Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Menjaga Titipan Kakek



***


Zaskia pulang ke rumah sekitar pukul 7 malam, karena setelah makan siang zaskia menemani yama bertemu klien yang tiba-tiba menghubungi yama untuk bertemu dan zaskia memilih menemani yama karen atak ingin membuat pekerjaan Yama menjadi tertunda. setelah memasuki rumah,  zaskia  langsung naik ke lantai dua  di mana kamarnya berada


zaskia berjalan menaiki anak tangga dengan langkah malas “zaskia” panggil seorang wanita paruh baya


Zaskia menoleh ke belakang dan  tersenyum “mama pulang” ucap zaskia turun kembali untuk menghampiri mamanya


“iya, sore tadi kami sampai” balas nyonya askiana tersenyum pada putrinya


Nyonya askiana mengelus kepala zaskia “kamu tadi abis dari mana?” Tanya nyonya askiana


“dari makan sama temen mah” balas zaskia


“gimana kuliahmu, lancar?” Tanya nyonya askiana


“lancar mah, mungkin bulan depan aku sudah bisa sidang skripsi” balas zaskia


nyonya askiana meraih tangan zaskia mengusap lembut punggung tangan zaskia “maafin mama ya nak, mama jarang nemenin kamu” sesal nyonya askiana


“gak papa, kan surganya mama di suami mama, jadi mama ikutin kemana ayah pergi saja untuk mengurusnya , zaskia sudah terbiasa sendiri jadi gak masalah” balas zaskia pelan tapi seakan penuh isyarat


Hati nyonya askiana serasa tertusuk ribuan jarum, sakit, sakit sekali mendengar putri satu-satunya merasa sendiri dan sudah terbiasa sendiri tanpa kehadiran orang tuanya


“gimana hubunganmu dengan viko?” Tanya nyonya askiana yang tahu kedekatan antara zaskia dan viko yang terjalin sejak Sma bahkan terkadang nyonya Askiana menghubungi viko jika ingin tahu kabar zaskia


Zaskia menyipitkan matanya “hubungan yang gimana mah?” Tanya zaskia ragu akan arah pembicaraan mamanya


“bukannya kamu pacaran sama dia?” Tanya nyonya askiana


Zaskia tersenyum “ aku dan dia hanya berteman mah, gak lebih” zaskia memegang tangan mamanya “bilang ke ayah jangan khawatirkan zaskia melanggar apa yang ayah jaga, zaskia paham betul batasan, dan zaskia tak akan keluar batasan itu. Zaskia dan viko hanyalah teman baik” ucap zaskia dengan penuh keyakinan


Pagi harinya, zaskia dan kedua orang tuanya sedang sarapan bersama di meja makan, hal yang sudah cukup lama tak mereka lakukan karena terpisahkan jarak


“bagaimana rencanamu setelah lulus?” Tanya tuan zahid hardians ayah zaskia membuka obrolan di sat kegiatan sarapan mereka


“mau nyelesaikan beberapa projek yang sedang zaskia kerjaan, terus urus lanjut kuliah dan urus perusahaan kakek” balas zaskia


“zaskia!” teriak tuan zashid kesal mendengar dia yang akan mengurus perusahaan kakek zaskia. hal yang paling tidak di sukai zahid jika anaknya terjun ke bisnis keluarga mertuanya yang terkenal cukup ketat dan penuh persaingan


Zaskia menampilkan wajah datarnya “ada apa?” Tanya zaskia seolah tak paham dengan kekasalan ayahnya


“kamu tahu sendiri, ayah gak suka kamu menerima warisan kakekmu! ini malah kamu mau mengelolanya” kesal tuan zahid


zaskia meletakkan sendoknya menatap wajah sang ayah dengan tatapan lurus “memangnya kenapa jika aku mengurus perusahaan kakek, toh itu sudah jadi milikku sejak usiaku 14 tahun” balas zaskia yang merasa biasa saja


“ayah tak suka itu ” sahut zahid yang kurang suka dengan usaha mertua


“maaf yah, tapi kakek menitipkannya padaku, aku tahu alasan ayah tak ingin menerimanya tapi itu urusan ayah dan kakek bukan urusanku ” zaskia beranjak dari kursinya  meninggalkan ayahnya yang selalu mengajak berdebat perihal harta yang di tinggalkan sang kakek pada zaskia


Saat turun dari tangga bi rom menghampiri zaskia “non jemputannya datang” ucap bi rom


“terima kasih bi” balas zaskia bergegas keluar rumah


Zahid jadi penasaran siapa yang menjemput zaskia, biasanya juga diantar reivan pengawal pribadi zaskia, tapi reivan hari ini hanya di rumah membantu pekerjaan para pelayan di rumahnya


Zaskia berjalan keluar rumah menghampiri yama yang sedang menunggu di jalan depan rumah zaskia  “yuk mas berangkat” ajak zaskia


melihat kedatangan zaskia yama membenarkan posisinya “katanya orang tuamu pulang, apa gak sebaiknya


mas sapa dulu ya?” Tanya yama ingin menyapa orang tua zaskia sebagai bentuk rasa sopan santunnya  karena dirinya yang sering mengajak zaskia keluar bersama


zaskia menggelengkan kepalanya “gak usah mas” zaskia bergegas masuk dalam mobil diikuti yama yang hanya bisa menghela nafas karena tak di izinkan bertemu keluarga zaskia


Zahid yang melihat dengan siapa anaknya pergi mengeratkan rahangnya “temannya sudah berbeda, dan ini apa lagi” gumam zahid mengeratkan rahangnya keras saat melihat yama yang datang dan zahid tahu betul sipa


yama


Nyonya askiana yang mengikuti arah pandang suaminya, mengusap lengan suaminya “tenang yah” ucap nyonya askiana  menenangkan suaminya


Tuan zahid melengos begitu saja meninggalkan istrinya membuat nyonya askiana menghela nafas panjang "masih saja kamu menyimpan rasa kecewamu mas' gumam nyonya askiana lirih


Sepanjang perjalanan ke kampus, zaskia hanya menatap jalanan tanpa menoleh ke arah yama, ia sibuk dengan segala pikiran di benaknya yang terus hilir mudik memutari isi kepala zaskia


“kamu kenapa sih zas?” Tanya yama yang melihat raut wajah tak mengenakkan dari zaskia


“gak papa mas, Cuma agak bersi tegang sama ayah tadi” balas zaskia jujur


“mau cerita” tawar yama


“enggak lah mas, ini masalah pribadi zaskia” balas zaskia yang masih tetap membuat dinding pembatas antara yama dan dirinya


“ya sudah, terserah kamu saja” balas Yama yang memang tak ingin memaksa zaskia cerita jika zaskia tak menginginkannya, karena menurutnya zaskia bisa memilih mau bercerita ataupun tidak pada dirinya kapanpanpun zaskia mau


“oh ya zaskia boleh gak minggu pertama di bulan depan temani mas lagi ke acara ulang tahun anak teman bisnis mas” Tanya yama


zaskia nampak berpikir "emmmmm" zaskia menimbang-nimbang apakah harus pergi “boleh mas, kebetulan jadwal sidang zaskia sudah keluar  di akhir bulan ini jadi zaskia agak santai bulan depan jadi bisa saja menemani mas Yama” balas zaskia tersenyum pada Yama


“terima kasih ya zas” ucap yama


"gak masalah mas, sekalian zaskia keluar juga, di rumah agak sesak rasanya" balas zaskia yang merasa kedatangan orang tuanya membuat ruang gerak zaskia menjadi terbatas dan orang tuanya yang selalu mengajak berdebat hanya karena hal kecil


"mas juga sudah pesankan gaun serta kelengkapan lainnya untuk ke pesta nanti saat mas jemput kamu pulang dari butik, kita ambil dulu ya" ucap Yama


yama sudah sering mengajak zaskia ke pesta, dan ini adalah hal yang biasa yama lakukan saat mengajak zaskia, jadi zaskia sudah tak terkejut lagi jika yama akan membelikan pakaian, sepatu, tas bahkan perhiasan untuknya