Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
penyesalan selalu datang di belakang



***


Sita memegang perutnya yang sakit “tolong lepasin saya, saya mau melahirkan” ucap sita dengan nada memohon


“saya akan membantumu melahirkan” ungkap seorang


wanita paruh baya


sita melirik ke arah wanita paruh baya tersebut “siapa anda?” Tanya sita


“kalau pengen anak anda selamat tinggal ikuti arahan saya” ungkap wanita paruh baya tersebut


Mau tak mau sita mengikuti arahan wanita paruh baya tersebut untuk melahirkan anaknya


“oek oek oek” terdengar suara tangis bayi


sita menatap haru kelahiran anaknya. wanita paruh baya tersebut membersihkan anak sita dan menyerahkan pada sita


Sita memeluk erat anaknya setelah di bersihkan, sita kemudian memberikan asi pertamanya untuk anaknya


“anak mommy” gumam sita mengelus wajah putranya


itu


“apakah sudah selesai kamu menyusuinya?” suara baritone seorang pria mengagetkan sita


“kau?" sita begitu terkejut dengan pria yang ada di hadapannya


“ambil bayi itu darinya” pinta pria tersebut pada salah seorang yang mengikutinya


“mau kau apakan anakku kak vino?” Tanya sita dengan suara lirih karena tenaganya yang kembali setelah proses melahirkan


“jangan khawatir, akan ku kembalikan dia pada ayahnya” balas vino dengan tersenyum devil


“apa maksudnya ini kak?” Tanya sita tak mengerti kenapa vino menculiknya dan memisahkan dirinya dari putra yang baru saja ia lahirkan


“aku ingin kamu” balas vino


“apa?” sita begitu terkejut dengan pernyataan vino


“ya aku menginginkanmu, aku sudah jatuh cinta padamu sejak kita masih remaja sita, aku tidak rela kau bersama orang lain” seru


vino


“jangan gila kamu kak, aku sudah menikah” seru sita


“aku memang gila, gila karena mencintaimu. Awalnya aku ingin bawa anak kamu juga tapi setelah aku pikir-pikir itu tak perlu.


aku akan memberikan kamu banyak anak” ucap vino dengan seringai liciknya


Vino meninggalkan sita dengan tertawa kencang membawa bayi sita menjauh dari sita yang terus meronta tak ingin di pisahkan dari putranya


***


Setelah mendapat kabar dari kakaknya benar saja


bahwa vino lah yang membawa istrinya, prastyo bergegas menyusul lokasi dimana


sita di bawa “awas saja sampai kau menyentuh istriku” kesal prastyo pada laki-laki yang bernama vino


Prastyo dan para anak buahnya memasuki sebuah gedung tua “cari anak dan istriku” seru prastyo pada para anak buahnya


“oek oek oek” terdengar suara tangis bayi


Prastyo bergegas menghampiri sumber suara “anakku” prastyo melihat seorang bayi kecil terbaring seorang diri menangis tanpa ada siapapun di sana


Prastyo mengambil secarik kertas yang berada tak jauh dari bayi tersebut


“aku kembalikan anakmu, aku hanya butuh sita. Aku


bisa memberikan bayi yang lebih baik dan tampan serta cantik untuknya” setelah membacanya prastyo meremas kasar surat tersebut


Prastyo membuang kasar kertas tersebut ke sembarang arah “kurang ajar” sentak prastyo


“oek oek  oek” bayi tersebut terus menangis, prastyo coba menenangkannya


“lebih baik kita bawa anak anda ke rumah sakit dulu untuk di beri perawatan setelah itu kita lacak keberadaan nyonya tuan”


ucap roger


Dengan terpaksa prastyo menuruti ucapan roger karena memang kondisi anaknya yang kurang baik, saat di tinggalkan anaknya hanya


tertutup satu selimut tipis dan di biarkan seorang diri


Prastyo menangis mengecupi bayi mungil di tangannya,


tak lupa ia menutupi bayi mungil tersebut dengan selimut yang ada dalam mobil agar membuat putranya tidak kedinginan


“maafin daddy sayang, daddy akan bawa mommy kamu untuk menemanimu” ucap prastyo memeluk bayi mungilnya agar tetap hangat


Prastyo masuk rumah sakit dengan langkah cepat


menghampiri kelurganya yang standby di rumah sakit


“mah titip putraku dulu” ucap prastyo langsung menyerahkan


“sita mana nak?” Tanya mama Katrina mengedarkan pandangannya ke sekitar


“tyo belum tahu mah, tyo masih mencarinya ” prastyo mengecup pipi putranya pelan


“titip putraku ya mah” prastyo menatap kedua


mertuanya dengan membungkukkan kepalanya tanda hormat


“maafkan tyo dad dan mom karena gak bisa jaga sita dengan baik, tyo pasti akan bawa sita kembali dengan selamat” ungkap tyo


“iya tyo, kami pasti akan selalu doakan kamu berhasil bawa sita kembali” balas david


***


Sita yang masih dalam keadaan lemas di paksa harus ke luar negeri oleh vino duduk di kursi dekat jendela “harusnya kakak gak lakuin ini “ ucap sita lirih


“kakak tuh cinta sama kamu sita” balas vino


“apakah cinta jika kakak melukaiku, kakak menyiksaku dengan memindahkan aku dari bayi yang baru saja aku lahirkan ” ucap sita


“bukankah sudah kakak bilang, kakak akan memberikan bayi yang lebih baik untukmu nanti” sahut vino


“kakak pikir suamiku akan melepaskan kakak?”


Tanya sita dengan menyunggingkan senyumnya


“aku tidak takut dengannya” balas vino


“apa yang kakak lihat dari suamiku selama ini adalah tampilan luarnya karena diriku. Dan jika kau mengusikku kakak hanya akan


membangunkan singa yang tertidur” ungkap sita


“dan maaf kak, aku gak akan bisa menyelamatkan kakak walaupun aku memohon pada suamiku” tambah sita


“itu kalau dia menemukan kita, kita ini di luar negeri sita bukan di Indonesia” balas vino


“kakak meremehkan  kemampuan suamiku rupanya” sita berdecak “jangan lupakan darahku kak,


aku keturunan wiraatmadja dan menantu keluarga Arsello”


sita menatap tajam vino


“kakak salah pilih lawan” ucap sita dengan nada rendah tapi terkesan tegas


***


Prastyo sedang menyandarkan punggungnya di sandaran sofa di


sebuah markas berisi kumpulan laptop dan para orang yang sibuk mengotak atik papan keyboard di laptop yang banyak itu


“tidur dulu tyo, kau sudah 2 hari tak tidur” ucapdokter ken menepuk bahu adiknya


“bagaimana aku bisa tidur kak, istriku saja tidak tahu di mana” balas tyo


“kita pasti bisa menemukannya, kakak sudah minta semua kenalan keluarga kita untuk membantu dan keluarga sita juga turun tangan,


dylan juga bantu kita melalui tentara bayaran  yang ia kenal tinggal menunggu waktu pasti sita ketemu" ungkap dokter


ken


“andai aku kekeh untuk tinggal di rumah saat itu kak, pasti aku bisa melindungi istriku” ungkap prastyo


“itu bukan kesalahanmu, mana kamu tahu kejadian seperti ini akan ada” balas dokter tuan


“tuan” panggil roger memberi hormat


“saya sudah menemukan keluarga pria itu dan sudah menyuruh orang mengurung mereka” ucap roger


“bagus, kamu jaga mereka dengan baik agar bisa menekan sih dokter gadungan itu” ucap prastyo


“baik tuan” balas roger


“drrrrttt” ponsel prastyo berbunyi


“halo dylan” sapa prastyo


“aku sudah dapat kabar dari ferdy kalau pesawat yang di tumpangi sita ada di Rusia, aku sudah minta kenalan kak david buat


sisir lokasi dan cari lokasi pasti istrimu di sembunyikan di sana. Kamu siap-siap terbang dengan anak buahmu ke rusia “ ungkap dylan


“terima kasih banyak dylan, aku berhutang budi padamu” balas prastyo


“jangan bilang begitu, kau juga selalu melindungi istriku jadi aku dengan sukarela membantumu karena kita keluarga” balas dylan


“kalau begitu aku akan segera bersiap ke rusia” tyo mengakhiri panggilannya


prastyo menoleh ke arah kakaknya


“tolong titip putraku ya kak, aku akan menjemput istriku” ungkap prastyo pada kakaknya


“kami pasti akan jaga anakmu dengan baik, sekarang cepat susul istrimu” balas dokter ken menepuk bahu prastyo