Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Honeymoon



2 jam perjalanan, sita dan prastyo sampai di tempat honeymoon mereka “ om capek” keluh sita bergelanjut manja pada prastyo


“ya sudah istirahat saja dulu” ucap prastyo menggandeng sita masuk ke kamar yang akan di tempati mereka selama honeymoon


“tapi ini kan malam pertama kita” balas sita tak enak pada prastyo yang tidur padahal kali ini adalah malam pertama mereka sebagai pasangan


prastyo mengusap tangan sita lembut “bisa lanjut besok lagi sayang, om tahu kamu pasti capek banget seharian sibuk, juga perjalanan kita kesini kan cukup memakan waktu” ucap prastyo


“ya sudah, sita mandi dulu terus tidur ya om” ucap sita berjalan menuju ke kamar mandi


“iya sayang, om tata bawaan kita dulu ya” ucap prastyo menata pakaian bawaannya di dalam lemari kamar yang mereka tempati


Setelah rapih, prastyo mengambil handuk dan menunggu sita selesai mandi


“ceklek” sita keluar dari kamar mandi prastyo pun beranjak dari duduknya untuk masuk kamar mandi


“om mandi dulu ya” ucap prastyo saat berpapasan dengan sita yang keluar kamar mandi


“iya om, sita langsung tidur gak papa kan?” Tanya sita yang sudah merasa sangat mengantuk


“iya sayang, gak papa” balas prastyo mengerti istrinya sudah sangat lelah


Prastyo membersihkan dirinya sembari berendam air hangat untuk merelaksasi tubuhnya yang juga lelah


seharian karena mengurus  pesta pernikahannya


“ceklek” prastyo membuka pintu kamar mandi sambil mengusap kepalanya yang basah karena keramas tadi


“hemm, istriku tidur pulas banget” gumam prastyo  melirik sita yang tertidur pulas seperti bayi


Prastyo menyimpan handuk basahnya di dalam kamar mandi, menghampiri istrinya yang tertidur dan duduk di tepi ranjang “sekarang kau istriku” gumam prastyo membelai pipi sita yang merasa tak terganggu sama sekali


“terima kasih sudah hadir dalam hidupku, dan mencintaiku dengan sangat besar” gumam prastyo memandangi wajah sita


Prastyo merebahkan tubuhnya menyamping menghadap sita, memandangi wajah ayu istrinya dengan terus tersenyum “aku sangat mencintaimu istriku” gumam prastyo mengecup kening sita cukup lama


“eugggh” sita menggeliat karena ada yang mengusik tidurnya membuat prastyo diam mematung tapi sita kembali tertidur lagi


“capek banget ternyata” prastyo menahan dagunya dengan kedua tangan untuk memandangi sita tertidur


Ya harapan di hari pertama menikah dengan sita, prastyo inginkan adalah memandangi wajah sang istri saat tertidur


“tik tok tik tok” bunyi jam dinding yang terdengar cukup keras karena suasana malam yang hening, tak


membuat mata prastyo lelah menatap wajah sita yang tertidur pulas


“eughhhh” sita menggeliat meregangkan otot tubuhnya dan membuka mata


“ah” sita mengusap dadanya terkejut karena ada wajah pria di hadapannya


“astaga om, bikin kaget saja” ucap sita terkejut saat membuka mata langsung hadir wajah prastyo


“kenapa?” Tanya prastyo tersenyum ke arah sita


Sita terkekeh dengan keterkejutannya  “sita lupa kalau kita sudah nikah ya om, jadi kita tidur bareng” ucap sita baru menyadari dia sudah jadi seorang istri


“ya istriku, ada suamimu yang menemanimu tidur”sahut prastyo


Sita mengerutkan keningnya “ baru bangun tidur, tapi muka om masih kelihatan seger kaya gak abis tidur,  om gak tidur?” Tanya sita melirik jam dinding “ini jam 3 pagi loh om” ucap sita


Sita mencubit pinggang prastyo “apaan sih om” ucap sita merasa malu karena ia tidur di pandangi sang suami


“cup” prastyo mengecup benda kenyal berwarna merah muda milik sita sekilas “sudah puas tidurnya ratuku?’ Tanya prastyo


Sita mengangguk kaku”lumayan, sudah gak terlalu..”belum sempat sita menyelesaikan ucapannya prastyo kembali melahap benda kenyal berwarna merah muda milik sita dengan rakus, sita yang memang belum pernah berpengalaman itu pun merasa sangat kaku karena pertama kali ia berpangutan dengan prastyo hanya sebatas mengecupnya saja membuat prastyo menyunggingkan senyumnya menyadari kekakuan istrinya itu tandanya prastyo adalah yang pertama buat sita dan itu membuat kebanggaan tersendiri di hati prastyo


“karena kau sudah cukup tidur, sekarang bantu si toto tidur dulu” ucap prastyo


Sita mengerutkan keningnya “toto? Toto siapa?” Tanya sita bingung


Prastyo tersenyum meraih tangan sita dan mengarahkan tangan sita ke senjata pamungkasnya yang sudah berdiri tegak sedari tadi “ini sudah meronta-ronta ingin di tidurin dari tadi, kepala om rasanya pening karena dia gak mau tidur sedari tadi” gumam prastyo dengan nada sensual


“glek” sita menelan salivanya kasar “apaan ini om gede amat, kaya tongkat bisbol” gumam sita


Prastyo terkekeh “ini memang tongkat bisbol yang pengen segera cetak home run ke kamu” sahut prastyo


Prastyo kembali mendekat ingin  ******* beradu saliva dengan sita


“tunggu om” sita menahan tubuh prastyo


“kenapa?” Tanya prastyo


“sakit gak om? Kata temen-temen sita itu sakit saat pertama kali" Tanya sita


Prastyo terkekeh “hanya sedikit di awal sayang, tapi nanti lama-lama kamu juga ketagihan” balas prastyo


“pelan ya om” pinta sita lirih


“iya sayang” prastyo kembali ******* benda ranum milik sita, sita yang masih pasif membuat prastyo menuntunnya dengan menggigit bibir bawah sita dan mulai mengabsen setiap inci rongga sita, sita mulai membalas pangutan prastyo walaupun masih terbilang kaku


Tangan prastyo tak tinggal diam,tangan prastyo mulai menjelajahi setiap inci tubuh sita, prastyo memasukan tanggannya dari balik pakaian tidur sang istri, ia mulai memainkan gunung kembar istrinya yang kencang dan berisi itu. Prastyo melepaskan pengait benda berkacamata milik sita dan bermain di sana dengan tangannya yang lihai


lenguhan sita pun keluar karena sentuhan tangan yang memabukkan dari suaminya


Prastyo mulai melepas kain yang menempel di tubuh sita dengan gerakan cepat


Prastyo mengusap pipi sita lembut mengecup dalam bibir ranum sita “aku mencintaimu sayang” bisik prastyo ditelinga sita membuat bulu kuduk sita meremang merasakan deru nafas suaminya


“aku juga mencintaimu suamiku” balas sita memberikan kecupan di pipi prastyo


Malam indah bagi pasangan baru itu pun berlanjut, suara indah dari bibir mereka berdua saling bersautan mengisi ruangan, membawa mereka ke surga dunia yang mereka nikmati dengan hasrat menggebu


suara keduanya terdengar saat mereka mencapai ******* secara bersamaan, bibir prastyo tersenyum tipis kala melihat seprei ranjangnya terdapat darah segar yang yang mengalir dari organ intim milik sita yang menandakan sita masih suci dan prastyo lah yang pertama membobol milik sita


“cup”prastyo mengecup kening sita dalam


“terima kasih menjadikanku yang pertama di hidupmu” ucap prastyo membelai pipi sita


Sita mengangguk “iya om” balas sita tersenyum manis pada prastyo


“ya sudah kita istirahat dulu” prastyo menarik selimut menutupi tubuh polos mereka berdua


Sita memiringkan tubuhnya memeluk erat prastyo menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang prastyo yang tak tertutup kain penghalang apapun


Prastyo balas memeluk sita yang dengan cepat terbang kea lam mimpi, prastyo pun tersenyum dan menyusul sita ke alam mimpi


(maaf kali ini, susah bikin adegan malam pertama karena takut gak cocok, jadi cukup segini saja)