
***
acara pernikahan eila dan daren pun di percepat setelah acara syukuran kelahiran baby Gilang selesai di laksanakan
“sayang” sapa eila memeluk erat daren kekasihnya
“hei sayang” daren balas memeluk erat eila
“sayang nanti kita ke butik buat ambil gaun ya” pinta eila
“kamu yakin mau secepat ini adakan pernikahan kita?” Tanya daren yang merasa persiapan pernikahan mereka terlalu cepat padahal daren ingin mempersembahkan pernikahan megah untuk eila, tetapi hari yang di inginkan eila bertabrakan dengan jadwal gedung miliknya sehingga gedung milik daren tak bisa di pakai
“tentu saja, kenapa? Kamu ingin batalin pernikahan kita?” Tanya eila
“bukan gitu sayang, Cuma acara pernikahan kakakmu dan kelahiran baby Gilang kan baru 1 bulan di adakan, dan kita mau adakan 1 minggu lagi apa gak terlalu cepat? terus gedung aku juga ternyata terpakai” Tanya daren
“aku pengen cepat-cepat nikah sama kamu sayang lagian halaman rumahku kan luas jadi gak masalah” balas eila
“baik kalau itu yang kamu mau, tapi beneran gak masalah kalau pernikahan kita hanya di hadiri kerebat dekat” Tanya daren memastikan
“gak masalah sayang yang penting nikahnya sama kamu” balas eila bergelanyut manja di lengan daren
Acara pernikahan daren dan eila di siapkan dengan waktu yang singkat, terkesan begitunterburu-buru sih, tapi tak ada yang mengomentari karena memang hubungan eila dan daren yang sudah terbilang cukup dekat, dan daren yang sering keluar negeri mungkin membuat eila ingin lebih dekat dengan kekasihnya itu
Eila sedang di rias di kamarnya sebelum acara pernikahan
Keluarga serta kerabat dekat eila sedang ikut mempersiapkan pernikahan dan daren juga
sudah hadir tinggal menunggu pendeta yang belum datang
“apa kamu tegang daren?” Tanya viko
Daren mengangguk “tentu saja ini kan pernikahan pertamaku” balas daren mencoba menahan kegugupannya
"emang kamu mau nikah lagi? bilang pernikahan pertama" kekeh viko
"tentu saja tidak, eila akan jadi istri seumur hidupku" balas daren
Eila mulai turun dari tangga dengan di apit syakia dan jeni. ia melempar senyum pada daren yang menunggu di bawah dengan menatap takjub eila
Eila menghampiri papi dylan sedangkan daren menunggu di altar yang sudah di dekor
oleh pihak keluarga
“kaubsudah siap?” Tanya papi dylan menggenggam tangan eila
“iyanpih” balas eila tersenyum
Music latar pernikahan mulai di mainkan, eila di antarkan pada daren oleh papi dylan
“tunggu!”
suara baritone seorang pria membuat atensi semua orang menatap arah sumber suara
“kau!” teriak eila menatap orang yang membuat keributan di acara pernikahannya
Brandon tersenyum miring ke arah eila dengan mengangkat sebuah amplop putih dengan logo rumah sakit
“sepertinya kau tidak bisa melanjutkan pernikahnmu” ucap Brandon dengan senyum smirknya
“jangan main asal berulah di pernikahan seseorang!” teriak daren tak suka dengan ucapan brandon yang mengganggu acara pernikahannya
Brandon melangkah dengan percaya diri ke arah eila dan daren “kalian lihat apa ini?” Tanya Brandon mengangkat amplop putih di tangannya
Daren memicingkan matanya ke arah Brandon “itu bukan urusanku, silahkan pergi dan jangan ganggu
pernikahanku” ucap daren menunjuk pintu ke luar pada brandon
“sepertinya yang harus pergi itu kamu bukan aku” balas Brandon terkekeh
“jaga kata-katamu! Ini rumahku. Aku masih pemilik rumah ini yang sah jangan sembarangan mendikte siapa yang harus kesini” kesal papi dylan
Brandon menyerahkan amplop putih yang ia bawa ke pada papi dylan “silahkan baca” pinta
Brandon
Papi dylan membaca amplop yang di berikan Brandon, matanya lagsung membelalak lebar
menatap tajam eila “kau hamil eila?” Tanya papi dylan membuat semua mata tertuju pada eila
“dan itu anaku” sahut Brandon
“jangan gila kau Brandon! Ini bukan anakmu” balas eila lantang
Daren menatap eila dengan tatapan yang sulit di artikan “kau hamil eila?” Tanya daren
Brandon menatap papi dylan “apa anda ingat kalau eila pernah tak pulang selama 2 hari saat daren di berlin?” Tanya Brandon
Semua orang memicingkan matanya ke arah Brandon membuat Brandon tersenyum senang “diabersamaku saat itu” ucap Brandon dengan senyum devilnya
“Brandon!” teriak eila dengan muka merah padam
“kenapa sayang? Bukankah benar kau bersamaku hari itu?” Tanya Brandon
Daren diam mematung, hatinya serasa di remas kuat “ apa benar yang dia ucapkan eila?” Tanya daren pada eila
“ini gak seperti apa yang ada di pikiran kamu sayang” ucap eila
“kau gak perlu malu dengan semua ini eila, aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahimu” seru Brandon
Eila tak memperdulikan Brandon “dengar sayang, aku bisa jelasin ini semua. Ini gak seperti apa yang kamu pikirkan” ucap eila mencoba menjelaskan pada daren
“jadi kamu hamil anaknya eila?” Tanya papi dylan
Eila menggeleng “enggak pih” balas eila mulai terisak
“terus ini apa?” tunjuk papi dylan pada Brandon dan juga amplop yang Brandon bawa
“dia hanya lelaki gila pih” sahut eila
Mami aira menatap eila dengan tatapan mata berkaca-kaca “mami Tanya sekarangg apa benar kamu hamil?” Tanya mami aira
Eila hanya diam tak mampu menjawab “eila! Apa kamu hamil!” teriak mami aira
Air matanya terus membanjiri pipi mulusnya “maaf mih” ucap eila lirih, hanya kata itu yang terlintas di benak eila
kata maaf
“ya ampun eila, bagaimana bisa kamu menghianati daren” keluh mami aira menangis histeris tak menyangka perbuatan anaknya
“jangan khawatir saya akan bertanggung jawab tante” ucap Brandon tersenyum tanpa ada rasa bersalah sama sekali
Daren begitu lemas, kakinya seolah tak mampu menopang tubuhnya, daren terhuyung untung saja viko dengan sigap menangkap tubuh daren agar tak terjatuh
“jangan mengada-ngada daren. Jelas aku tidak hamil anak kamu!” teriak eila
“jangan lupa kita bersama selama 2 hari” ucap Brandon
“tapi kita tak berbuat apa-apa” teriak eila
Brandon tersenyum menatap mata eila “kau pikir siapa yang akan percaya” batin Brandon
menatap eila dengan berjuta pikiran liciknya
“bukankah kekasihmu pergi selama 2 bulan lebih dan bukannya dia belum menyentuhmu jadi
bagaimana bisa kau hamil anaknya hah?” Tanya Brandon dengan seringai liciknya
Mendengar ucapan Brandon, daren menatap curiga ke arah brandon
Daren yang terkenal pria dingin dan tak pernah bermain wanita membuat Brandon yakin
tak pernah menyentuh eila “jangan khawatir semuanya, walaupun aku tahu eila adalah gadis petualang tapi aku jamin setelah menikah dia tak akan pernah main-main lagi dengan sembarang pria” ucap Brandon
Eila menatap jengan Brandon, ia merasa begitu di rendahkan “jaga kata-katamu Brandon! Aku bukan wanita yang sembarang tidur dengan pria asal-asalan” kesal eila
“tapi kau belum menikah kan” Brandon menunjuk perut eila “tapi sekarang kau hamil” ledek brandon
Viko menatap tajam Brandon “jaga kata-katamu tentang adikku ya!” bentak viko tak Terima adiknya di hina oleh orang lain walaupun ia tahu adiknya bersalah
Brandon terkekeh “harusnya kalian bersyukur aku mau tanggung jawab atas anak yang di
kandung adikmu itu! Bagaimana bila tak ada lelaki yang mau menikahinya? Mengingat dia yang suka gonta-ganti pasangan” balas Brandon penuh dengan nada hinaan
Viko mencengkeram kerah baju Brandon “jika tidak ada yang menikahinya, aku yang akan
menajaganya, aku kakakknya, aku bisa menjaga adiku. Aku sama sekali tak sudih membiarkan adiku menikah dengan pria brengsek macam kau!” umpat viko mendorong kasar tubuh brandon
Eila menangis terisak
“kamu yakin bisa melindungi adikmu selamanya? bagaimana tatapan orang-orang terhadapnya dan anaknya nanti hah?” Tanya Brandon
“dengar ya Brandon! Aku tak akan menikah denganmu, karena aku tidak hamil anakmu” teriak eila
tentu eila tidak akan sudih menikah dengan brandon karena memang anak yang di kandungnya bukan anak brandon
“aku bukan wanita yang sembarangan mengumbar kehormatanku selain dengan pria yang ku cintai” tangis eila pecah, ia jatuh di atas lantai
hatinya begitu terluka acara pernikahannya harus ada cerita seperti ini. ini bukan yang di harapkan eila sama sekali