Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
bersama



"besok aku akan menjemputmu untuk ke kampus bersama " ucap razi bergegas pergi tanpa berbalik


aira tersenyum mendengar ucapan razi, aira mengamati punggung razi yang makin menjauh, aira sedikit maju ke teras rumahnya agar sedikit terkena hujan


aira merentangkan tangannya tersenyum sambil memejamkan matanya " karena kau (hujan) aku bisa dekat lagi dengannya" gumam aira mengingat awal pertemuannya adalah saat hujan sedang turun


keesokan harinya aira mendengar bunyi alarm yang tiada henti. aira langsung terkejut melihat jamnya " jam 8, telat aku! " teriak aira berlari ke kamar mandi sambil membawa baju gantinya


setelah selesai bersiap aira membuat sarapan dengan gesit. ia memakan sandwich yang ia buat sambil berjalan karena sudah kesiangan


aira memakai sepatu kets berwarna putih miliknya sambil tetap mengunyah Sandwich nya, saat sandwich itu tinggal sedikit aira langsung melahap nya dan membuka pintu rumahnya


"huk uhuk uhuk" aira begitu terkejut dengan orang dihadapannya membuat ia tersedak karena ia menelan begitu cepat bercampur terkejut


melihat aira tersedak razi turun dari sepeda nya lalu mengambil minuman miliknya membukakan tutup minumnya dan memberikan pada aira "minum" ucap razi menawarkan minuman miliknya


aira langsung meminumnya dengan cepat " kakak disini? " tanya aira setelah selesai minum dan dan mengembalikan botolnya pada razi


"kamu lupa apa yang aku bilang kemarin? " tanya razi


"tidak sih, tapi aku berfikir kakak cuma bercanda padaku abis kakak langsung pergi gitu aja" jawab aira


" sudah ayo naik" ajak razi menunjuk tempat duduk penumpang di sepedanya


"ah iya" balas aira langsung duduk di tempat yang di tunjuk razi


"berpegangan lah, nanti kau bisa terjatuh" ucap razi menunjuk pinggangnya


aira pun berpegangan pada pinggang razi. razi pun tersenyum simpul melihat itu "kau kesiangan? " tanya razi membuka obrolan


"hehehe iya kak, aira terlalu asyik nonton drama sampai lupa kalau sudah mau pagi" balas aira


"lain kali kurangi menonton drama agar kau tak kesiangan " ucap razi


"iya Kak " balas aira


tak sampai 10 menit bersepeda mereka sampai depan gedung perkuliahan aira " nah sudah sampai, belajar yang benar ya" ucap razi mengelus kepala aira lalu bergegas pergi


aira memegang kepalanya lalu tersenyum dan masuk gedung kuliahnya


tanpa aira sadari ada seorang pria yang mengepalkan tangannya erat karena melihat interaksi aira dan razi lalu bergegas meninggalkan kampus aira dengan wajah kesalnya


hari ini aira selesai kuliah jam 3 sore. aira selesai menjalani kelas terakhir dan ia sangat lelah lalu meregangkan tubuhnya karena badannya yang merasa pegal "ah lelah sekali hari ini" gumam aira


razi tersenyum melihat tingkah aira " apa kau sudah selesai kuliah? " tanya razi


aira terkejut mendengar suara yang ia kenal " ah kakak disini" ucap aira tersenyum


"iya, urusanku sudah selesai jadi aku menjemputmu pulang" balas razi


" lah sepeda kakak dimana? " tanya aira melihat sepeda razi yang tak ada


" tadi temanku meminjamnya , aku meminjamkannya karena ingin lebih lama berbicara denganmu" balas razi tersenyum


" bicara denganku? bicara apa? " tanya aira


"ah hanya ingin bicara saja, boleh kan? " balas razi gugup


"tentu saja boleh" balas aira tersenyum


entah kenapa senyum aira membawa ketenangan di hati razi, ia memandangi aira sepanjang jalan tanpa aira sadari


mereka berjalan dengan cukup santai menikmati pemandangan kampus mereka yang begitu indah dan asri.


aira dan razi kembali melewati pohon bunga bungur yang berjejer dengan rapih dan masih berbunga dengan indahnya


" tentu saja" balas razi memegang tangan aira, sedangkan aira berjalan di atas bangku yang ada di sepanjang jalan


jantung razi berdegup dengan kencang tapi ia coba menutupi itu agar tak terlihat oleh aira


aira kembali menutup matanya menikmati hembusan angin dan bunga-bunga yang berguguran. razi memandangnya dengan takjub karena aira yang terlihat sangat cantik saat hembusan angin menerpa rambut dan wajahnya "cantik" batin razi memandangi aira


"apa kau sangat suka menikmati bunga dengan cara seperti ini? " tanya razi


aira membuka matanya menatap razi masih sambil berjalan dan tanpa melepas tangannya dari razi" iya aku sangat suka saat bunga itu menerpa wajahku. kok kakak tahu itu? " balas aira tersenyum


"aku pernah sekali melihatmu saat duduk dengan mata terpejam menikmati bunga-bunga berjatuhan" balas razi


ada bunga yang jatuh tepat mengenai wajah aira, aira berniat mengambil dengan satu tangannya tapi ia merasa kesulitan dan berniat melepaskan satu tangannya tapi razi menahannya lalu menarik aira mendekat dan mengambil bunga itu dan meniupnya


aira begitu terpaku dengan perlakuan razi. melihat aira yang terdiam razi mendekatkan wajahnya dan " cup" razi mencium kilas bibir aira. aira pun membelalakkan matanya lebar


razi tersadar akan perbuatannya "maafkan aku tidak sopan. tapi aku jatuh cinta padamu cukup lama tapi aku terlalu takut berhadapan dengan mu tapi kali ini aku tak sanggup menahannya. jadilah kekasihku" pinta razi mengutarakan perasaannya pada aira


pipi aira bersemu merah mendengar setiap ucapan razi "apa kak? " tanya aira


"jadilah kekasihku. aku tahu aku bukan orang yang romantis jadi aku tak sanggup membuat suasana romantis untukmu" ucap razi


aira sangat senang " mau, aira mau jadi kekasih kakak" balas aira


razi begitu terkejut " kau langsung menerimanya? semudah itu? " tanya razi heran dengan aira yang langsung setuju


aira berjalan mundur agar tetap bertatapan dengan razi " iya, karena aku juga sudah lama menyukai kakak" balas aira tersenyum lalu kembali berbalik dan berjalan biasa


razi berlari mengejar aira, menariknya dan memegang kedua pipi aira dengan kedua tangannya. razi kembali mencium bibir aira dengan cukup lama


kini aira dan razi resmi berpacaran tapi baru 1 minggu mereka berpacaran mereka harus menjalin hubungan jarak jauh karena razi yang sudah diterima bekerja di firma hukum kota asalnya


razi tak henti nya menghubungi aira sekedar menanyakan keberadaan dan sedang apa? setiap harinya


"pacar kamu itu nelpon yang ke berapa hari ini? " tanya karina sinis


"ke berapa ya? entahlah" balas aira


" emang dia nyantai ya kerjanya sampai nelpon kamu berkali kali setiap hari" tanya karina


" kayanya sih sibuk" balas aira


" ra kamu tuh gak cocok tau sama dia, liat kamu sekarang" ucap karina memutar tubuh aira melihat penampilan aira yang banyak berubah


" 1 bulan berpacaran dengannya seberapa banyak dia merubah mu. bahkan kau tak boleh bermain dengan teman temanmu walaupun itu perempuan. padaku saja dia bisa marah" ucap karina kesal karena pernah mendapati amarah razi karena bermain ke mall bersama padahal itu masih sore


" dia hanya takut perhatianku terbagi" balas aira membela razi


"kamu tuh emang bodoh ra, kelewat bodoh sampai gak liat lelaki gak ada akhlak kaya gitu" ucap karina kesal


aira memeluk karina erat " maafin pacar aku ya" pinta aira


" ah sudah lah" ucap karina bergegas pergi


karina bukan marah pada aira, tapi ia kesal dengan razi yang terlalu mengatur hidup aira dari hal yang sederhana sampai yang penting dan bodohnya aira tetap menurutinya


***


tak terasa 3 tahun mereka menjalin hubungan, dan memutuskan untuk menikah. keluarga aira tak ada yang menyukai razi sama sekali karena sikap razi yang angkuh dan selalu mengatur aira ini dan itu


awalnya keluarga aira kekeh tak menerima razi tapi aira tak henti meminta restu pada keluarganya. berkat kegigihan aira akhirnya keluarga aira memberi restu untuk menikah