Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Bonus Chapter 10



Sekarang semua anggota keluarga, serta kerabat dekat berkumpul di kediaman zaskia


"gimana zaskia, kamu sudah memutuskan hukuman apa untuk rafa?" tanya daddy ken menatap zaskia lekat


rafa hanya diam menunduk, tak mampu menatap orang, tangannya saling bertautan dengan erat berusaha dengan sekuat tenaga menahan debaran jantungnya yang seakan ingin segera lompat dari dada rafa


"sebelum aku menjawab keputusanku, aku ingin beberapa hal pada rafa, agar lebih memastikan keputusanku om" zaskia menoleh ke arah rafa untuk bertanya apa yang jadi ganjalan di hatinya


'kau yakin bisa istiqomah dengan jalanmu sebagai mualaf walaupun, kau tak akan menikah dengan anak saya?" tanya zaskia


rafa makin mengeratkan tautan tangannya mendengar pertanyaan kemungkinan dirinya tak bisa menikahi zifana. rafa mendongak menatap zaskia lekat " insyallah saya siap tante, dengan jalan  yang saya pilih" rafa berusaha sekuat tenaga menahan sesak di dadanya, ruangan besar itu serasa begitu sempit, apa karena terlalu banyak orang di sana? tentu saja tidak. itu hanya karena hatinya yang sedang tak tenang saja


"apa kamu mencintai anak saya?" tanya zaskia lagi


rafa mengangguk pelan "iya tante, saya mencintai zifana" zifana yang mendengar dari balik pintu, pintu kamar yang tak jauh dari ruang keluarga itu membuat dirinya bisa mendengar jelas perkataan cinta dari lelaki yang selama ini ia cintai. haruskah ia berteriak dan girang senang karena pujaan hatinya mencintainya tapi sekarang situasinya tak mengizinkannya untuk tersenyum bahagia


"lalu kenapa kau malah tidur dan serumah dengan wanita itu saat di jerman, dia juga dengan bebas memakai kata calon istrimu?" zaskia tentu akan menanyakan apa yang jadi kekhawatiran putrinya


rafa makin gugup, tentu ia sadar ia salah "maaf tante, kata pembenaran apapun tak akan bisa menebusnya karena memang aku bersalah, bagaimana bisa aku bermain dengan wanita lain saat aku berkata mencintai anak tante. saya hanya takut tak bisa melepaskan anak tante maka dari itu aku memakai cara itu untuk menjauhi anak tante" rafa tersenyum miris "tindakan pengecut memang" balas rafa


"lalu bagaimana dengan perempuan itu sekarang?" tanya zaskia lagi


"clarissa sudah menikah dengan salah satu pengusaha di Surabaya, saat aku memutus kerjasama dengan perusahaan keluarganya, perusahaan keluarganya mengalami permaslahan keuangan jadi keluarga clarissa memutuskan clarissa menikahi pengusaha itu untuk menutupi kekurangan keuangan mereka" balas rafa


"kamu dengannya tak ada maslah di kemudian hari nanti kan?" tanya zaskia


"maksudnya" rafa bingung dengan arah pertanyaan zaskia


"maksudnya anak, kamu gak ada kemungkinan punya anak dengannya kan" sahut mommy riska


rafa menggeleng "tidak tante, pernikahan mereka selama 3 bulan ini saja belum ada tanda-tanda clarissa hamil jadi tak mungkin akan ada anak antara kita" jelas rafa


"bagaimana dengan wanita lain?" tanya zaskia lagi


"tidak tante, selama beberapa tahun ini saya tak ada dekat dengan wanita manapun selain clarissa" balas rafa


"baiklah kalau begitu" zaskia sedikit banyak sudah paham dengan kondisi rafa


"sekarang pertanyaan paling penting" zaskia menatap kedua orang tua rafa dengan tatapan serius


"tentu om dan tante posisi kami sebagai keluarga muslim dan kalian dari keluarga non muslim" ucap zaskia


"iya kami tahu itu" jawab daddy ken


"apa kalian tak masalah mempunyai menantu dari kalangan muslim, dan tak akan mempermaslahkan tentang anak kalian yang masuk agama kami" ada rasa seperti angin segar melewati wajah rafa saat ada kata menantu


"kami sudah membicarakan semua ini di tengah keluarga besar kami, dan kami tak masalah dengan itu. pilihan hidup tentang suatu kepercayaan adalah hak masing-masing orang dan tak ada yang bisa memaksakan hal itu" balas daddy ken yang di angguki oleh keluarga besar yang lain, seperti uncle prastyo, aunty sita, faro dan jenny


"iya zaskia, kami gak maslah dengan itu" sahut mommy riska


zaskia tersenyum lega dengan jawaban keluarga rafa yang di berikan padanya "baiklah sekarang aku sudah yakin akan kepurusan yang akan aku ambil untuk putriku" zaskia mengucap bismillah dalam hatinya untuk memulai sesuatu yang baik


"kalau gitu, kita segera nikahkan anak kita" ucap zaskia membuat nafas lega semua orang


"tapi tante sebelum saya menikahi zifana saya ingin memastikan dulu apakah zifana mau menikah dengan saya. walaupun anda sudah memutuskan tapi yang menjalani adalah kam berdua jadi saya ingin memastikan apah zifana mau menikah dengan saya" ucap rafa


"iya benar juga zaskia, selama ini kita belum pernah bertemu zifana jadi biarkan kita bertemu dulu, dan bertanya tentang pernikahan ini" sahut mommy riska


"baiiklah" zaskia menoleh ke arah eila "bisa minta tolong panggilkan zifana " pinta zaskia


"zifana di mana kak?" tanya eila


zaskia menunjuk ke arah kamar yang ada tepat di samping ruang keluarga " dia di sana" eila langsung bergegas memanggil zifana dan membawa zifana keluar kamar


zifana berjalan dengan di gandenga oleh eila sudah mirip seperti acara lamaran sebenarnya cuman posisinya lebih tegang


 zifana duduk di samping ibunya dengan  wajah menunduk "zifa" panggil rafa


hati rafa begitu bahagia bisa melihat wajah yang ia sudah rindukan selama ini


zifa mendongak "iya kak" jawaban yang begitu lembut sampai menusuk relung kalbu rafa


zaskia menggenggam tangan putrinya "tadi kau sudah dengar jawaban rafa bukan, pertanyaan yang selama ini mengganjal di hatimu sudah ibu tanyakan. sekarang kau yang akan memutuskan semuanya, ibu akan ikut semua keputusan kamu. apapun itu kamu tetaplah anak ibu. anak yang paling ibu sayang" ucap zaskia meyakinkan putrinya  untuk mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya


"zifana menatap lekat rafa "kita mengenal sejak kecil kak, jadi zifana tentu tahu sifat kakak. ada beberap sifat kakak yang masih membuat zifa kurang yakin dengan kakak" ucap zifana


rafa memegang dadanya, sesak rasanya mendengar ucapan tak percaya dari mulut wanita di hadapannya "apa yang harus kakak lakukan untuk membuat kamu yakin dengan kakak" balas rafa menatap lekat zifana


"suatu jaminan, jaminan agar kakak tak bisa menyakiti hati zifana lagi. terlalu sering zifa sakit hati karena sikap kakak" balas zifana


"apa itu?" tanya zifana


"zifa mau, semua harta kakak saat menikah atas namaku" ucap zifana lantang


"zifa! jangan tidak sopan" ucap zaskia mengingatkan anaknya


"ini untuk jaminan diriku  bu, wanita di sekililing kakak selalu menginginkan hartanya jadi aku harus punya perlindungan untuk diriku sendiri walaupun, tanpanya aku juga mampu hidup bergelimang harta karena ibu" balas zifana


"baik, saat kita menikah semua harta kakak akan atas nama kamu, tentu harta yang akan jadi hak jenny tidak termasuk" balas rafa


"tentu aku tak akan mengambil hak jenny" balas zifana


zifana melirik daddy kan dan aunty riska " tak masalah kan mom, dad" tanya zifana


"tentu tak masalah, kami malah setuju jika harta itu jadi atas namamu, daddynya rafa juga memberikan semua harta yang ia miliki jadi atas nama mommy terkecuali yang akan jadi hak anak-anak kami" balas mommy dengan senyuman


"kalau gitu, kita bisa menikah bukan?" tanya rafa


zifana mengangguk " iya kak" balas zifana


"kalau gitu, ayo menikah sekarang" balas rafa


"hah!" teriak semua orang yang ada di sana