Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Kumpul keluarga (season 2)



***


Akhir pekan seluruh anggota keluarga mahardika berkumpul di rumah utama


“perutmu makin buncit aja” ucap ara mengusap perut eila yang kandungannya sudah makin


membesar karena sudah masuk bulan ke 6


“iya yah” balas eila mengusap perutnya yang memang sudah terlihat begitu besar


“itu karena dia kalau makan gak mau di larang, padahal dokter sudah ingetin dia untuk kurangin makan karena bobot anak kita sudah berlebih”sahut daren


eila menatap tajam daren “alah, bilang aja aku jadi jelek karena gemuk” kesal eila mengingat daren yang sering menasehati nya jangan terlalu banyak makan


daren jadi gelagapan kalau istrinya dalam mode ngambek, bisa tidur di luar kalau sampai istrinya itu ngambek “ih kamu gak jelek kok sayang, kamu tetep cantik” daren menghampiri eila dan merayu


istrinya yang sedang mode ngambek


Syakia melirik eila yang sedang mengusap perut buncitnya dan ara yang sedang menggendong gilang yang sedang tertidur dengan tatapan yang sulit di artikan “sudah sayang, jangan terlalu sedih”


ucap askar menggenggam tangan syakia yang tahu isi pikiran istrinya


Obrolan cucu dan cucu menantunya tak luput dari pandangan oma Diana “syakia kemari” panggil oma Diana


“iya oma” syakia menghampiri oma Diana


“apa kamu sedang sedih?” Tanya oma Diana


Syakia menggeleng “enggak oma, sedih kenapa?” Tanya syakia


tentu oma Diana sadar kesedihan syakia tanpa syakia bilang bahkan oma Diana juga tahu rencana syakia yang ingin melakukan inseminasi buatan agar bisa segera memiliki anak


“kamu pernah ngobrol dengan mami kamu tentang pernikahannya dulu tidak?” Tanya oma Diana


Syakia kembali menggeleng “tidak pernah oma, papi Cuma ingetin syakia untuk tidak Tanya tentang pernikahan mereka jadi syakia gak tahu karena gak di bolehin tanya” balas syakia


“tahun ini orang tuamu ulang tahun yang ke berapa?” Tanya oma Diana lagi


“papi ke 62 dan mami ke 57, ada apa oma kok nanyain itu” balas syakia


“berarti jarak umur kamu dan mami kamu berapa tahun?” Tanya oma Diana


“sekarang aku 26 tahun berarti 31 tahun oma” balas syakia


“mami kamu dan papi kamu menikah jauh lama sebelum papi dylan dan mami aira menikah,


bahkan sebelum mami aira menikah dengan suami pertamanya. Mereka sudah menikah muda kalau gak salah usia mami kamu 17 tahun saat itu”


ucap oma Diana


“tapi kok usia kita jauh oma?” Tanya syakia jadi penasaran


Oma Diana menggenggam tangan syakia “itu lah sebabnya mereka tidak pernah mau membahas tentang pernikahan mereka. Mereka sempat hampir bercerai dulu” cerita oma Diana


“kok bisa, sepertinya mereka saling mencintai dan tak pernah bertengkar paling ledekan kecil terus sembuh” balas syakia


“mereka sempat mau bercerai karena desakan orang tua papi kamu akibat mami kamu yang


gak kunjung hamil padahal mereka menikah lama saat itu. Dulu kakek dan nenek kamu mendesak mereka bercerai atau papi kamu menikah lagi tapi tentu saja mami kamu tak mau di madu. Mami kamu ingin minta cerai saat itu. Berapa ya usia pernikahan mereka saat itu” oma Diana tampak mengingat cerita dulu


“12 tahun mi” sahut mami aira


“iya 12 tahun, tapi karena papi kamu yang sangat mencintai mami kamu tentu papi kamu gak mau bercerai. Papi kamu dulu sampai culik mami kamu dan kurung dia di pulau terpencil selama 4 bulan dan jadilah kamu” jelas oma Diana


Oma Diana melirik askar “kau cinta sama syakia bukan?’ Tanya oma Diana


askar mengerutkan keningnya “kok di Tanya sih oma, tentu saja aku cinta dia kalau gak cinta ya gak mungkin di nikahi lah oma” balas askar


“kamu masalah kalau syakia gak memberikan kamu anak?” Tanya mami aira


“gak lah, kan keponakanku sudah banyak, kalau perlu kita bisa adopsi” balas askar tanpa keraguan


“lihat kan, askar saja tak mempermasalahkan itu jadi jangan terlalu di pikirkan. Hamil itu butuh ketenangan dan kepercayaan tuhan” ucap oma Diana


“iya oma, syakia Cuma sedih belum bisa kasih askar anak padahal yang menikah setelah kita saja banyak yang sudah punya anak” balas syakia


Askar menghampiri syakia dan memeluknya  “jangan terlalu memikirkannya syakia, bukankah aku sudah menurutmu untuk inseminasi buatan, kita tinggal tunggu dokter untuk kapan menanamkan embrio itu di rahim kamu” ucap askar


"iya aku tahu itu askar, tapi aku tetap takut kalau kita gagal” balas syakia


" kita bisa coba lagi terus" balas askar


"kalau gagal lagi gimana?" tanya syakia


"kalau gagal ya sudah kita adopsi saja" balas askar


"maaf ya askar kalau aku selalu ngeluh" ucap syakia


“sudahlah jangan terlalu di pikirkan, malah kita kan masih hangat-hangatnya kita gak


ada yang gangguin” askar melirik viko yang sedang melihat Gilang yang sedang di gendong ara “coba lihat kakak, kalau kita lagi nginep


sini, kesempatan dia kasih gilang ke oma dan opanya untuk di titipin. Kamarnya yang di sini aja sudah di ganti pakai yang kedap suara” ucap askar


“ih buka kartu orang saja kamu” kesal viko yang merasa tak sangkut pautnya tapi malah di bawa-bawa


“dan coba lihat sih daren, berusaha selalu ngingetin eila untuk jangan pakai pakaian seksi karena takut kelabasan, menurutnya menahan hasrat saat tak bisa menyentuh istri karena terpaksa itu menyakitkan” tambah askar


“ih askar, jangan bikin suamiku malu” kesal eila melihat muka suaminya yang merah padam karena menahan malu


Syakia terkekeh melihat para iparnya “aku hanya sedih setiap orang bilang kapan isi, jangan di tunda ya. Padahal kita kan gak pernah nunda” balas syakia


“rejeki, jodoh dan anak itu sudah ada yang atur sayang, kita jalani saja seperti ini, jika tuhan


mempercayakan kita memiliki anak kita juga pasti memili anak kok” sahut askar


“iya sayang” balas syakia memeluk askar


papi dylan menatap tak percaya anaknya “wah, anak kita jadi bijak ya mi” ucap papi dylan tak menyangka dengan kata-kata


askar, yang terlihat bahwa anaknya sudah terbilang dewasa


“masa mau jadi anak kecil terus pih” kesal askar mengerucutkan bibirnya ke arah papi dylan


Papi dylan menunjuk askar “baru juga di bilang dewasa anak kita balik lagi anak-anaknya mih” kekeh papi dylan


“papi!”teriak askar tak Terima di ledek orang tuanya


"kamu emang gak cocok jadi dewasa" viko datang mengapit leher askar dan memulai menjitak kepalanya


daren juga ikutan menjitak askar " ngapain juga bawa-bawa aku tadi" kesal daren


terjadilah drama pertengkaran tiga pria dewasa yang membuat riuh tawa keluarga