
***
Aira dan Kendra menuju daerah pinggiran kota di daerah jawa barat, tempat yang terkesan cukup sepi , banyak pohon besar dan jauh dari akses jalan raya
Aira sangat ketakutan menautkan kedua tangannya menahan gemetar di tubuhnya “kakak bawa aku kemana?” Tanya aira lirih, tak tahu daerah mana yang jadi tempat tujuan kendra sedari tadi
Kendra tersenyum devil yang nampak jelas dari pantulan cermin yang ada di hadapannya “ke tempat dimana kamu akan bertemu sang pencipta” balas Kendra tersenyum
Mata aira seakan melompat keluar mendengar penuturan Kendra, ia memegang perut buncitnya dan terus melantunkan doa agar ia dan anaknya di selamatkan dari iblis berwujud manusia yang ada di sampingnya “jangan sakiti aku dan anakku kak” pinta aira lirih
“jangan khawatir, untuk sekarang tidak akan tapi nanti”kendra menoleh ke arah sekilas " beda cerita lagi" balas Kendra dengan senyum smirknya
sesampainya di sebuah bangunan tua yang sudah terbengkalai Kendra membawa aira turun dari mobil dan membawa aira ke bangunan tua yang terbengkalai tersebut
“kakak lepasin aku” rengek aira saat kendra menariknya paksa untuk masuk ke dalam bangunan tersebutb
Kendra tak memperdulikan ucapan aira, menghempas aira di sebuah kursi dan mengikat tangan dan kakai aira agar tak lari
kendra mengambil ponselnya untuk menekan nomor seseorang yang sangat ingin ia hubungi
“hai” sapa Kendra melambaikan tangan karena dirinya yang sedang melakukan video call
“bangsat!! Dimana istriku!” teriak dylan penuh dengan amarah saat mengangkat telpon Kendra
Kendra mengarahkan layar ponselnya kearah aira “abang tolongin aira, aira takut” rengek aira saat melihat dylan ada di layar ponsel kendra
Kendra kembali mengarahkan ponsel ke arahnya “tuh istrimu” balas Kendra tersenyum
“jangan coba-coba sakitin istriku atau kau akan tau akibatnya!” bentak dylan
Kendra terkekeh “kau fikir apa yang aku takutkan lagi” Kendra menatap tajam kearah dylan
“kau yang membuatku melakukan tindakan ini, kau telah menghancurkan hidupku” bentak Kendra dengan suara tinggi berapa oktaf
“kalau kau ingin balas dendam padaku jangan libatkan istri dan anakku” pinta dylan
“hahahaha” Kendra tertawa lantang
kendra memiringkan wajahnya menatap nanar dylan yang ada di layar “jika hanya kau yang aku balas tentu tidak seru” Kendra langsung mematikan sambungan telponnya membuat dylan makin tak karuan
“sial!” umpat dylan memukul-mukul setir mobilnya
Kita tinggalkan dylan yang sedang bingung tak karuan ya
Ferdy yang terus mengikuti Kendra dari jauh berhenti di tempat tak jauh dari tempat aira di sekap, ferdy mengamati dari balik pohon “ternyata dia gak main-main menangkap nyonya” gumam ferdy mengamati kondisi tempat penyekapan aira yang ada beberapa orang berada di beberapa titik untuk mengawasi tempat tersebut
Ferdy menghubungi teman-teman satu kelompoknya ”dimana?” Tanya ferdy yang sebelumnya sudah meminta untuk mengikuti dirinya saat merasa ada yang mengikuti dirinya
“tidak sampai 5 menit kami sampai kapten” balas seorang pria yang mengangkat telpon ferdy
Ferdy merupakan kapten di sebuah kelompok pasukan khusus bernama TIGER, kelompok tersebut merupakan kelompok tentara bayaran yang bernilai fantastis karena keahlian mereka yang jangan di Tanya lagi pasti sangat mumpuni, bahkan mereka beberapa kali diminta untuk menyusup ke Negara lain saat melakukan operasi oleh beberapa kelompok atas baik pemerintah maupun swasta.
Kelompok tersebut sangatlah rahasia, anggota mereka di atur oleh pimpinan mereka secara langsung, bahkan ferdy yang menjabat ketua di salah satu regu batalyon tiger tak tahu jumlah pasti anggota kelompok TIGER, yang ia tahu hanya anggota kelompok di regu yang ia pegang saja, bahkan anggota kelompok haris yang berbeda regu saja tak ia tahu siapa saja karena haris juga mengambil sumpah tak akan memberitahu anggota kelompok sama dengan yang dilakukan oleh ferdy saat mereka pertama bergabung di pasukan khusus TIGER
Dan berapa regu yang ada dalam kelompok TIGER? Rahasia? Hehehehe
Para anggota regu 2 di bawah kepemimpinan ferdy langsung turun dari mobil jip mereka dan berbaris rapi, layaknya anggota pasukan khusus yang sedang apel pagi
Ferdy memindai anggota kelompoknya dan menghitung jumlah anggotanya “kemana 2 dari kalian?” Tanya ferdy tak mendapati 2 anggotanya
“siap kapten! Mereka sedang perjalanan dari luar kota dan akan segera bergabung saat sudah sampai” balas anggota yang berada paling ujung kanan
“baik untuk operasi kali ini saya akan memanggil kalian dengan nama angka, kita urutkan dari paling depan di kanan saya , untuk 2 orang terakhir akan jadi no 8 dan 9” ucap ferdy memberikan nama panggilan pada para anak buahnya di operasi kali ini
Nama mereka memang selalu di ganti setiap operasi berlangsung , bahkan sampai detik ini mereka semua tak tahu nama asli anggota kelompok mereka
“baik kita akan buat strategi untuk bisa melumpuhkan mereka semua dan bisa masuk ke dalam, ingat fokus kita adalah mengeluarkan perempuan yang di sekap itu, kita harus menyelamatkan dia dan anaknya. Ingat!”
Ferdy mengangkat telunjuknya “wanita itu harus jadi fokus kita, keselamatan dia diatas keselamatan kita maupun kelompok kita yang lain” ucap ferdy tegas
“baik kapten!” jawab anggota kelompok tersebut secara serempak
Ferdy melakukan video call untuk menghubungi dylan
“malam tuan” sapa ferdy
“kamu sudah sampai fer?” Tanya dylan melihat sekeliling ferdy yang gelap
“sudah tuan, anggota saya juga sudah datang, saya sudah mengatur anak buah saya untuk menyergap para bawahan pria itu” ucap ferdy
“bagus!” dylan sungguh sedikit lega karena ferdy sampai lebih dulu, dan pastinya aira akan selamat karena ia tahu betul kemampuan ferdy dan kelompoknya, makanya ia memilih ferdy jadi bodyguard aira dulu
“ingat ferdy, kesalamatan istriku no 1" ucap dylan tajam
“baik tuan” balas ferdy mengangguk paham
“aku akan segera menyusulmu bersama bawahan dokter ken dan tyo, 30 menit lagi kita sampai, jadi berhati-hatilah dalam melumpuhkan Kendra” ucap dylan tegas
“iya tuan” balas ferdy mengakhiri panggilannya
Ferdy mulai meminta para anak buahnya menempati
posisi mereka untuk melumpuhkan para pengawal bayaran Kendra, dengan tanpa suara dan gerak cepat
Aira masih menangis “kak lepasin aira” pinta aira dengan suara sesenggukan
“aku akan melepasmu kok, tapi melepasmu bertemu tuhan” kekeh Kendra
Kendra sedang menyiapkan beberapa kamera dan beberapa macam alat aneh yang di letakkan di atas meja kayu besar “kakak sedang apa?” Tanya aira takut dengan maksud Kendra menyiapkan beberapa kamera dan barang-barang di atas meja
“aku akan membunuhmu perlahan dan mengambil video kematianmu, akan ku buat suamimu melihat bagaimana kaematianmu yang menyakitkan” ucap Kendra dengan seringai liciknya
Aira ketakutan “aku salah apa sama kakak? aira kan gak pernah ganggu kakak” Tanya aira tak terima dirinya yang akan di sakiti oleh Kendra
“salah kamu karena jadi orang yang paling dicintai dylan, kesakitanmu akan jauh lebih menyakiti dylan ketimbang kematiannya sendiri, akan ku buat dia menangis darah karena berani main-main denganku” balas Kendra membuat aira bergidik ngeri
“kakak tuh gak harus kaya gini, kakak bisa masuk penjara” ucap aira mengingatkan
“tanpa membunuhmu aku juga akan membusuk di penjara, jadi sebaiknya aku buat kenang-kenangan untuk anak selingkuhan mamaku itu” balas Kendra dengan seringai liciknya
“brugh” terdengar suara benda jatuh yang cukup keras
“apa itu?” gumam Kendra mendengar suara benda jatuh dari luar