
***
Zeta di bawa ke ruang UGD untuk segera di tangani “maaf tuan, tunggu di luar saja” pinta perawat menahan tubuh rino agar tidak masuk ruangan
“tolong selamatkan istri saya “ pinta rino dengan wajah kusut karena khawatir
“baik pak” balas perawat segera masuk dalam Ruang UGD
Andre yang mendengar kata istri langsung menatap tak percaya pada rino “zeta istri tuan?” Tanya andre
Rino menoleh kearah andre “iya, dia istriku” balas rino
Andre jatuh merosot dengan kenyataan yang baru ia dengar “kamu kenapa sih ndre, kaget gitu?” Tanya bela melihat sikap andre yang baru tahu status hubungan zeta dan Rino
“ah, aku Cuma syok dengan keadaan zeta” balas andre mencoba menutupi perasaannya yang sebenarnya
Ibu mardiana dan ayah subrata baru sampai rumah sakit, mereka datang menghampiri rino saat melihat rini yang sedang duduk di depan ruang UGD “gimana keadaan istrimu no?” Tanya ibu mardiana dengan raut cemas
“masih di dalam bu, dia masih di tangani dokter” balas rino dengan tak kalah cemas
“kok bisa zeta terluka?” Tanya ayah subrata
“ini gara-gara riska dorong zeta yah” balas rino
“kok bisa dia ke kantormu? Kamu masih berhubungan sama dia!” balas ayah subarat kesal
“ih, ngapain rino masih hubungan sama muka tembok kaya dia, dia aja yang kegatelan ke kantor rino” balas rino tak mau disalahkan
“berapa kali ayah bilang sama kamu, kasih tindakan tegas sama dia biar gak ngelunjak” balas ayah subrata
“jangan khawatir yah, rino pasti bikin wanita nyesel seumur hidup karena sudah nyakitin istri rino” balas rino
Ibu mardiana mengusap punggung rino “tapi inget no, jangan melewati batas, ibu gak mau kamu kelewatan” ucap mardiana yang paham betul sisi lain anaknya itu
Rino menghela nafas “iya bu”balas Rino mencoba meredam emosinya
dokter keluar ruangan UGD “keluarga ibu zeta” panggil dokter
Rino bergegas menghampiri dokter"iya saya dok, gimana keadaan istri saya" balas rino
“kondisi ibu zeta cukup memprihatinkan pak, beliau mengalami pendarahan cukup hebat, kami sudah melakukan pertolongan pertama. tapi Kita tetap harus menunggu 1x24 jam untuk menunggu keadaan ibu zeta. Jika keadaan ibu zeta masih menurun kita terpaksa harus mengkuret ibu zeta “ jelas dokter
“kuret?” Tanya Rino bingung
“iya kuret pak, kondisi janin istri bapak lemah, dan itu cukup membahayakan kondisi istri bapak" balas dokter
"istri saya hamil?" tanya rinon
"bapak belum tahu kalau istri bapak hamil?” Tanya dokter
“rino menggeleng” tidak dok” balas rino
“mungkin karena kandungan ibu zeta masih terlalu muda jadi bapak gak tahu, ibu zeta sedang hamil 5 minggu pak” ucap dokter menepuk bahu rino
Rino jatuh terduduk menangkup wajahnya menangis sejadi-jadinya “tenang rino” ucap ibu mardiana mencoba menenangkan Rino anaknya
Rino mendongak “dia sedang hamil bu, dan aku gak tahu. Aku gak bisa jaga istri rino bu” isak Rino
“tenang sayang, ini bukan salah kamu, kita doakan saja keselamatan istri dan calon anakmu ya nak” pinta ibu mardiana
“ini tuh bukan salah tuan tapi salah tuh nenek lampir yang dorong zeta” sahut bela kesal
“husssst!” pinta ibu mardiana agar bela diam
“iya benar, gara-gara wanita itu istriku terluka dan nyawa ankku jadi taruhannya” ucap rino dengan kilatan mata penuh amarah
Ibu mardiana mulai panic melihat tatapan anaknya itu “tenang nak, tahan emosimu” pinta ibu mardiana menggenggam tangan anaknya
“gak bu, aku harus kasih pelajaran wanita itu” balas rino yang seolah kerasukan
“tenang nak” pinta ibu mardiana
Rino berdiri dengan tergesa-gesa “aku harus beri dia pelajaran” ucap rino
“tidak nak” ucap ibu mardiana menahan tangan rino
Rino melepas kasar genggaman tangan ibunya
“rino!”teriak ibu mardiana melihat rino yang sudah pergi menjauh
“gimana nih yah?” Tanya ibu mardiana
“telpon dylan bu” pinta ayah subrata ikut cemas dengan kondisi anaknya
“tut tut tut” ibu mardiana menunggu dylan mengangkat telponnya dengan cemas
“ada apa bu?” Tanya dylan
“kamu dimana nak?” Tanya ibu mardiana dengan suaracemas
“gimana ini?” ucap ibu mardiana bingung
“ada apa bu, coba jelasin ke dylan biar dylan paham” Tanya dylan
“rino lagi ngamuk nak” balas ibu mardiana
“ngamuk kenapa?” Tanya dylan
“ada yang dorong istrinya sampai terjatuh dan di rawat, dia sedang kalap dan ingin memberi perhitungan sama orang yang celakain istrinya” jelas ibu mardiana
“ya biarin lah bu kalau dia mau kasih pelajaran orang itu, kan orang itu emangs alah udah nyakitin zeta” balas dylan
“kamu gak tahu saja keadaan rino, jika rino mendatangi orang itu dengan kondisinya sekarang, orang itu bisa mati dylan” seru ibu mardiana “ibu gak mau anak ibu jadi pembunuh” ucap ibu mardiana
“kenapa ibu bis bilang gitu?” Tanya dylan
“kamu gak tahu saja, apa yang menimpanya dulu” tambah ibu mardiana
“ya apa bu?” Tanya dylan
“nanti saja ceritanya, sekarang bantu ibu cari kakakmu” pinta ibu mardiana cemas
“iya bu” balas dylan
Dylan menoleh kea rah papi dan maminya
“maaf pih, mih kayanya dylan harus balik ke Jakarta deh” ucap dylan
“y sudah balik aja, sekalian mami kamu bawa pulang juga” balas papi gunawan
“tapi kondisi mas lagi seperti ini” keluh mami Diana
“aku gak papa Diana” balas papi gunawan
“jadi gimana, mami mau pulang apa disini? Dylan lagi buru-buru ini” ucap dylan
“mami disini saja, kamu pulang sana” balas mami Diana
“ya suda” dylan langsung bergegas keluar untuk menuju mobilnya
Dylan mendial nomer rekannya “raka, tolong lacak id nomor ponsel yang aku kirim” pinta dylan
“ok” balas raka
Dylang langsung mengirim id ponsel rino untuk dicari keberadaannya
***
“kamu pulang saja Diana, aku gak papa” pinta papi gunawan
“sudah mas, jangan nyuruh Diana pulang terus, keadaan mas lagi kaya gini jadi Diana akan jaga mas” balas mami Diana
“disini ada perawat Diana” keluh papi gunawan
“sudah sih mas, cerewet banget” kesal mami Diana menarik selimut menutupi tubuh papi gunawan
“sudah tidur saja, banyak istirahat” ucap mami Diana
“iya” papi gunawan tidur sesuai perintah mami Diana
***
“sudah ketemu belum?” Tanya dylan dari seberang telpon
“belum, agak sulit melacaknya” balas raka
“ya sudah aku ke rumah sakit dulu, kamu kabari aku segera setelah tahu keberadaan kakakku” pinta dylan
“oke” balas raka
Dylan mempercepat laju mobilnya menuju rumah sakit tempat zeta di rawat
“ibu” panggil dylan saat melihat ibu mardiana duduk di depan ruang UGD
“kok kamu kesini? Sudah ketemu rino belum?” Tanya ibu mardiana
Dylan menggelengkan kepalanya “ belum bu, tapi dylan sudah minta tolong teman dylan buat lacak lokasi rino” balas dylan
“kamu harus cepat nemuin dia” pinta ibu mardiana
“tapi tadi dylan agak gak paham maksud ucapan ibu, tentang rino yang bisa bunuh orang?” Tanya dylan meminta penjelasan
Ibu mardian menghela nafas “kamu mungkin gak tahu kondisi Rino sesungguhnya, karena aira saja gak tahu. Yang tahu hanya ayah dan ketiga kakak rino” balas ibu mardiana
“maksud ibu?” Tanya dylan bingung