
***
Zaskia yang sudah berpakaian rapih menuruni anak tangga, berjalan ke arah dapur “ bi, ayah sama mama mana?” Tanya zaskia menghampiri bi Rom
bi rom yang sedang sibuk mencuci piring mendongak melihat majikan mudanya “tuan dan nyonya pergi dari sore tadi non tapi saya gak tahu kemana” balas bi rom
zaskia mengangguk paham “ya sudah nanti sampaikan sama mama dan ayah kalau zaskia pergi sama mas yama ya bi” ucap zaskia
“ya non, nanti kalau nyonya dan tuan sudah pulang saya sampaikan” balas bi rom
Zaskia berjalan dengan santai ke arah luar rumahnya, saat ia keluar bertepatan dengan yama yang baru saja sampai rumah zaskia
“mama sama ayahmu mana zas?” Tanya yama saat baru turun dari mobil dan bertatap muka dengan zaskia
“keluar mas, gak tahu kemana” balas zaskia
"padahal mas mau pamit sama orang tuamu” balas yama
“tadi zaskia sudah titip pesan kok sama bi rom buat nyampaiin kalau zaskia ikut mas pergi” sahut zaskia
“ya sudah yuk" ajak yama membukakan pintu mobil untuk zaskia
Yama menunggu zaskia samapai duduk lalu bergegas lari ke sisi satunya untuk naik ke dalam mobil dan di kursi kemudi
“zas nanti kamu yang kasihin kadonya ya, mau mas yang bawa kok rada gimana” pinta yama melirik bingkisan kado yang ada di kursi belakang
zaskia melirik arah pandang mata Yama “ya mas” balas zaskia
Saat dalam perjalanan mereka habiskan dengan saling bertukar cerita tentang keseharian mereka hari ini dan rencana esok hari, hal yang selalu mereka berdua lakukan
“drrtttt” ponsel yama bergetar
Zaskia mengambil ponsel yama di dashboard untuk mengecek siapa yang menelpon, hal tersebut sudah tak canggung zaskia lakukan karena yama tak membatasi zaskia saat ingin memakai ponselnya atau sekedar memeriksa ponselnya hanya sekedar untuk membantu yama membuka ponsel saat yama sedang berkendara
Zaskia mengerutkan keningnya saat tertera nama ustad Jamal “mas kenal dengan seorang ustad?” Tanya zaskia menunjukkan layar ponsel yama
yama melirik sekilas ke arah ponselnya “tolong angkat dan loudspeaker ya" pinta yama yang masih dalam kondisi menyetir
Zaskia nurut dengan permintaan yama dan menggeser tanda hijau di ponsel yama “assalamualikum ustadz, ada apa ya?” Tanya yama
“enggak mas yama, Cuma mau ngajakin pengajian besok sore, bisa?” Tanya ustad jamal
“insyaallah bisa ustadz, besok sore saya datang ke sana” balas yama
“ah ya, terima kasih ya mas yama” balas ustad jamal mengakhiri panggilannya
Zaskia mengerutkan keningnya menatap yama dalam diam, yama yang merasa zaskia terus memandanginya memilih menepikan mobilnya agar bisa berbincang dengan zaskia
Yama menoleh ke arah zaskia “ada yang ingin di tanyakan?” Tanya yama yang tahu begitu banyak pertanyaan di kepala zaskia melihat dari raut wajah zaskia
“tadi kok mas pakai assalamualikum dan nyebut kata insyaallah” Tanya zaskia merasa hal itu tidaak biasa di ucapkan non muslim walaupun tak menutup kemungkinan non muslim pun bisa saja berucap seperti itu
“karena aku bicara dengan seorang ustad jadi harus sopan zaskia" balas yama datar
“mas tahu bukan itu maksud pertanyaanku” sahut zaskia mulai kesal dengan jawaban yama yang tak menjurus ke arah apa yang dimaksud oleh zaskia
Yama menghela nafas panjang “aku sekarang seorang muslim” ucap yama dengan nada lirih
zaskia mengerutkan keningnya “kok bisa?” Tanya zaskia
“ya karena aku dapat hidayah untuk masuk agama ini” balas yama
“mas…” ucap zaskia agak sedikit meninggikan suaranya dengan berjuta pikiran di benaknya
“aku tahu apa yang kau fikirkan zaskia, tapi demi Allah aku pindah agama bukan karena orang lain atau karena suatu hal tapi itu murni untuk diriku sendiri dan aku tak dalam waktu singkat saja memutuskan hal ini"
yama menatap wajah zaskia lekat "aku sudah cukup lama mempelajarinya mungkin sebelum mengenalmu aku sudah mulai mencari tahu, ya walaupun memang setelah mengenalmu aku sedikit lebih punya motivasi, dan aku baru benar-benar masuk Islam 3 bulan lalu saat orang tuaku bilang mengizinkannya" jelas yama
“kenapa mas gak kasih tahu aku?” Tanya zaskia dengan mata yang sudah berkaca-kaca
“karena aku ingin benar-benar memantapkan hatiku untuk benar-benar masuk Islam atau tidak tanpa ada dorongan dari orang lain”balas Yama
Zaskia tak kuasa menahan air matanya “Alhamdulillah mas” zaskia menghambur memeluk Yama “alhamdulilah kalau mas dapat hidayah” ucap zaskia mengucap syukur dari dasar hatinya
Yama mengusap punggung zaskia “butuh waktu lama mas memantapkan hati untuk masuk Islam. Mas akui mas benar-benar tertarik mempelajari ini karena dirimu” zaskia mendorong tubuh yama pelan agar bisa bersitatap dengan yama tapi yama mencoba menahannya “tapi setelah mas ikut kegiatan-kegiatan itu, mas mulai merasa lebih tenang dan nyaman apalagi setelah mulai melaksanakan sholat rasanya hati mas jauh lebih tentram dan adem dalam menjalani berbagai hal”jelas Yama
“mas sudah bisa sholat?” Tanya zaskia tak percaya mendengar ucapan yama yang sudah mulai sholat
“sudah, walaupun hanya bisa bacaan surat pendek. Mas juga sudah belajar cara baca al-quran, ya walaupun baru beberapa minggu lalu karena mas baru nyelesaiin baca Iqra saat itu jadi baru bisa baca Al-quran dikit-dikit” balas Yama
Zaskia mengurai pelukannya menatap yama lekat “emang kapan mas mulai belajarnya kok sudah bisa baca Al-Quran?” Tanya zaskia
“1 setengah tahun lalu, mas belajar tiap hari dan mas termasuk murid cerdas loh makanya sudah mulai bisa baca Al-quran walaupun hukum bacaan mas masih kurang makanya masih belajar terus” jelas Yama
Zaskia tersenyum bahagia “Alhamdulillah mas” ucap zaskia penuh syukur
Yama mengusap air mata yang membasahi pipi zaskia “sudah jangan nangis lagi, nanti cantiknya hilang” ucap yama
Zaskia mengangguk dan mulai merapihkan dandanannya, yama tersenyum dan melajukan mobilnya menuju acara pesta ulang tahun anak salah satu kolega bisnisnya
Setelah 30 menit perjalanan zaskia dan yama turun di sebuah rumah besar dengan halaman yang cukup luas
“wah kolega bisnis mas cukup kaya ya?” Tanya zaskia memindai rumah yang cukup besar dan halaman luas di hadapannya
zaskia memicingkan matanya ke arah Yama “emang mas tahu aku sekaya apa?” Tanya zaskia
“tentu tahu, kan mas ada kerjasama bisnis sama perusahaan kamu, belum dulu dengan mudahnya kamu kalahin mas saat proyek resort itu yang sekarang malah kamu bikin taman bermain anak-anak” balas yama mengelus puncak kepala zaskia
“tentu zaskia hebat” ucap zaskia penuh dengan rasa bangga
Zaskia dan yama menghampiri pak jonathan selaku tuan rumah dari pesta yang di hadiri Yama “malam pak jonathan” yama menyalami pak jonathan diikuti zaskia
"ini ada hadiah untuk anak bapak yang berulang tahun” ucap yama menunjuk kado yang di bawa zaskia
Zaskia menyerahkan kado tersebut pada pak jonathan “wah terima kasih banyak sudah membawakan anak saya
hadiah pak yama” ucap pak jonathan
“ini bukan apa-apa pak” balas yama
Pak jonathan melirik keluarganya “perkenalkan ini istri saya dan itu Claudia kakak amel” tunjuk pak jonathan pada anak sulungnya
Claudia menyalami yama cukup lama dengan tatapan terpesona “saya yama” yama melepaskan jabatan tangannya dari Claudia karena merasa risih dengan claudia yang menjabat tangannya terlalu lama
“saya Claudia” sahut Claudia tersenyum ramah
“dulu dia pernah kuliah di Jepang sama dengan pak Yama” ucap pak jonathan
“oh ya” balas yama dengan tersenyum tipis
“saya dulu kuliah di University of Tokyo sama seperti anda" ucap Claudia yang tahu bahwa Yama adalah seniornya dengan senyum yang terpampang jelas di wajahnya
“oh, kau alumni sana” sahut yama mencoba tersenyum ramah
Zaskia beralih ke arah amel “selamat ulang tahun nona cantik” ucap zaskia menyalami gadis berusia 10 tahun yang sedang merayakan hari ulang tahunnya
“terima kasih kakak cantik” balas amel tersenyum
“ah kami kesana dulun ya pak jonathan, sepertinya masih banyak yang ingin mengucapkan selamat pada anda” ucap yama
Yama menggandeng tangan zaskia menjauh dari keluarga pak jonathan “sepertinya wanita tertarik dengan mas yama” ucap zaskia melirik ke arah Claudia yang sedari tadi curi-curi pandang pada Yama
“ya biarin saja dia suka, aku sih gak suka dia” balas Yama mengambil jus buah untuk zaskia dan dirinya
“sekarang tidak minum alcohol lagi?” Tanya zaskia melirik yama yang minum jus padahal biasnya ia mengambil meinuman beralkohol, ya walaupun kadarnya yang paling rendah
“1 tahun lalu aku sudah mulai berhenti, saat ingin menjalani sesuatu harus dengan serius” balas yama yang di hadiahi senyum manis zaskia
yama begitu terpesona dengan senyum zaskia “saat kau tersenyum seperti ini begitu cantik” puji yama
“memang biasnya senyumku tak cantik?” Tanya zaskia memberengut
“cantik selalu cantik, tapi entah kenapa senyummu hari ini begitu cantik dan menenangkan” balas yama
“masa?” Tanya zaskia balik
Saat tengah asyik mengobrol tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya “kak yama boleh bicara?” Tanya Claudia
“bicara saja” balas yama mempersilahkan Claudia bicara
“rasanya kurang nyaman kalau bicara ada orang luar” ucap Claudia tersenyum kikuk melirik zaskia
Yama menautkan kedua alisnya “zaskia bukan orang luar” yama menarik pinggang zaskia dan mendekatkan kepada dirinya “dia calon istriku, jadi dia bukan orang lua, r jika ingin bicara, bicaralah” ucap Yama
Zaskia menoleh ke arah yama tatkala yama mengatakan zaskia calon istrinya, zaskia menyunggingkan sudut bibirnya tersenyum tipis yang yama tak lihat karena sdang berbicara dengan claudia
“ah, dia calon istri kakak” ucap Claudia dengan senyum kikukknya menatap zaskia
"iya, dia calon istriku" balas Yama
“zaskia!” suara lantang yang mengagetkan zaskia dan yama
Yama melepaskan tangannya yang memeluk pinggang zaskia dengan gerakan cepat tatkala melihat siapa yang memanggil zaskia “kak zaahid” gumam yama melihat ayah dari zaskia ada di tempat yang sama
Zaskia menatap wajah ayahnya datar seolah tak ada ketakutan sama sekali padahal mamanya sudah cemas akan reaksi suaminya yang sudah merah padam seakan apa yang dikepalanya bisa membakar semua yang ada di dekatnya
Tuan zahid menghampiri zaskia “kita pulang” zahid menarik lengan zaskia dan zaskia hanya mengikuti langkah ayahnya tanpa protes sama sekali
Yama mengejar tuan zahid yang membawa zaskia dengan paksa diikuti nyonya askiana yang mengikuti dari belakang
Saat berada di parkiran yama berlari mengejar zaskia “tunggu kak” pinta Yama
“aku gak ingin bicara denganmu” ucap tuan zahid menunjuk Yama
zaskia menatap Yama dengan tatapan menyejukkan “mas tenang saja, suruh orang tua mas datang besok ke rumah untuk lamar zaskia” ucap zaskia dengan entengnya padahal ayahnya sedang kesal
Tuan zahid menoleh ke arah zaskia “apa-apaan kau!” bentak tuan zahid
zaskia menatap zahid dengan tatapan datar “kita bicara di rumah” zaskia mengajak kedua orang tuanya untuk masuk mobil dengan gerakan cepat
Yama menatap bingung zaskia dan hanya diam mematung “apa tadi?” gumam yama bingung dengan permintaan zaskia tadi
Akhirnya yama hanya berjalan masuk dalam mobilnya dan pulang ke rumah