Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Memperbaiki (season 2)



***


Hembusan angin masuk melalui sela jendela, sinar mentari


pun mulai menusuk di balik gorden sampai ke celah mata


Joff mulai menggeliatkan tubuhnya mengeratkan pelukannya dan mengecup kening orang yang ada dalam pelukannya. Saat joff mulai makin tersadar, ia merasa apa yang ada dalam pelukannya berbeda dari apa yang ada dalam pikirannya, joff pun mengerjapkan matanya, Sama-sama ia melihat seorang wanita dalam dekapannya membuat joff langsung membuka mata lebar “ya ampun” batin joff berteriak, apa yang dipeluknya


bukanlah anaknya tetapi ibu dari anaknya.


Joff mengedarkan pandangannya mencari keberadaan ryan puteranua, ternyata anaknya pindah posisi ada di kaki joff dan revina “huuh harusnya aku ingat kebiasaan puteraku yang tak


bisa tidur di posisi yang sama” batin joff menyadari anaknya yang tidak bisa tidur dalam posisi yang sama


Joff beralih memandangi revina yang tertidur lelap dalam pelukannya. revina begitu nyaman dalam tidurnya yang mungkin terasa begitu nyaman karena berada di dekapan sangat suami


“kau begitu cantik revina, sayang hatimu tak pernah untukku walaupun tubuhmu ada


bersamaku” batin joff tersenyum miris melihat revina yang masih terlelap


" ini pertama kalinya kau tidur dalam pelukanku, dulu saja kau langsung mengumpatku setelah melakukan itu dan membuat ryan hadir" joff menyunggingkan senyumnya "dulu kau mengumpatku dan mengeluarkan sumpah serapah padaku" joff membelai rambut revina " maafkan aku harus menjalani pernikahan ini tapi aku benar-benar tak ada niat merebut mu dari viko. tapi aku tak menyesali itu semua karena kau memberikan aku anak yang begitu tampan " batin joff terus membelai rambut revina


Mata revina mulai mengerjap dan dengan refleks joff menurunkan tangannya lalu menutup mata, entah kenapa ia menjadi takut jika revina melihat dirinya sedang ada di sampingnya dan memeluk revina padahal sah-sah saja jika mereka tidur bersama, toh revina masih lah istri sah joff sampai detik ini walaupun berkas perceraian mereka sudah ada di pengadilan agama


“euggh” revina menggeliat kan tubuhnya, makin mempererat pelukannya. ia merasa begitu hangat dan nyaman di tidurnya kali ini


revina mulai sadar dari tidurnya, ia merasakan hangat tangan seseorang yang sedang


memeluknya erat. Revina mendongak dan bertemu pandang dengan wajah joff yang sedang tertidur pulas


“ah kenapa jadi seperti ini” gumam revina dan joff tentu mendengar dengan jelas gumaman revina tapi tetap saja joff tak ingin membuka matanya, rasanya terlalu berat jika bertemu pandang dengan revina saat ini


mata revina mulai mengitari seisi kamar mencari keberadaan ryan dan ternyata ryan ada di antara kakinya dan kaki joff, ryan sedang begelung dengan guling dan selimut


"ah aku lupa kalau ryan tak bisa diam saat tidur” gumam revina tersenyum melihat ryan yang masih tertidur pulas


Revina beralih menatap joff yang terlihat masih tertidur “maafkan aku joff , seharusnya aku jadi istri yang baik untukmu tapi aku malah membuatmu tersiksa selama


bertahun-tahun padahal itu adalah kesalahan kita berdua bukan hanya kesalahanmu. aku benar-benar minta maaf” hati joff benar-benar terenyuh mendengar permintaan maaf revina, sebenarnya joff yak pernah membenci revina hanya saja pernikahan seperti ini tetap membuatnya tersiksa sehingga membuat joff ingin mengakhiri pernikahan yang sudah tak sehat itu


sebelah tangan revina mengusap rambut joff dan sebelah tangannya mengeratkan pelukannya menelusup di pinggang joff, revina begitu berhati-hati agar tidak membangunkan joff  “beberapa bulan tanpa dirimu di sisiku sungguh terasa bahwa aku tak bisa apa-apa tanpamu. kau sudah berusaha keras untukku tapi aku malah tidak pernah menghargainya sama sekali” ucap


revina lirih


Hati joff sedang jumpalitan mendengar kata-demi


kata uang keluar dari mulut revina. ingin rasanya ia segera membuka mata tapi joff seolah malu jika bertatapan dengan revina


ryan walaupun tak bersama lagi” ucap revina lirih. revina menghirup aroma tubuh joff dalam, baginya mungkin ini adalah hari terakhir ia bisa memeluk suaminya dengan erat


Joff ikut mengeratkan pelukannya pada revina, membuat revina yang tadinya bersembunyi di dada bidang joff segera mendongak “kau sudah bangun?” Tanya revina


revina memejamkan matanya erat, ia begitu merasa malu dengan apa yang ia lakukan saat ini. ingin rasanya revina berlari dan bersembunyi dalam lubang semut agar tak bisa di lihat oleh joff, mukanya memerah bak kepiting rebus yang baru saja matang


“cup” joff mengecup benda kenyal yang ada di hadapannya membuat revina membuka matanya lebar “ayo kita jadi orang tua yang terbaik untuk anak kita, dan jadi


keluarga yang saling mencintai dan mengasihi. ayo kita perbaiki pernikahan kita” ajak joff kembali ******* benda kenyal di hadapannya itu


revina hanya diam mematung, dia bingung harus berkata apa? ini begitu tiba-tiba membuat lidahnya kelu dan kesulitan bicara


joff melepas pangutannya menatap revina lekat "kau mau kan memperbaiki pernikahan kita? " tanya joff


revina menatap manik mata biru joff dengan kedipan pelan "kau beneran mau memperbaiki pernikahan kita? " tanya revina


"tentu" balas joff


revina tersenyum dan mengangguk "ayo kita perbaiki pernikahan kita" balas revina


joff kembali ******* benda kenyal milik revina, revina pun membalasnya dengan senyum yang menghiaai wajah keduanya


“ayah, mamah” panggil ryan yang sedang mengucek matanya karena baru bangun tidur


Revina langsung bangun dan menghampiri ryan “kau bangun sayang?” Tanya revina mengusap kepala ryan lembut


"iya mah" ryan memeluk mamanya erat, hal yang biasa ryan lakukan saat bangun tidur


joff ikut menghambur memeluk istri dan anaknya " kok cuma mamah yang dipeluk, ayah enggak" tanya joff


ryan yang masih mode bangun tidur, masih memejamkan matanya "ini ayah meluk kita" balas ryan polos


revina merasa canggung dengan keadaan saat ini " kamu lapar gak sayang? " tanya revina lirih


"iya mah, ryan sudah lapar" balas ryan


revina mendorong tubuh joff dan ryan menjauh “ya sudah mama masak dulu ya, kamu mandi sama


ayah ya” ucap revina bergegas turun dari ranjang, ia ingin segera keluar kamar untuk menutupi rasa malunya pada joff


Joff melihat revina yang sedang malu pun tersenyum simpul "kenapa kau semenggemaskan itu" batin joff


ryan menepuk pelan lengan joff " ayo yah mandi, nanti di marah mama" ucap ryan


joff menoleh ke arah ryan dan tersenyum “ayo sayang kita mandi” ajak joff menggendong tubuh ryan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri