
“sial!” umpat Ferdy berkali kali karena ketidak
berdayaannya
Kendra membawa aira masuk ke dalam mobil dan
meinggalkan ferdy begitu saja, tapi bukannya ferdy jika hanya diam saja. Ia
bergegas menyusul aira dan Kendra dan langsung menghubungi teman-teman anggota
khusus yang biasa menangani hal semacam ini “siapkan diri kalian kita akan
menggelar operasi darurat” ucap ferdy memberikan sebuah kode untuk memberikan tanda akan adanya operasai
penyerangan rahasia
Ferdy beralih menghubungi dylan berkali-kali tapi
tak kunjung mendapat jawaban
***
Di tempat dan waktu berbeda
“aku pulang duluan ya, mau temenin aira cek
mingguan” pamit dylan pada rekan kerjanya
“ya dylan, salam buat aira ya” balas rekan kerja
dylan
Dylan bergegas berjalan menuju parkiran tempat mobilnya
berada
“drrrrrrt”ponsel dylan bergetar
Dylan segera mengangkatnya “ya ris, ada apa?” Tanya
dylan
“tuan, kami dikejar orang tak jelas, saya gak berani
berhenti takut membuat den viko ketakutan” ucap haris memberitahukan kondisinya
Dylan begitu cemas “dimana kamu, aku akan segera
menyusulmu” Tanya dylan segera masuk mobil dan melajukan mobilnya
“saya kirim lokasinya tuan, dan saya akan menyalakan
GPS saya agar anda bisa melacak saya” balas haris
“ok, tenangkan viko sampai aku datang” ucap dylan
bergegas mempercepat laju mpbilnya agar bisa menyelamatkan anaknya itu
Haris menoleh ke belakang “ tenang ya tuan muda,
anda pasti akan baik-baik saja” ucap haris
“tapi viko takut om”seru viko
“papi tuan muda sedang perjalanan ke sini dan pasti
akan melindungi tuan muda dengan baik” ucah Haris menenangkan viko yang sedang
ketakutan
Dylan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tak
memperdulikan keadaan jalanan yang rami, yang fikirkan hanya bagaimana caranya
agar cepat sampai ke tempat dimana viko berada
***
Viko gemetar ketakutan “aaaakhhhh!” teriak viko
menutup telinganya dengan kedua tangan
“brugh brugh brugh” terdengar suara benturan mobil
yang terus menabrakan badan mobilnya ke badan mobil yang dinaiki viko agar
haris berhenti, tapi haris menguatkan tekadanya agar tak berhenti
“tenang tuan muda” seru haris terus menghindari
mobil yang mengejarnya
“braghhh” suara hantaman keras akibat mobil yang
mengejar haris dan viko terpental cukup jauh, beruntung tak sampai mengenai
mobil yang di tumpangi haris dan viko padahal jarak mereka sangat dekat
“ckiiiiit” terdengar suara mobil yang di rem
mendadak
Seseorang keluar dari mobil dengan langkah cepat
berjalan kea rah mobil yang menghadang viko dan haris
“keluar!” teriak dylan dari luar meminta penghuni
mobil keluar
Para penghuni mobil pun keluar langsung menghadang
dylan
“berani kau coba melukai anakku!”bentak dylan penuh
amarah
“hiaaaaak” para pria yang turun melawan dylan
Tapi dengan jumlah mereka yang hanya 4 orang di
tambah 3 orang dari mobil terpental tadi sama sekali bukan lawan dylan, dalam
hitungan menit dylan langsung bisa melumpuhkan mereka semua
Dylan menghubungi kantornya untuk meminta rekannya
datang menangkap orang0orang yang coba melukai anaknya
“papi” teriak viko berlari menghampiri dylan dengan
menangis senggukan
Dylan langsung memeluk viko mencoba menenangkan viko
yang sedang ketakutan
“tenang sayang, sekarang sudah taka pa” ucap dylan
mengusap punggung viko lembut
“viko takut banget pi” ucap viko dengan sesenggukan
karena viko menangis sedari tadi
Dylan terus memeluk viko sampai rekan-rekannya
datang
“ada apa dylan?” Tanya rasta yang bertugas memimpin
penangkapan orang-orang yang berniat melukai viko
“dia menghadang jalan anakku dan berkali-kali
menabrakkan badan mobil anakku agar mobil yang di tumpangi anakku berhenti”
balas dylan
“ya ampun” rasta langsung mengusap kepala viko “pasti
kau sangat ketakutan” ucap rasta
“maaf tuan saya gak bisa jaga tuan muda dengan baik”
“jangan bilang seperti itu ris, apa yang kamu
lakukan udah sangat membantu saya dengan tidak berhenti saat mereka terus
menekanmu” balas dylan
“oh ya lan, cepat kabari istrimu pasti di khawatir banget kalau kamu gak ada
kabar kan kalian ada janji periksa hari ini bukan?” Tanya rasta yang memang
tahu rencana dylan untuk memeriksakan kandungan aira
“deg” dylan langsung teringat hal yang sangat
penting
“gawat” dylan langsung berlari kea rah para pria
yang sudah babak belur tak berbentuk itu mencengkeram kerahnya kuat”siapa yang
menyuruh kalian?” Tanya dylan kasar
Pria itu hanya diam saja tak menjawab “cepat jawab!”
bentak dylan
“tuan Kendra” balas pria tersebut lirih
Dylan melempar tubuh pria tersebut, berlari kearah mobil
dan mengambil ponselnya, barulah di situ terlihat banyaknya panggilan dari aira
dan ferdy “ya ampun” dylan langsung membuka pesan aira dengan gugup dan nafas
tak beraturan saking takutnya dengan keadaan aira
Mata dylan langsung terbuka lebar mendelik saat
membaca aira sedang di hadang dan ferdy yang menghadapi begitu banyak orang “sial!”
umpat dylan
Terdengar bunyi ponselnya penanda panggilan dari
ferdy “halo fer” ucap dylan saat mengankat ponselnya
“ya ampun tuan! Dari mana saja tadi!” teriak ferdy
kesal karena puluhan kali menelpon dylan tapi tak di tanggapi sama sekali
Dylan paham betul kekesalan ferdy “apa terjadi
sesuatu dengan istriku?” Tanya dylan langsung pada intinya
“pria bajingan itu menangkap nyonya tuan, maaf” ucap
ferdy
Dylan mengeratkan rahangnya menggeretakkan giginya
penuh amarah mendengar istri tercintanya di culik, ia memejamkan matanya
mencoba menahan amarahnya
“saya sedang mengejar mereka tuan, dan saya juga
sudah meminta rekan-rekan saya untuk bertindak, sekarang tuan susul saya saja,
saya kirim alamatnya” ucap ferdy menyadarkan dylan dari amarahnya
“ok” dylan langsung menutup ponselnya
Dylan menarik nafas alam mencoba menahan rasa yang
berkecamuk di dadanya berjalan menghampiri viko dan menampilkan wajah senyum
termanisnya “viko sayang, kamu pulang sama kak haris ke rumah nenek dan kakek
dulu ya” pinta dylan
“tapi viko masih takut pih” ucap viko kembali
memeluk dylan
Dylan mengelus kepala viko “papi kan harus nemenin
mami periksa adik kamu sayang, kasihan mama sudah nunggu dari tadi” dylan
berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan
viko “kamu gak mau mami khawatir dan sedih kan?” Tanya dylan
Viko mengangguk “iya pih” balas viko
Dylan melirik haris “kamu antar viko ke rumah mertua
saya ya” pinta dylan
Haris mengangguk “iya tuan” balas haris
Dylan langsung berlari menuju mobilnya dan melajukan
mobilnya dengan kecepatan tinggi
Dylan menekan tombol panggilan untuk menelpon
sesorang “tut tut tut” dylan menunggu dengan cemas panggilan itu tersambung
“ada apa? Tumben sekali kau menelponku?” Tanya seorang
di telpon
“tolong bantu aku kali ini” pinta dylan dengan suara
isak tangis
Pria di seberang telpon mendengar suara tangisan
dylan langsung membenarkan posinya “ada apa? Kenapa kau seperti ketakutan?” Tanya
pria tersebut
“istriku di culil, jadi aku mohon dokter ken pinjamkan
anak buah dunia bawahmu padaku, polosi takan mungkin bisa membantuku kali ini”
ucap dylan yang tahu betul orang seperti apa Kendra jadi jika menggunakan dunia
hokum tak akan bisa menyelamatkan aira
Dokter ken membelalakkan matanya lebar “aira di
culik? Di culik siapa?” Tanya dokter ken
Prasetyo yang kebetulan ada di hadapan dokter ken
langsung merebut ponsel kakaknya itu “di culik siapa adik kesayanganku!” teriak
prastyo
“Kendra Abraham” balas dylan
“kau kirim saja di mana lokasimu, aku akan membawa
orang kakakku menyusulmu” ucap prastyo meyudahi panggilannya
Prastyo menatap kakakknya “kasih tahu anak buah
kakak itu, aku yang pimpin mereka sekarang” ucap prastyo
“kau yakin mau memimpin mereka semua, bukannya kau
tak suka berhubungan dengan dunia itu?” Tanya dokter ken
“ini untuk menyelamatkan adikku” ucap prastyo
bergegas keluar kantor kakakknya
Dokter ken hanya menggelengkan kepalanya melihat
kelakuan adiknya “cih bilang demi adiknya” kesal dokter ken tapi terbit senyum
simpul dari wajah dokter ken