
***
prastyo berhenti di sebuah pintu yang ia tahu jelas itu kamar sita karena ada nama sita di balik pintu dengan ornamen-ornamen bungan sebagai penghias pintu kamarnya “tok tok tok” prastyo mengetuk pintu kamar sita pelan
“sayang buka pintunya” pinta prastyo
“pergi sana! Om gak cinta sita” teriak sita menghapus air matanya tapi lagi-lagi air mata itu masih tetap mengalir
“jangan bilang gitu sayang, om cinta banget sama kamu” balas prastyo merayu sita yang sedang mode ngambek
“bohong! buktinya om gak mau sentuh sita tadi ” balas sita
“om gak sentuh kamu justru karena sangat mencintai kamu, bagaimana mungkin om menyentuh kamu tanpa ikatan sayang” prastyo menghela nafas “ apa lagi kamu dalam kondisi pengaruh obat, bagaimana
om manfaatin keadaan kamu untuk seperti itu, om gak mau bikin kamu menyesal” ucap prastyo lirih
“tapi sita sayang om, dan sita gak masalah kalau om sentuh sita, kan itu om lakuin buat nolong sita“ balas sita
“om juga sayang kamu sita, makanya om gak mau menyakiti kamu sedikitpun, om sayang banget sama kamu dan hanya kamu, makanya om menjaga kamu dengan berhati-hati dan membuat orang tua
kamu merestui hubungan kita dengan jalan yang benar agar nantinya tak ada katanya penyesalan saat mereka memberika restu untuk kita ” seru prastyo
sita mencoba mencerna semua ucapan prastyo dan memang benar apa yang di katakan prastyo, tapi bibirnya seakan kelu untuk membalas ucapan prastyo
Tak ada tanggapan sita sama sekali sampai beberapa menit berlalu “kalau sita gak ingin menikah lagi dengan
om ya sudah om akan bilang ke orang tuamu kalau kamuu sudah tak ingin menikah dengan om lagi” ucap prastyo melangkah menjauh dari kamar sita
Sita langsung beranjak dan berlari untuk membuka pintu “masa baru beberapa menit saja om sudah menyerah
padahal sita nunggu sampai empat tahun loh” kesal sita dengan nafas memburu karena prastyo yang beranjak pergi
Prastyo menghentikan langkahnya memyunggingkan senyumnya bergegas berbalik dan melangkah cepat menghampiri sita dan memeluknya “aku sangat mencintaimu sita, sangat-sangat dan sangat sampai
tak ingin melakukan kesalahan kecil yang bisa membuatmu jauh dariku” ucap prastyo
Sita membalas pelukan prastyo “sita juga cinta om” balas sita mengeratkan pelukannya
***
Riska dan aira bertandang ke rumah david dengan senyum mengembang setelah mendapat kabar dari prastyo bahwa rencana pernikahan prastyo dan sita sudah di setujui oleh david dan lina
“yuk ra cepetan masuk” ajak riska semangat 45 masuk ke dalam kediaman keluarga wiraatmadja
“sabar kak” balas aira membawa beberapa paper bag dan album foto dekorasi pesta pernikahan yang aira bawa dari perusahaan WO milik keluarganya
aira dan riska berjalan masuk dengan senyum yang senantiasa terukir di wajah mereka “kak lina” sapa aira memeluk lina saat memasuki rumah keluarga wiraatmadja
“hai ra, riska” setelah lina memeluk aira lina bergantian memeluk riska
riska mengurai pelukannya “aku seneng sekali sita akan jadi adik iparku” ucap riska meluapkan rasa bahagianya
lina mengajak riska dan aira untuk duduk di sofa ruang tamu rumahnya “gimana ceritanya loh kak, sampai kak david setuju kak tyo nikah sama sita?” Tanya aira semangat
Lina menceritakan detil cerita kenapa david memilih setuju pernikahan sita dan prastyo dengan sejelas-jelasnya
tanpa menguranginya sedikitpun
“aku gak nyangka adik iparku bisa berubah sebanyak itu loh” ucap riska bangga terhadap perubahan besar di diri prastyo
“iya, aku juga gak nyangka itu semua” balas lina
“oh ya keluargamu beneran kan gak ngelarang sita kerja? Secara sita anak kami satu-satunya tentu saja perusahaan itu akan jadi miliknya nanti jadi dia harus terbiasa mengurus perusahaan “ Tanya lina
“tentu saja gak masalah, coba kamu lihat aku, bukankah aku masih bisa bekerja” ucap riska menunjuk dirinya yang memang masih bisa bekerja atas izian suaminya “tapi tentu saja dengan catatan keluarga adalah focus utama dalam kamus keluarga kami, suamiku sangat membantuku mengelola perusahaan, dan prastyo juga pasti akan membantu sita mengelola perusahaan dengan baik dan membimbingnya, kamu tahu kan kemampuan
adik iparku itu” ucap riska membanggakan prastyo
lina mengangguk mengiyakan, karena dirinya pernah dengar dari david kalau prastyo membuatnya kewalahan untuk menolak bekerjasama karena setiap proyek yang di tangani prasty mendapat untung besar dan cukup berhasil “oh ya sita mana kak, kami mau lihatin gaun sama dekor acara pernikahan mereka, aku mau Tanya selera dia dan nanti aku yang akan mengurusnya agar tidak merepotkan sita” ucap riska
“dia tadi masih telponan sama tyo, masih ngambek dia gara-gara tyo langsung berangkat ke Australia untuk
urusan bisnis padahal baru semalam mereka di setujui untuk menikah” balas lina
“Australia?” Tanya riska mengerutkan keningnya
lina melihat raut wajah riska yang tak biasa “kenapa?” Tanya lina
Riska menggelengkan kepalanya “enggak” balas Riska tersenyum mencoba menutupi apa yang sedang di rasakannya
Aira juga melihat raut wajah Riska, mendengar kata Australia tentu aira paham apa yang di takutkan riska “kakak lihat-lihat dulu biar ada masukan kak” ucap aira menyerahkan album dekor pesta untuk di bahas bersama-sama
setelah sita datang bergabung Pembahasan pernikahan pun terjadi cukup lama, karena antusias riska dan lina yang ingin pesta terbaik untuk sita dan prastyo
“kak, sita kami pulang ya, nanti kalau ada perubahan bilang saja, biar aku sesuaikan” ucap riska
“iya kak, nanti aku akan kabari kakak kalau ada perubahan” balas sita yang sudah mulai memanggil riska dengan sebutan kakak karena riska adalah calon kakak iparnya
“ya sudah kami pulang ya” pamit riska
Riska akan masuk kursi kemudi tapi aira melarangnya “biar aira saja yang bawa mobil” ucap aira mengambil alih kemudi dan riska yang memang dalam kondisi kurang baik menuruti keinginan aira
Riska termenung dengan pikirannya “kakak mikirin kak Jonas ya?” Tanya aira
riska terkekeh “kamu tahu banget isi pikiran orang ra” sahut riska
“tentu saja aira tahu, kalian kan orang terdekat aira jadi aira tentu tahu apa yang kalian khawatirkan” balas aira
“kakak takut ra, gimana kalau mereka ketemu dan kak Jonas gak mau lepasin tyo lagi kaya dulu? kamu tahu sendiri gimana kak jonas ngejer tyo dan ngiket dia selama 6 tahun padahal jelas-jelas tyo udah ngerusak adik kandungnya" riska menghela nafas panjang " Kamu juga tahu sendirikan? kenapa aku bisa maafin tyo. salah satunya karena kakakku lah yang rusak tyo” ucap riska menyampaikan isi di pikirannya
“bukannya kak Jonas sekarang dekat dengan sekertarisnya itu?” Tanya aira yang pernah mendengar kedekatan jonas dan sekertarisnya dari mulut riska sendiri
“entahlah ra, memang mereka dekat tapi aku gak tahu sedekat apa, aku benar-benar cemas ra kalau mereka ketemu lagi, biasanya kalau ke Australia mas ken selalu suruh orang gantiin tyo, kenapa kali ini enggak” ucap riska yang khawatir mereka akan bertemu walaupun hal itu tidak pasti