Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Datang untuk melamar (season 2)



***


Askar dan syakia berlutut dengan ketakutan karena pandangan mata yang begitu menusuk ke arah mereka berdua


“pih” panggil syakia lirih


“diam kamu!” bentak papi frans


“maaf om” pinta askar lirih


“kamu pikir dengan maafmu bisa mengembalikan putriku seperti semula hah?!” bentak papi frans


melihat luapan emosi papi frans, Askar hanya mampu diam tak bisa menjawab sepatah kata pun


seorang wanita berusia tiga puluhan berjalan dengan tergesa-gesa ke arah tuan rumahnya “maaf tuan, ada tuan viko dan tuan arka datang” ucap pembantu rumah syakia


“suruh mereka masuk” pinta papi frans tanpa mengalihkan pandangannya ke arah syakia dan askar


Viko dan arka bergegas masuk ke dalam ruang keluarga rumah syakia


“syakia” panggil arka lirih melihat kondisi syakia yang sedang berulutut di hadapan papi frans dan di sebelahnya ada askar


“kakak” rengek syakia ingin berlari ke arah arka


"diam kamu, jangan bergerak!” bentak papi frans


“ada apa ini sebenarnya om? Kok syakia dan askar berlutut seperti itu?” Tanya viko tak paham karena belum diberi kabar apapun oleh papi frans saat di minta datang ke rumah keluarga syakia


Papi frans menunjuk askar “adik kamu yang kurang ajar ini sudah berani menodai anak gadis saya!” kesal papi frans dengan nada berapi-api


“hah?” mulut viko langsung menganga lebar


askar melirik syakia, matanya memicing kala melihat tanda merah di sekujur leher syakia “kurang ajar” arka langsung mencengkeram kerah askar dan membogem mentah askar


Viko hanya diam saja tak berani melerai karena memang posisi adiknya yang salah. viko tak ada keberanian membela adiknya walaupun sebenarnya hatinya tak rela jika adiknya di pukul orang


Papi frans membiarkan askar di hajar oleh arka, ia menatap viko tajam “aku tak menyangka anak dylan sampai mampu berbuat  seperti ini, dia benar-benar mencoreng muka papimu, memandang kebaikan mamimu aku masih bisa mentolerir ini, tapi keluarga kalian harus melamar anaku besok, aku gak mau ya


kabar ini sampai ke luar dan mencoreng nama baik anak gadisku satu-satunya” ucap papi frans dengan suara tinggi


“iya om” balas viko


“pih, Tanya askar dulu mau nikahin anak kita jangan setelah nikah nantiujung-ujungnya  mereka cerai pih” ucap mami gisel tak mau jika pernikahan anaknya akan bertahan sebentar dan berujung perceraian


papi frans melirik asakr tajam “berani gitu, aku gorok lehernya” ancam papi frans membuat askar kesulitan menelan salivanya saking takutnya


Askar yang sudah tidak di pukuli arka, karena arka yang  kelelahan pun langsung menjawab


dengan lirih “saya pasti tanggung jawab dan nikahi syakia om” ucap asakr dengan sisa-sisa suara yang ia miliki


Viko hanya menghela nafas panjang ke arah adiknya


***


Viko membantu memapah askar karena  tubuh askar yang sudah tak berbentuk dengan banyak luka lebam di tubuhnya


viko dan askar berjalan masuk ke dalam rumah “mih” panggil viko


Mami aira menghampiri viko “ya ampun askar” mami aira berlari ke arah anak-anaknya untuk melihat askar yang dalam kondisi luka lebam


“adik kamu kenapa?” Tanya mami aira begitu khawatir melihat keadaan askar


“kita bicara di ruang keluarga saja mih” viko membawa askar duduk disofa  ruang keluarga


“sudah pada tidur, ini kan sudah malam” viko melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11.30 malam


“suruh mereka semua bangun mih, ada yang perlu viko bicarain dan  ini penting” ucap viko


“ada apa sih viko?” Tanya mami aira bingung


“bangunin saja mih” pinta viko


Mami aira melaksanakan permintaan viko untuk membangunkan semua anggota keluarga dan berkumpul di ruang keluarga


“huaaaaam” papi dylan menguap karena masih mengantuk “apaan sih viko, bangunin tengah malam gini? Papi masih ngantuk” papi dylan memejamkan matanya, menyandarkan kepalanya di bahu mami aira  karena masih mengantuk


“besok pagi kita semua harus ke rumah syakila dan lamar dia untuk askar” ucap viko memulai obrolan


“apa?!” teriak kaget semua orang, membuat kantuk mereka langsung sirna begitu saja


“kamu apaan sih viko main asal suruh lamar anak orang” mami aira melirik askar “dia kan gak suka sama syakia” ucap mami aira


“suka gak suka dia tetap harus nikahi syakia mih, jadi kita semua harus datang lamar syakia besok” balas viko


“kok kamu main asal maksain sesuatu ke adik kamu? askar kan gak cinta sama syakia viko, gimana nasib pernikahan mereka kalau menikahnya terpaksa” Tanya papi dylan


Viko menatap tajam adiknya “ ya dia sendiri yang bikin perkara jadi dia harus tanggung jawab lah” ucap viko lantang di telinga adiknya dan adiknya hanya diam menunduk tak berani membalas kata-kata kakaknya


mami aira mengagkat kedua tangannya sebatas dagu “tungu-tunggu” mami aira mulai menelisik tubuh askar yang babak belur dan ucapan viko untuk melamar syakia besok


"jangan bilang kamu berbuat kurang ajar sama syakia?" tanya mami aira


"maaaf mih" balas askar dengan masih menundukan kepalanya


"askar!" teriak mami aira kesal pada anaknya itu


“kamu tidur sama syakia?!” teriak eila dengan membelalakan matanya lebar


Askar hanya diam menunduk tak menjawab pertanyaan eila


“askar!” mami aira memukul askar dengan bantal “kok kamu gitu, mami gak pernah ajarin kamu kaya gitu” kesal mami aira


Papi dylan tentu saja terkejut bukan main dengan anaknya “gimana bisa kamu gitu? katanya kamu gak suka syakia?” Tanya papi dylan


“askar gak mau syakia ninggalin askar pih” balas askar


“tapi gak gitu juga caranya  askar” kesal papi dylan


Mami aira melirik ara dengan tatapan bersalah  “sepertinya acara pesta pernikahan kalian harus di tunda dulu deh “ ucap mami aira tak enak hati pada menantunya, padahal semua pernak-pernik pernikahan sudah siap bahkan gaun pun sudah siap


“gak papa kok mih kalau mengadakan pesta pernikahan askar dulu, lagian ara kan lagi hamil, jugaan pas acara mungkin gaun ara sudah gak muat karena ara makan banyak” sahut ara


“jangan khawatir ara, mami pasti akan gelar acara pernikahan yang terbaik nanti” ucap mami aira


“iya mih ara tunggu” balas ara tersenyum ke arah mami aira agar mami aira lebih tenang


“untung kamu punya kakak ipar pengertian, setidaknya kita gak perlu mkirin gedung dan lain-lain karena memang harusnya pesta pernikahan kakak bulan depan dan untung saja kemarin kakak nunda cetak


undangan karena masih bingung sama desain undangannya” ucap viko


Askar melirik ke arah ara “maaf ya kakak ipar, askar janji nanti acara pesta kakak akan askar buat yang terbaik deh” balas askar


Oma Diana menjitak kepala askar keras “dasar cucu sableng” kesal oma Diana


“maaf oma” lirih askar pada oma dan seluruh anggota keluarganya