
***
Hembusan angin masuk melalui sela jendela, sinar mentari
pun mulai menusuk di balik gorden sampai ke celah mata
Joff mulai menggeliatkan tubuhnya mengeratkan pelukannya dan mengecup kening orang yang ada dalam pelukannya. Saat joff mulai makin tersadar, ia merasa apa yang ada dalam pelukannya berbeda dari apa yang ada dalam pikirannya, joff pun mengerjapkan matanya, Sama-sama ia melihat seorang wanita dalam dekapannya membuat joff langsung membuka mata lebar “ya ampun” batin joff berteriak, apa yang dipeluknya
bukanlah anaknya tetapi ibu dari anaknya.
Joff mengedarkan pandangannya mencari keberadaan ryan puteranua, ternyata anaknya pindah posisi ada di kaki joff dan revina “huuh harusnya aku ingat kebiasaan puteraku yang tak
bisa tidur di posisi yang sama” batin joff menyadari anaknya yang tidak bisa tidur dalam posisi yang sama
Joff beralih memandangi revina yang tertidur lelap dalam pelukannya. revina begitu nyaman dalam tidurnya yang mungkin terasa begitu nyaman karena berada di dekapan sangat suami
“kau begitu cantik revina, sayang hatimu tak pernah untukku walaupun tubuhmu ada
bersamaku” batin joff tersenyum miris melihat revina yang masih terlelap
" ini pertama kalinya kau tidur dalam pelukanku, dulu saja kau langsung mengumpatku setelah melakukan itu dan membuat ryan hadir" joff menyunggingkan senyumnya "dulu kau mengumpatku dan mengeluarkan sumpah serapah padaku" joff membelai rambut revina " maafkan aku harus menjalani pernikahan ini tapi aku benar-benar tak ada niat merebut mu dari viko. tapi aku tak menyesali itu semua karena kau memberikan aku anak yang begitu tampan " batin joff terus membelai rambut revina
Mata revina mulai mengerjap dan dengan refleks joff menurunkan tangannya lalu menutup mata, entah kenapa ia menjadi takut jika revina melihat dirinya sedang ada di sampingnya dan memeluk revina padahal sah-sah saja jika mereka tidur bersama, toh revina masih lah istri sah joff sampai detik ini walaupun berkas perceraian mereka sudah ada di pengadilan agama
“euggh” revina menggeliat kan tubuhnya, makin mempererat pelukannya. ia merasa begitu hangat dan nyaman di tidurnya kali ini
revina mulai sadar dari tidurnya, ia merasakan hangat tangan seseorang yang sedang
memeluknya erat. Revina mendongak dan bertemu pandang dengan wajah joff yang sedang tertidur pulas
“ah kenapa jadi seperti ini” gumam revina dan joff tentu mendengar dengan jelas gumaman revina tapi tetap saja joff tak ingin membuka matanya, rasanya terlalu berat jika bertemu pandang dengan revina saat ini
mata revina mulai mengitari seisi kamar mencari keberadaan ryan dan ternyata ryan ada di antara kakinya dan kaki joff, ryan sedang begelung dengan guling dan selimut
"ah aku lupa kalau ryan tak bisa diam saat tidur” gumam revina tersenyum melihat ryan yang masih tertidur pulas
Revina beralih menatap joff yang terlihat masih tertidur “maafkan aku joff , seharusnya aku jadi istri yang baik untukmu tapi aku malah membuatmu tersiksa selama
bertahun-tahun padahal itu adalah kesalahan kita berdua bukan hanya kesalahanmu. aku benar-benar minta maaf” hati joff benar-benar terenyuh mendengar permintaan maaf revina, sebenarnya joff yak pernah membenci revina hanya saja pernikahan seperti ini tetap membuatnya tersiksa sehingga membuat joff ingin mengakhiri pernikahan yang sudah tak sehat itu
sebelah tangan revina mengusap rambut joff dan sebelah tangannya mengeratkan pelukannya menelusup di pinggang joff, revina begitu berhati-hati agar tidak membangunkan joff “beberapa bulan tanpa dirimu di sisiku sungguh terasa bahwa aku tak bisa apa-apa tanpamu. kau sudah berusaha keras untukku tapi aku malah tidak pernah menghargainya sama sekali” ucap
revina lirih
Hati joff sedang jumpalitan mendengar kata-demi
kata uang keluar dari mulut revina. ingin rasanya ia segera membuka mata tapi joff seolah malu jika bertatapan dengan revina
ryan walaupun tak bersama lagi” ucap revina lirih. revina menghirup aroma tubuh joff dalam, baginya mungkin ini adalah hari terakhir ia bisa memeluk suaminya dengan erat
Joff ikut mengeratkan pelukannya pada revina, membuat revina yang tadinya bersembunyi di dada bidang joff segera mendongak “kau sudah bangun?” Tanya revina
revina memejamkan matanya erat, ia begitu merasa malu dengan apa yang ia lakukan saat ini. ingin rasanya revina berlari dan bersembunyi dalam lubang semut agar tak bisa di lihat oleh joff, mukanya memerah bak kepiting rebus yang baru saja matang
“cup” joff mengecup benda kenyal yang ada di hadapannya membuat revina membuka matanya lebar “ayo kita jadi orang tua yang terbaik untuk anak kita, dan jadi
keluarga yang saling mencintai dan mengasihi. ayo kita perbaiki pernikahan kita” ajak joff kembali ******* benda kenyal di hadapannya itu
revina hanya diam mematung, dia bingung harus berkata apa? ini begitu tiba-tiba membuat lidahnya kelu dan kesulitan bicara
joff melepas pangutannya menatap revina lekat "kau mau kan memperbaiki pernikahan kita? " tanya joff
revina menatap manik mata biru joff dengan kedipan pelan "kau beneran mau memperbaiki pernikahan kita? " tanya revina
"tentu" balas joff
revina tersenyum dan mengangguk "ayo kita perbaiki pernikahan kita" balas revina
joff kembali ******* benda kenyal milik revina, revina pun membalasnya dengan senyum yang menghiaai wajah keduanya
“ayah, mamah” panggil ryan yang sedang mengucek matanya karena baru bangun tidur
Revina langsung bangun dan menghampiri ryan “kau bangun sayang?” Tanya revina mengusap kepala ryan lembut
"iya mah" ryan memeluk mamanya erat, hal yang biasa ryan lakukan saat bangun tidur
joff ikut menghambur memeluk istri dan anaknya " kok cuma mamah yang dipeluk, ayah enggak" tanya joff
ryan yang masih mode bangun tidur, masih memejamkan matanya "ini ayah meluk kita" balas ryan polos
revina merasa canggung dengan keadaan saat ini " kamu lapar gak sayang? " tanya revina lirih
"iya mah, ryan sudah lapar" balas ryan
revina mendorong tubuh joff dan ryan menjauh “ya sudah mama masak dulu ya, kamu mandi sama
ayah ya” ucap revina bergegas turun dari ranjang, ia ingin segera keluar kamar untuk menutupi rasa malunya pada joff
Joff melihat revina yang sedang malu pun tersenyum simpul "kenapa kau semenggemaskan itu" batin joff
ryan menepuk pelan lengan joff " ayo yah mandi, nanti di marah mama" ucap ryan
joff menoleh ke arah ryan dan tersenyum “ayo sayang kita mandi” ajak joff menggendong tubuh ryan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri