Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
penculikan part 2



“sial!” umpat Ferdy berkali kali karena ketidak


berdayaannya


Kendra membawa aira masuk ke dalam mobil dan


meinggalkan ferdy begitu saja, tapi bukannya ferdy jika hanya diam saja. Ia


bergegas menyusul aira dan Kendra dan langsung menghubungi teman-teman anggota


khusus yang biasa menangani hal semacam ini “siapkan diri kalian kita akan


menggelar operasi darurat” ucap ferdy memberikan sebuah kode  untuk memberikan tanda akan adanya operasai


penyerangan rahasia


Ferdy beralih menghubungi dylan berkali-kali tapi


tak kunjung mendapat jawaban


***


Di tempat dan waktu berbeda


“aku pulang duluan ya, mau temenin aira cek


mingguan” pamit dylan pada rekan kerjanya


“ya dylan, salam buat aira ya” balas rekan kerja


dylan


Dylan bergegas berjalan menuju parkiran tempat mobilnya


berada


“drrrrrrt”ponsel dylan bergetar


Dylan segera mengangkatnya “ya ris, ada apa?” Tanya


dylan


“tuan, kami dikejar orang tak jelas, saya gak berani


berhenti takut membuat den viko ketakutan” ucap haris memberitahukan kondisinya


Dylan begitu cemas “dimana kamu, aku akan segera


menyusulmu” Tanya dylan segera masuk mobil dan melajukan mobilnya


“saya kirim lokasinya tuan, dan saya akan menyalakan


GPS saya agar anda bisa melacak saya” balas haris


“ok, tenangkan viko sampai aku datang” ucap dylan


bergegas mempercepat laju mpbilnya agar bisa menyelamatkan anaknya itu


Haris menoleh ke belakang “ tenang ya tuan muda,


anda pasti akan baik-baik saja” ucap haris


“tapi viko takut om”seru viko


“papi tuan muda sedang perjalanan ke sini dan pasti


akan melindungi tuan muda dengan baik” ucah Haris menenangkan viko yang sedang


ketakutan


Dylan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tak


memperdulikan keadaan jalanan yang rami, yang fikirkan hanya bagaimana caranya


agar cepat sampai ke tempat dimana viko berada


***


Viko gemetar ketakutan “aaaakhhhh!” teriak viko


menutup telinganya dengan kedua tangan


“brugh brugh brugh” terdengar suara benturan mobil


yang terus menabrakan badan mobilnya ke badan mobil yang dinaiki viko agar


haris berhenti, tapi haris menguatkan tekadanya agar tak berhenti


“tenang tuan muda” seru haris terus menghindari


mobil yang mengejarnya


“braghhh” suara hantaman keras akibat mobil yang


mengejar haris dan viko terpental cukup jauh, beruntung tak sampai mengenai


mobil yang di tumpangi haris dan viko padahal jarak mereka sangat dekat


“ckiiiiit” terdengar suara mobil yang di rem


mendadak


Seseorang keluar dari mobil dengan langkah cepat


berjalan kea rah mobil yang menghadang viko dan haris


“keluar!” teriak dylan dari luar meminta penghuni


mobil keluar


Para penghuni mobil pun keluar langsung menghadang


dylan


“berani kau coba melukai anakku!”bentak dylan penuh


amarah


“hiaaaaak” para pria yang turun melawan dylan


Tapi dengan jumlah mereka yang hanya 4 orang di


tambah 3 orang dari mobil terpental tadi sama sekali bukan lawan dylan, dalam


hitungan menit dylan langsung bisa melumpuhkan mereka semua


Dylan menghubungi kantornya untuk meminta rekannya


datang menangkap orang0orang yang coba melukai anaknya


“papi” teriak viko berlari menghampiri dylan dengan


menangis senggukan


Dylan langsung memeluk viko mencoba menenangkan viko


yang sedang ketakutan


“tenang sayang, sekarang sudah taka pa” ucap dylan


mengusap punggung viko lembut


“viko takut banget pi” ucap viko dengan sesenggukan


karena viko menangis sedari tadi


Dylan terus memeluk viko sampai rekan-rekannya


datang


“ada apa dylan?” Tanya rasta yang bertugas memimpin


penangkapan orang-orang yang berniat melukai viko


“dia menghadang jalan anakku dan berkali-kali


menabrakkan badan mobil anakku agar mobil yang di tumpangi anakku berhenti”


balas dylan


“ya ampun” rasta langsung mengusap kepala viko “pasti


kau sangat ketakutan” ucap rasta


“maaf tuan saya gak bisa jaga tuan muda dengan baik”


“jangan bilang seperti itu ris, apa yang kamu


lakukan udah sangat membantu saya dengan tidak berhenti saat mereka terus


menekanmu” balas dylan


“oh ya lan, cepat kabari istrimu  pasti di khawatir banget kalau kamu gak ada


kabar kan kalian ada janji periksa hari ini bukan?” Tanya rasta yang memang


tahu rencana dylan untuk memeriksakan kandungan aira


“deg” dylan langsung teringat hal yang sangat


penting


“gawat” dylan langsung berlari kea rah para pria


yang sudah babak belur tak berbentuk itu mencengkeram kerahnya kuat”siapa yang


menyuruh kalian?” Tanya dylan kasar


Pria itu hanya diam saja tak menjawab “cepat jawab!”


bentak dylan


“tuan Kendra” balas pria tersebut lirih


Dylan melempar tubuh pria tersebut, berlari kearah mobil


dan mengambil ponselnya, barulah di situ terlihat banyaknya panggilan dari aira


dan ferdy “ya ampun” dylan langsung membuka pesan aira dengan gugup dan nafas


tak beraturan saking takutnya dengan keadaan aira


Mata dylan langsung terbuka lebar mendelik saat


membaca aira sedang di hadang dan ferdy yang menghadapi begitu banyak orang “sial!”


umpat dylan


Terdengar bunyi ponselnya penanda panggilan dari


ferdy “halo fer” ucap dylan saat mengankat ponselnya


“ya ampun tuan! Dari mana saja tadi!” teriak ferdy


kesal karena puluhan kali menelpon dylan tapi tak di tanggapi sama sekali


Dylan paham betul kekesalan ferdy “apa terjadi


sesuatu dengan istriku?” Tanya dylan langsung pada intinya


“pria bajingan itu menangkap nyonya tuan, maaf” ucap


ferdy


Dylan mengeratkan rahangnya menggeretakkan giginya


penuh amarah mendengar istri tercintanya di culik, ia memejamkan matanya


mencoba menahan amarahnya


“saya sedang mengejar mereka tuan, dan saya juga


sudah meminta rekan-rekan saya untuk bertindak, sekarang tuan susul saya saja,


saya kirim alamatnya” ucap ferdy menyadarkan dylan dari amarahnya


“ok” dylan langsung menutup ponselnya


Dylan menarik nafas alam mencoba menahan rasa yang


berkecamuk di dadanya berjalan menghampiri viko dan menampilkan wajah senyum


termanisnya “viko sayang, kamu pulang sama kak haris ke rumah nenek dan kakek


dulu ya” pinta dylan


“tapi viko masih takut pih” ucap viko kembali


memeluk dylan


Dylan mengelus kepala viko “papi kan harus nemenin


mami periksa adik kamu sayang, kasihan mama sudah nunggu dari tadi” dylan


berjongkok mensejajarkan tubuhnya  dengan


viko “kamu gak mau mami khawatir dan sedih kan?” Tanya dylan


Viko mengangguk “iya pih” balas viko


Dylan melirik haris “kamu antar viko ke rumah mertua


saya ya” pinta dylan


Haris mengangguk “iya tuan” balas haris


Dylan langsung berlari menuju mobilnya dan melajukan


mobilnya dengan kecepatan tinggi


Dylan menekan tombol panggilan untuk menelpon


sesorang “tut tut tut” dylan menunggu dengan cemas panggilan itu tersambung


“ada apa? Tumben sekali kau menelponku?” Tanya seorang


di telpon


“tolong bantu aku kali ini” pinta dylan dengan suara


isak tangis


Pria di seberang telpon mendengar suara tangisan


dylan langsung membenarkan posinya “ada apa? Kenapa kau seperti ketakutan?” Tanya


pria tersebut


“istriku di culil, jadi aku mohon dokter ken pinjamkan


anak buah dunia bawahmu padaku, polosi takan mungkin bisa membantuku kali ini”


ucap dylan yang tahu betul orang seperti apa Kendra jadi jika menggunakan dunia


hokum tak akan bisa menyelamatkan aira


Dokter ken membelalakkan matanya lebar “aira di


culik? Di culik siapa?” Tanya dokter ken


Prasetyo yang kebetulan ada di hadapan dokter ken


langsung merebut ponsel kakaknya itu “di culik siapa adik kesayanganku!” teriak


prastyo


“Kendra Abraham” balas dylan


“kau kirim saja di mana lokasimu, aku akan membawa


orang kakakku menyusulmu” ucap prastyo meyudahi panggilannya


Prastyo menatap kakakknya “kasih tahu anak buah


kakak itu, aku yang pimpin mereka sekarang” ucap prastyo


“kau yakin mau memimpin mereka semua, bukannya kau


tak suka berhubungan dengan dunia itu?” Tanya dokter ken


“ini untuk menyelamatkan adikku” ucap prastyo


bergegas keluar kantor kakakknya


Dokter ken hanya menggelengkan kepalanya melihat


kelakuan adiknya “cih bilang demi adiknya” kesal dokter ken tapi terbit senyum


simpul dari wajah dokter ken