Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
terkejut



“Rino!” teriak ayah subrata menatap tajam kearah putranya itu


Kak rino menoleh dengan perasaan tak menentu saat mendengar suara yang begitu familiar di telinganya “ ayah” gumam kak rino menelan salivanya kasar melihat semua keluarganya berada di tempat yang menempatkannya pada posisi sulit


“masuk!” ajak ayah subrata masuk ke dalam hotel dengan langkah besar memasuki hotel kasmir mendahului rino yang gelagapan dan gugup itu


Aira menghampiri kak rino dan menggandeng tangan kak rino masuk ke dalam “ayo masuk kak, kita sudah pesan tempat di dalam” ucap aira memberitahukan bahwa dirinya sudah memesan tempat makan di hotel sebelumnya


Aira melirik suaminya  mengkode agar mengajak orang yang baru kak rino temui “ayo kalian juga masuk” ajak Dylan pada 3 orang yang baru di di temuinya itu. keano, radit dan zeta mengikuti langkah keluarga aira


“aira” gumam kak rino menggenggam erat tangan aira takut akan reaksi ayahnya


“tenang kak, aira ada di samping kakak” ucap aira lirih memberikan dukungan kepada kakakknya yang sedang ketakutan itu


***


Di sebuah ruangan privat yang terbilang cukup besar , terdapat dua meja besar di sana.


Meja pertama duduk fahri, dino, raka dan rino yang berdampingan dengan aira yang duduk dalam satu meja


Sedangkan di meja kedua , ayah subrata, mama mardiana dan Dylan duduk berhadapan dengan keano, radit dan juga zeta


Suara hening tercipta di dalam ruangan,  walaupun mereka sudah berada di sana selama 5 menit. tapi Walaupun mereka sudah di sana selama 5 menit tapi tetap  terasa berjam-jam karena suasana ruangan yang terasa mencekam akibat tatapan tajam ayah subrata “ah, aira pesan makanan dulu ya yah” ucap aira berniat keluar ruangan untuk memanggil pelayan


“stop! Siapa yang suruh kamu keluar!” ucap ayah subrata dengan suara tinggi tanpa menatap aira, mata ayah subrata hanya tertuju pada kak rino membuat kak rino hanya menunduk tak berani menatap ayahnya


Aira ikut gugup melihat raut wajah ayahnya “iya yah, maaf” aira kembali duduk di kursi dekat dengan kakakknya


“bisa ada yang jelasin ada apa?” tanya ayah subrata menatap ke arah 3 orang yang baru ditemuinya itu


Keano membenarkan posisi duduknya “saya keano cavandra, dan disebelah saya ada radit adik pertama saya dan di sebelahnya adalah zeta cavandra adik bungsu saya” ucap keano memulai obrolan untuk mengenalkan dirinya dan kedua adiknya


Ayah subrata tampak mendengarkan sambil melipat tangannya di dada dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi


“tadi awalnya adik kami membohongi kami tentang hubungannya dengan dia, adik saya awalnya bilang kalau dia adalah calon suamiya dan ayah dari anak yang ia kandung ” keano melirik kearah rino


“dan ternyata itu tak benar akibat pertanyaan yang diberikan anak anda pada adik saya “ jelas keano pada ayah subrata “tapi saat saya mengetahui adik saya berbohong dan saya yang  ingin mendidik adik kami, dia marah dan


bilang akan menikahi adik kami” balas keano


Ayah subrata melirik tajam rino “apa kau fikir pernikahan adalah sebuah permainan!” bentak ayah subrata menunjuk kearah rino


kak rino mencoba mengatur deru nafasnya yang gugup akibat bentakan ayahnya  “rino Cuma gak tega saja yah, dia akan dipukul  hanya karena tak mau di jodohkan” balas rino lirih dan tetap dalam kondisi menunduk


“tapi bukan seperti ini caranya rino!” bentak ayah subrata


“maaf yah” rino tetap menunduk tak sanggup menatap wajah ayahnya


Ayah subrata melirik ke arah zeta “siapa namamu?” tanya ayah subrata


“nama saya zeta cavandra om” balas zeta mencoba bersikap biasa saja walaupun di dalam hatinya ia sangat gugup


Ayah melirik kenao, radit dan zeta bergantian sambil menyunggingkan senyumnya “ah kalian anak roland cavandra si cecunguk itu?” tanya ayah subrata melirik ke 3 saudara di hadapannya itu


Keano, radit dan zeta menengok ke arah ayah subrata menautkan kedua alisnya “anda mengenal ayah kami?” tanya radit


“ah tentu saja aku mengenalnya dengan baik. Sangat baik malahan . Kau telpon ayahmu sekarang. Bilang padanya subrata mailans datang mencarinya” pinta ayah subrata


“baik” balas radit langsung menelpon ayahnya sesuai permintaan ayah subrata


Radit mengusap ponselnya menghubungi ayahnya, meletakkan ponselnya di pipi “ayah” panggil radit saat telponnya tersambung


“ sudah yah” balas radit


“ya sudah, bawa adikmu  pulang ke rumah sekarang” pinta tuan roland


“ zeta sudah bersamaku dan kakak. Tapi gini yah, ada orang yang meminta ayah datang kemari, kata dia namanya subrata mailans, dan dia bilang mengenal ayah dengan baik ” ucap radit


Tuan roland langsung membelalakkan matanya lebar “siapa?” tanya tuan roland


“subrata mailans” ulang radit


“dimana? Kalian dimana sekarang? ” tanya roland cavandra ayah keano, radit dan zeta itu


“di hotel kasmir” balas radit


“baik, ayah akan segera kesana” tuan roland langsung menutup telponnya dan bergegas menuju ke hotel kasmir


Ayah subrata menatap radit “gimana? Dia datang?” tanya ayah subrata


“iya, katanya dia akan segera kesini” balas radit menyimpan ponselnya


“baik sebelum dia datang, ada yang ingin aku pastikan” ucap ayah subrata menatap keano, radit, zeta dan rino bergantian


“sejak kapan kalian saling mengenal?” tanya ayah subrata


“ba… ru…. san, barusan saja kami bertemu ”balas rino terbata


Ayah subrata melirik kearah zeta “siapa nama ibumu?” tanya ayah subrata


“diandra arfansya . namanya diandra arfansya” balas zeta sedikit bingung dengan pertanyaan ayah subrata


Mata ayah subrata mulai mengembun mendengar nama itu “dimana ibumu sekarang?” tanya ayah subrata


Zeta menatap tak percaya tentang pertanyaan ayah subrata “ ibuku sudah meninggal . dan itu sudah 15 tahun lalu “ balas zeta sedih mengingat ibunya di bahas "kenapa anda bertanya tentang ibu?" tanya zeta


Ayah subrata mengepalkan tangannya erat dan mengeratkan rahangnya  mendengar mama zeta, Diandra Arfansya  sudah meninggal


Ibu mardiana melihat suaminya sedang menahan  amarah, dan begitu tahu situasi antara suami dan ibu dari  zeta, ibu mardiana menggenggam tangan ayah subrata erat  “tenangkan dirimu yah” pinta ibu mardiana


Anak-anak ayah subrata bingung melihat reaksi ayah mereka yang begitu marah mendengar berita kematian orang yang sama sekali mereka tak tahu siapa


Aira melirik ke arah ibu mardiana “ayah kenapa bu?” tanya  aira penasaran menggunakan bahasa


bibir


Ibu mardiana menghela nafas kasar “Diandra itu mantan tunangan ayahmu dulu” seru  ibu mardiana agar semua orang di sana mendengarnya


“apa?!” tanya semua orang yang ada di sana dengan kompak karena terkejut dengan pernyataan ibu mardiana bahwa ibu dari orang yang baru pertama kali di temui mailans bersaudara itu adalah mantan tunangan ayah mereka. dan ibu mereka mengetahuinya dengan jelas


Ibu mardiana menghela nafas panjang  “diandra itu adalah tunangan ayah, mereka berdua di jodohkan sejak kecil oleh orang tua mereka . Tapi seminggu sebelum pernikahan mereka di adakan,  diandra meminta pernikahan di batalkan” jelas  ibu mardiana


“kenapa?” tanya zeta ikut penasaran dengan kisah ibunya dan pria yang baru ia temui itu


“karena ayahmu menghamilinya di saat pernikahanku dengan ibumu  tinggal menghitung hari ” balas ayah subrata dengan suara lantang


“brak!” terdengar suara pintu terbuka dengan  kasar


“kakak!” teriak roland cavandra dengan suara nafas memburu karena berlari dengan tatapan memohon ke arah ayah subrata