggak lah, dia kan di asrama ngapain juga aku temenin, aku mah memang pengen kuliah di sana” balas viko yang juga menghentikan aktivitasnya


“bantu aku napa? Dosenku bikin aku stress” keluh Rio pada kedua sahabatnya


viko dan zaskia tentu saja tahu keluh kesah sahabatnya tentang dosen pembimbing killer yang di dapat Rio “ya sudah kita bantu” balas viko menggeser duduknya dan mulai melihat skripsi Rio untuk memberikan masukan pada sahabatnya


Viko dan zaskia memberi banyak masukan untuk Rio agar skripsi Rio bisa di setujui oleh dosen pembimbingnya


“eh, jam bimbinganku sudah tiba, pergi dulu ya” pamit viko membawa buku serta laptopnya


zaskia mendongak ke arah viko “iya, setengah jam lagi aku juga ada janji bimbingan” sahut zaskia


“semangat ya kalian, semoga aku bisa mengejar ketetinggalanku dan kita bisa lulus bareng” ucap Rio semangat


“amiiiin” sahut zaskia dan viko bersamaan


Viko berjalan ke arah ruang dosen pembimbingnya dan melakukan bimbingan skripsinya


“skripsimu sudah bagus viko, tinggal lengkapin data-data yang sudah bapak lingkarin di skripsimu, nanti kalau sudah tidak ada kesalahan kamu bisa langsung daftar ujian skripsi” ucap pak Beno dosen pembimbing viko


“iya pak, nanti akan saya lengkapi dan serahkan pada bapak” balas viko tersenyum kea rah dosennya


“urusan keperluan kuliahmu di Inggris sudah beres?” Tanya pak beno


“sudah pak, tinggal selesain urusan skripsi viko saja pak” balas viko


“bagus” ucap pak beno menepuk bahu viko


Viko berjalan keluar ruangan pak beno, viko berjalan santai dengan menenteng buku-buku miliknya


“viko” panggil seorang wanita


Viko memutar bola matanya malas mengetahui siapa yang memanggilnya hanya dari suaranya saja “ males banget sih” gumam viko lirih


Viko menoleh ke belakang  dengan berat hati “ada apa?” Tanya viko ketus


“kok ketus gitu sih?” Tanya revina dengan mulut di majukan beberapa senti berusaha semenarik mungkin


“langung saja ada apa? Aku lagi banyak urusan” kesal viko


“pengen ajak makan bareng” ucap revina


“gak ada waktu” balas viko bergegas berbalik untuk melanjutkan rencana kegiatannya


Revina berlari mengejar viko “ kok gitu banget sih ko jawabnya” Tanya revina


“aku tuh lagi banyak kerjaan ngurus skripsiku, jadi gak ada waktu nemenin kamu” balas viko datar


Viko berjalan cepat meninggalkan revina membuat revina berkali-kali menghela nafas panjang