
***
“andre” panggil rino saat membuka pintu ruangan kerja andre
“iya pak” balas andre berdiri dari kursinya
“kamu wakili saya datang ke pesta perusahaan klien kita bersama bela ya, saya harus ke rumah dylan bersama zeta untuk kasih laporan bulanan” ucap rino
“iya pak” balas andre mengangguk
“saya sudah sampaikan sama bela untuk bersiap, nanti kalian langsung saja datang ke butik biasa aku beli pakaian, aku sudah pesan pada mereka untuk pakaianmu dan bela” tambah rino berjalan keluar ruang andre
Rino berjalan ke arah meja kerja zeta “ayok, nanti dylan nunggu lama” ajak Rino
“iya pak” balas zeta buru-buru mengekor rino
Sebelum melangkah rino kembali mengingatkan bela "ingat ya bel jangan lupa apa datang ke acara itu bersama andre” ucap rino mengingatkan
“baik pak, saya gak lupa. Jam 7 kan acaranya ” balas bela
"iya, terima kasih ya bel" ucap rino
"sama-sama pak" balas bela
Rino dan zeta berjalan menuju lift “mas kita ketemu dylan di rumahnya apa di rumah ibu?” Tanya zeta
“di rumahnya, dia lagi nunggui aira yang sudah mulai cuti gara-gara mual terus” balas Rino
zeta mengangguk paham “nanti kita mampir beli makanan dulu ya mas” ajak zeta
“kamu sudah laper?” Tanya rino melirik jam tangannya yang masih jam 2 siang
“bukan buat zeta mas tapi buat aira, tadi dia nitip bawain jajanan pinggir jalan ke arah rumahnya” balas zeta
***
Rino dan zeta mampir ke rumah zeta dengan membawa banyak paper bag berisi makanan pesanan aira
“aira” panggil rino masuk ke dalam rumah dylan
“wah ada, nak Rino dan zeta” sapa mami Diana saat melihat rino dan zeta melangkah masuk
“iya tante” rino mencium punggung tangan mami Diana di ikuti zeta
“dylan sama aira mana?” Tanya rino
“biasa di kamar” tunjuk mami Diana melirik kamar aira dan dylan
“ya sudah, kami tunggu di ruang keluarga aja tan, tadi rino sudah kabarin mau kesini” ucap rino
“ya sudah duduk saja dulu, nanti bawain camilan untukmu dan zeta”ucap mami Diana
“makasih tan” balas zeta
"oh tan, ini pesenan aira" ucap zeta memberikan paper bag berisi bermacam-macam makanan
"ah iya" balas mami diana membawa paper bah ke dapur
Rino mulai mengeluarkan berkas yang ia bawa, dan laptop dari dalam tasnya
Dylan yang tahu kedatangan rino datang menghampiri rino dan zeta “kalian sudah
datang dari tadi ya?” Tanya dylan duduk di hadapan rino dan zeta
“gak terlalu lama kok” balas rino menyerahkan beberapa map pada dylan
“itu laporan bulanan perusahaan dan juga beberapa kontrak kerjasama perusahaan” jelas rino
“ih, gak ngerti” gumam dylan melirik berkas yang ada di tangannya
Rino hanya menghela nafas dengn kelakuan adik iparnya itu “aira sayang”panggil dylan
Aira buru-buru keluar kamarnya “ada apa bang?” Tanya aira menghampiri dylan
Dylan menyerahkan map yang diberikan rino pada aira “gak ngerti” ucap dylan tersenyum pada aira
Aira tersenyum ke arah dylan, membuka berkas demi berkas yang di bawa kakaknya
“wah, kakak memang hebat ya” ucap aira dengan takjub setelah membaca beberapa dokumen
“keuntungan perusahaan sudah meningkat banyak, dan kakak juga sudah meromabk banyak susunan karyawan di perusahaan bahkan jajaran direksi” ucap aira yang takjub dengan kerja keras kakaknya yang baru terbilang 6 bulan itu
Rino menoleh kearah dylan “oh ya, sih Kendra mulai kesel terus tuh sama aku, dia juga sering ngancam aku. Ingat ya dylan kamu janjiin keamanan aku” ucap rino
“iya, jangan khawatir. Aku juga sudah mengawasi dia setiap hari malah” balas dylan mengingat Kendra yang menjadi target operasinya
rino menautkan kedua alisnya “emangnya sampai perlu setiap hari?” Tanya rino yang tak tahu kalau Kendra jadi target operasi kepolisian
“yakan buat jaga kakak iparku tersayang” balas dylan terkekeh
“oh ya ra, makanan yang kamu minta tadi disimpan sama mami kamu ya” ucap zeta
“iya, makasih ya sudah repot beliin makanan di sana” balas aira
“iya, kamu nih ngerjain kakakkmu banget, disana antrinya panjang banget ra” keluh Rino mengingat dia mengantri sampai satu jam untuk membeli makanan pesanan aira
“maaf kak” kekeh aira
“oh ya kak, undangan dari perusahaan G, kakak gak datang?” Tanya aira yang tahu undangan dari peusahaan G dari pemilik perusahaan yang juga langsung mengundang aira dan dylan
“enggak, andre dan bela yang mewakili” balas rino datar
“kakak masih menghindari dia?” Tanya aira lirih
“enggak, kakak kan sudah ada janji dengan kalian terlebih dahulu” balas rino
Zeta menatap bingung pembicaraan adik ipar serta suaminya itu “siapa sih yang kalian bicarain?” Tanya zeta
rino menoleh ke arah zeta “bukan siapa-siapa sayang, Cuma salah satu kenalan mas yang sudah lama gak ketemu saja” balas rino
“lah ko malah mas gak datang? kan sekalian reunian” Tanya zeta
“gak ah, gak terlalu akrab juga sama dia” balas rino
“oh” balas zeta mengangguk
“zeta” panggil mami Diana dari arah dapur
“iya tante” balas zeta
“bisa bantu tante gak?” Tanya mami Diana
“iya tan, zeta ke sana” balas zeta
“zeta bantu tante dulu ya” pamit zeta menghampiri mami Diana di dapur
Dylan melirik punggung zeta yang sudah menjauh
“kamu gak cerita tentang dia ke istrimu?” Tanya dylan
“buat apa? Hubunganku dulu juga gak seserius itu dulu” balas rino tak ingin menceritakan seseorang pada zeta
“tapi dia masih mengejarmu loh, kalau zeta sampai salah paham gimana?” Tanya dylan yang tahu betul wanita di masalalu rino masih mengejar rino
“aku tuh males berurusan dengan wanita itu” balas rino
“tapi kakak harusnya tahu tabiat Riska, dia kan suka vulgar gitu. Mana kalau ketemu kakak langsung nemplok gitu kaya cicak” ucap aira mengingat riska andrian mantan kekasih rino
“aku Cuma males bahas wanita kegatelan itu” balas rino
“yakan jaga-jaga no, cerita sama istri kamu jadi gak akan salah paham dia kalau sih riska nemplok kamu lagi” ucap dylan mengingatkan
“iya nanti aku bilang sama zeta tentang wanita kegatelan itu” balas Rino
Tak lama zeta membawa nampan berisi berbagai makanan “ini tante bikinin camilan buat kita” ucap zeta menyajikan makanan yang di buat mami Diana
“wah mami, ngerti banget kalau kita laper” seru aira semangat
“ya ampun ra, sekarang kamu rakus banget” ejek rino
“biarin, kan sekarang aira sedang hamil jadi gak masalah kalau aira makan terus” balas aira
Zeta terkekeh “iya ra, tapi jangan lupa batasan nanti kalau bayimu obesitas di dalam perut kamu yang repot saat akan melahirkannya” ucap zeta memperingati
Aira terkekeh “iya zeta” balas aira
“sama kakak iparmu saja langsung ia, kalau sama kakak jawab terus” balas rino