
***
“mah, ayah mana?” Tanya ryan pada mamanya
Revina menarik ryan kepangkuan nya “ayah kerja buat apa sayang?” Tanya revina mengelus kepala puteranya
“buat beli makan ryan, buat pakaian ryan, sekolah sama semua kebutuhan ryan” jawab ryan dengan polosnya
“nah itu kamu tahu, kalau ayah sedang cari kerja untuk memenuhi semua kebutuhan ryan jadi jangan selalu mengeluh kalau ayah kerja sampai gak pulang” balas revina
“tapi ini sudah 1 minggu ayah gak pulang mah, biasanya paling lama kan 3 hari. Emang ayah gak kangen ryan” ucap ryan mengerucutkan bibirnya
“ya sudah kita telpon ayah ya” ucap revina mengambil ponselnya untuk menghubungi joff
“halo ayah” ryan melambaikan tangannya pada joff dari balik layar ponsel revina
“hai sayang, kok belum tidur?” Tanya joff
“kangen ayah, biasanya kan ayah nemenin ryan sebelum tidur” balas ryan
“kamu lihat sendiri kan ayah dimana?” Tanya joff mengitarkan layar ponselnya ke sisi ruangan
“di kantor yah” balas ryan yang tahu bentuk kantor ayahnya
“ayah sedang kerja buat ryan sayang, lihat deh sampai ayah gak bisa pulang karena sibuk berkerja” balas joff
Ryan menunduk lesu “maaf ya yah gara-gara ryan ayah jadi kecapean. Ryan gak akan minta beli apa-apa lagi deh yang penting ayah pulang” ucap ryan merasa bersalah
“ryan gak salah kok sayang, ini semua ayah lakuin karena ayah sayang ryan, jadi jangan sedih nanti kalau kerjaan ayah sudah longgar kita jalan-jalan deh” ucap joff
“beneran ya yah” sahut ryan
“iya sayang” balas joff
Ryan menoleh ke arah revina “tuh mah, ayah mau ajak kita jalan-jalan” ucap ryan semangat
“iya sayang” balas revina mengusap kepala ryan
Joff memutuskan pisah rumah dengan revina semenjak mendengar pernyataan revina pada viko. semenjak awal pernikahan joff sudah berusaha keras menjalani pernikahannya dengan sebaik mungkin tapi istrinya itu selalu menyalahkan dirinya atas kejadian di masa lalu karena kesalahan satu malam mereka yang berakhir dengan pernikahan.Joff begitu merasa tersiksa dengan revina yang selalu bilang tak mencintainya dan hanya mencintai viko
“ya sudah sayang tidur ya, biar ayah bacain cerita” ucap joff
“iya yah” ryan merebahkan tubuhnya di ranjang untuk mendengarkan cerita ayahnya sedangkan revina memegang ponsel agar mereka tetap bisa video call tanpa harus ryan memegang ponselnya
Tak butuh waktu lama joff mendongeng ryan pun tertidur pulas, setelah mendengar dengkuran halus dari ryan revina mengambil ponselnya dan berbicara pada joff
“ryan sudah tidur” ucap revina
“hemm, kalau gitu aku matikan” ucap joff
“apa kau tak mau pulang? Ini kan rumahmu” ucap revina yang memang menempati rumah yang dibeli joff
“rumah itu milikmu kan atas namamu” balas joff yang memang membeli rumah itu dengan nama revina
‘"tapi kau yang membeli “ balas revina
“sudahlah” joff tak ingin membahas lebih lanjut
“apa kau benar akan mengugat cerai aku?” Tanya revina karena joff bersungguh-sungguh kali ini, pengacara joff sudah datang ke rumah dengan berkas perceraian yang akan di urus joff membuat revina tak
percaya bahwa joff akan tega menggugat cerai dirinya padahal selama ini mereka selalu bertahan untuk Ryan
“bukankah ini yang kau inginkan?’ Tanya joff
“terus kamu mau apa? Kau selalu menyalahkan ku dan bilang tak mencintaiku dan juga masih mencintainya. Jadi aku harus apa, apa yang kau mau dariku?” Tanya joff tak tahu lagi harus apa menghadapi Revina
“itu” revina bingung mau berkata apa
“sudah lah, aku lelah” joff mengakhiri panggilannya sepihak
Revina hanya menghela nafas panjang menangkup wajahnya dengan kedua tangannya di sisi ranjang putranya
***
“ayah beneran gak mau ikut aku ke Indonesia?” Tanya ara
Ayah damian menggeleng “tidak nak, kamu ikut saja suamimu biar ayah di sini toh suami kamu sudah siapkan perawat untuk ayah” ucap ayah damian dengan suara terbata karena ayah damian yang baru mulai belajar
bicara lagi
“tapi ayah” ara masih tak rela
“tak apa sayang, kamu kan masih bisa ke sini untuk jenguk ayah. Lagian ayah asli orang sini jadi ayah ingin menghabiskan masa tua ayah di sini, di sana ada kenangan yang tak ingin ayah ingat ara” ucap ayah damian
“baiklah, ara gak akan maksa” ara akhirnya menerima keputusan sang ayah untuk tetap tinggal di Inggris tempat kelahiran sang ayah yang memang asli London
***
Viko menggandeng erat tangan ara dan saling melempar senyum “ara gak nyangka loh kalau mas punya jet pribadi” ara tak menyangka dengan kejutan demi kejutan yang di berikan suaminya untuknya selama 1 bulan jadi istri seorang viko mahardika
“bukan milik mas, ini punya mami hadiah ulang tahun dari papih” sanggah viko
“ya sama saja mas” kesal ara yang merasa sama saja karena punya orang tuanya berarti punya viko juga
“ya beda dong sayang, ini kan di beli untuk mami ya berarti punya mami” balas viko
“ya sudah deh” ara terpaksa mengiyakan
viko mengusap kepala ara lembut “mas emang gak punya jet pribadi tapi mas punya kapal pesiar pribadi sendiri loh, kapan-kapan kita kencan pake itu ya” viko mengusap lembut kening ara
“hadiah dari papi juga” ara ingin memastikan itu karena agar tak ada kesalahan lagi saat bicara, selama menjadi istrinya ara kini tahu sifat suaminya yang tak mau mengatakan pemberian orang tuanya sebagai miliknya
“bukan, itu mas beli sendiri. Selain jadi dosen mas juga punya beberapa bisnis di luar perusahaan keluarga” jelas viko
“wah mas hebat ya” ara takjub dengan suaminya yang ternyata punya bisnis sendiri
“tentu saja, itu makanya papi maksa mas buat ambil alih perusahaan. Ya walaupun sebenarnya mami hebat juga karena bisa ngembangin perusahaan papi tapi kan mami sudah tua jadi mungkin papi pengen mami istirahat” jelas viko
“nanti ara di ajarin biar hebat kaya mami aira ya mas” pinta ara
“iya sayang” balas viko
“boleh gak, kita coba gaya baru di pesawat” pinta viko dengan senyuman nakal ke arah ara
Ara memukul lengan viko dengan lembut “ apaan sih mas, malu ah” balas ara dengan wajah malu-malu
“kenapa malu? Mereka gak akan masuk kalau kita gak minta, disini ada kamarnya loh” ucap viko dengan berbisik di telinga ara
“tadi waktu mau berangkat kan udah” balas ara dengan wajah merona mengingat viko yang meminta jatah sebelum keberangkatan mereka pulang ke Indonesia
“yakan sering juga gak masalah sayang, biar viko junior gak coming soon terus dan agar tanggal launchingnya segera keluar” ucap viko dengan bisikan di telinga ara membuat ara makin bergidik
Viko langsung mengangkat tubuh ara untuk masuk ke dalam kamar “sudah ayo kita kerja keras buat bikin tanggal launching viko junior bisa di tetapkan” ucap viko
“ih mas ini loh” ara merasa malu dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya