Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Kehidupan baru setelah pernikahan



aira, viko dan dylan memilih pulang ke rumah dylan karena ingin menemani mami diana sebelum keberangkatannya ke Jerman untuk berobat


saat mereka memasuki rumah, mami diana menoleh ke belakang menatap anak dan menantunya" kalian istirahat saja dulu, berkemas nya besok saja. pasti kalian lelah kan"  mami diana berjalan masuk kamarnya


dylan menoleh ke arah aira yang baru resmi menjadi istrinya "ya sudah ayok kita mandi dan tidur" ucap dylan menggendong viko masuk ke kamar mereka


" bukannya viko punya kamar sendiri bang? " tanya aira yang tahu kalau dylan sudah menyiapkan kamar untuk viko anaknya


"iya punya tapi takut dia belum terbiasa jadi biar dia tidur dengan kita saja, toh biasanya dia tidur denganmu" balas dylan


" tapi bang" ucap aira tak enak hati


dylan hanya tersenyum menanggapi aira lalu bergegas mandi dengan viko lalu gantian aira


mereka tidur bertiga dengan viko berada di tengah memeluk dylan dan langsung tertidur dalam hitungan detik


" abang susah ya, viko tidurnya gitu" tanya aira melihat viko yang memeluk erat dylan


"gak kok ra, abang baik-baik saja" balas dylan tersenyum


" maaf ya bang" ucap aira


"untuk? " tanya dylan


"untuk malam pertama kita" balas aira


" aira istriku sayang, bukannya abang sudah bilang ingin jadi suami kamu dan ayah viko. sekarang kamu istri abang dan viko anak abang jadi kalau dia bermanja dengan abang itu tak masalah" ucap dylan


" aira hanya tak enak hati saja dengan abang karena hak abang jadi tertunda" ucap aira


" aaah kau sedih ya kita gak bisa begitu? " ledek dylan dengan senyuman nakalnya


"apaan sih abang"  aira menepuk lengan gemas dylan karena malu


" kita masih punya banyak waktu nanti buat bikin adik untuk viko kok " balas dylan


***


keesokan lusa aira dan dylan mengantarkan mami diana ke bandara pagi-pagi sekali


" Hati-hati di sana ya mi, kabarin kami kalau mami sudah sampai" ucap aira memeluk mertuanya


"sampaikan salam mami buat viko ya tadi mami belum sempat ngobrol karena dia juga harus sekolah pagi" balas mami diana


" iya mi, nanti aira sampaikan ke viko" balas aira


setelah mengantar mami diana aira dan dylan berangkat bekerja karena memang ia hanya izin satu hari saja saat hari pernikahan


" ra, besok sekolahmu libur? " tanya dylan


"iya bang soalnya kan tanggal merah" balas aira


"terus sabtu masuk gak? " tanya dylan lagi


"kayanya gak sih bang, soalnya kemarin pak arfan bilang biar sekalian libur saja hari sabtunya karena senin kan tanggal merah juga" balas aira


"oh begitu" balas dylan tersenyum


"abang kenapa senyum-senyum gitu? " tanya aira bingung


" gak papa ra" balas dylan


dylan mengantar aira sampai depan sekolah "ra nanti abang jemput ya" ucap dylan


"emang abang dah pulang kerja pas aira selesai ngajar? aira bisa naik taksi kok bang" balas aira tak ingin merepotkan suaminya


"gak usah nanti abang jemput, jam 4 kan kamu pulang? " tanya dylan


" iya " balas aira


dylan mencium kening aira sebelum aira turun dari mobil


***


sore harinya dylan menunggu aira pulang di halaman sekolah


aira tersenyum melihat dylan yang sudah menunggunya "abang sudah lama nunggu ya? " tanya aira meletakkan tasnya di kursi belakang mobil dylan


aira mengernyitkan dahinya " kok banyak bingkisan dibelakang ? " tanya aira


"nanti kamu juga tahu" balas dylan


"bang gak papa kan kalau aira tidur, aira capek banget hari ini karena tadi bangun pagi sekali" ucap aira meminta izin pada dylan


"tentu saja boleh" balas dylan


tak lama aira berucap, ia pun langsung terbang ke alam mimpi


*


aira mengalungkan tangannya ke leher dylan "ini dimana bang? " tanya aira


" di puncak" balas dylan datar


"kapan kita ke puncak bang? " tanya aira terkejut


"tadi" balas dylan


"kok aira gak tahu" tanya aira


"ya karena kamu tidur" balas dylan


"lah emang abang gak kerja? kok kita kesini? " tanya aira


" abang cuti" jawab dylan


"bukannya abang itu susah cuti ya? " tanya aira


dylan sampai di pintu kamar yang ia pesan lalu menurunkan aira sesaat untuk membuka pintu lalu menggendong aira kembali masuk dalam kamar


" emang susah ra tapi kan abang pernah ngajuin cuti buat antar mami, dan abang gak batalin cuti itu, jadi lumayan lah cuti 1 minggu nemenin istri" ucap dylan menidurkan aira di ranjang


dylan langsung melahap bibir aira ********** dengan rakus aira pun membalasnya tak kalah dari dylan


"rasanya masih manis" ucap dylan tersenyum


"aira belum mandi bang" ucap aira malu


dylan membopong tubuh aira dengan sekali gerakan  " ayok kita mandi bareng" ucap dylan kembali ******* benda kenyal milik aira sambil membawanya masuk kamar mandi


aira sedikit mendorong tubuh dylan agak menjauh " memangnya viko gak nyariin kita bang? " tanya aira mengingat anaknya yang tak ada bersamanya


dylan beralih menelusuri leher  jenjang putih mulus milik aira " abang minta ayah jemput viko dan Menitipkan nya di sana untuk beberapa hari" tangan dylan mulai bergerak bebas menyusuri tubuh aira


"ra" panggil dylan


"iya " balas aira


"I love you" ucap dylan


"I love you too" balas aira duduk di atas pangkuan dylan


dylan memeluk erat aira, menyusuri setiap lekuk tubuh aira "abang sangat-sangat mencintaimu sayang" dylan terus menerus mengatakan kata cinta pada aira


"aira juga cinta sama abang, sama besar dengan cinta abang ke aira" sahut aira


malam itu di habiskan dylan dan aira dengan saling bertukar peluh dan saling mengutarakan cinta dengan iringan nada-nada khas percintaan dan suara pertemuan kulit yang saling bertemu dan bersaut membuat kamar itu penuh dengan suara khas percintaan panas.


hal itu terjadi berulang-ulang sampai subuh menjelang, seolah-olah tubuhnya tak merasa lelah padahal keringat terus mengucur di tubuh keduanya


***


keesokan harinya aira masih tertidur lelap di balik selimut sedangkan dylan membawakan makanan untuk aira yang ia pesan dari cafetaria hotel


"bangun dulu yuk sayang" dylan mengecup kening aira, membangunkannya dari tidur lelapnya


aira sedikit menggeser tubuhnya "masih ngantuk bang" balas aira masih memejamkan matanya


"makan dulu ya, nanti lanjut tidur lagi" ucap dylan mengangkat tubuh aira dan menyenderkan tubuh aira di bahu dylan


" memang ini jam berapa bang? " tanya aira menerima suapan dylan


dylan melirik jam dinding yang ada di kamar hotel " sudah  jam 12" balas dylan


aira membelalakkan matanya lebar


" apa aira selama itu tidur bang? " tanya aira menelan makanannya


" gak lama lah sayang, kan kita tidur tadi jam 7" balas dylan terkekeh


"masa sih bang? " tanya aira tak percaya


" iya sayang, kamu terlalu menikmatinya sih sampai gak sadar jam berapa kita berhenti" aira memeluk dylan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya


" ya abang yang godain aira melulu, padahal aira bilang sudah lelah" cicit aira


"tapi kamu suka kan? " tanya dylan dengan suara nakalnya


" udah ah bang malu" balas aira menelusupkan wajahnya makin dalam ke dada bidang dylan


"ya sudah makan dulu, nanti kamu sakit perut karena belum makan dari pagi" ucap dylan kembali menyuapi aira