Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
suamiku atasanku langsung



Rino dan zeta makan bersama di temani bintang-bintang di halaman samping rumah mereka


“tuing” ponsel zeta berbunyi pertanda pesan masuk,  dan zeta mengecek ponselnya


Zeta menutup mulutnya tak percaya akan apa yang baru ia baca  “aku keterima mas” ucap zeta dengan senyum bahagia


“selamat ya” ucap rino memeluk zeta


“iya mas” balas zeta balas  memeluk rino


“oh ya kamu besok ke kantornya gimana? Soalnya mobilmu baru datang besok sore. Soalnya yang mas pilih di Jakarta gak ada jadi nunggu yang dari luar datang” balas rino


Zeta menautkan alisnya “emang pesen mobil yang kaya mana? Kok sampai di kirim dari luar negeri ?” tanya zeta


“ah mobil matic, yang sekiranya nyaman digunakan perempuan” balas rino


“mas gak beliin zeta yang mahal kan?” tanya zeta penuh selidik


rino mengernyitkan dahinya “emang kenapa? Kalau beli yang mahal?” tanya rino


“nanti apa kata orang-orang kantor mas, masa pegawai baru mobilnya mahal” balas zeta tak enak hati jika ia di belikan mobil mahal


“jangan khawatir, mas beli yang biasa kok, Cuma pas kebetulan kosong aja jadi dikirim dari pabriknya langsung yang di jepang” balas rino


Zeta mengangguk paham” kalau gitu zeta naik taksi saja ke kantornya” ucap zeta


“kamu gak mau bareng mas saja?” tanya rino


“enggak ah, gak enak sama orang kantor kalau berangkat sama bos” balas zeta


“ya kenapa, kan mas suami kamu jadi gak masalah kalau kamu berangkat sama mas” balas rino


“kan zeta sudah bilang jangan bilang kalau kita suami istri dulu ke orang kantor. Nanti saat sudah ketemu waktu yang tepat pasti kita umumkan” balas zeta


“terserah kamu saja” balas rino


***


Zeta mempersiapkan sarapan untuk rino di meja makan


“kamu buru-buru banget” ucap rino menarik kursi untuk duduk


“iya mas, takut kesiangan” balas zeta


“ini masih jam 7 kurang loh. Kan kantor jam 8 mulai


kerjanya” balas rino


“yakan zeta anak baru. Gak enak lah kalau zeta telat kerja” balas zeta


“ya sudah nanti bareng mas saja ke kantornya” tawar rino


“enggak” tolak zeta “zeta naik taksi saja” zeta menyerahkan kotak bekal untuk rino “ini bekal makan siang buat mas rino. Zeta berangkat dulu” pamit zeta meninggalkan rino yang sedang sarapan


Rino menyuapkan makanan ke mulutnya “nasib-nasib” gumam rino memandangi kursi kosong di hadapannya “punya istri yang ikut kerja, jadi di tinggalin deh makannya” gumam rino sarapan sendirian dengan santai


Setelah selesai sarapan rino membawa tas bekal yang sudah di siapkan zeta dan bergegas ke kantor


***


Zeta berlari  masuk ke dalam gedung “selamat pagi” sapa zeta pada petugas resepsionis


“pagi, ada perlu apa bu?” tanya resepsionis ramah


“gini mba, saya kan pegawai baru  yang mulai bekerja hari ini. Saya harus kemana ya untuk melapor” tanya zeta


“ke ruang HRD yang di lantai 8 bu” balas resepsionis


“baik, saya kesana dulu. Terima kasih” balas zeta


Zeta bergegas menuju lift “ tunggu” teriak zeta saat pintu lift akan di tutup


Seorang pria menahan pintu lift agar zeta segera masuk “ terima kasih” ucap zeta menunduk pada andre yang menahan lift


“sama-sama” balas andre


“ke lantai mana?” tanya zeta


“lantai 8” balas zeta


“kau kerja di bagian HRD?” tanya andre


“ah bukan pak, saya pegawai baru, saya kesana mau lapor  untuk kerja, dan cari tahu saya di tempatin di bagia apa” balas zeta


“oh” balas andre mengangguk paham


“saya permisi ya pak” pamit zeta saat pintu lift terbuka di lantai 8


“iya” balas andre mengangguk


Zeta bergegas masuk ruangan HRD “selamat pagi semua” sapa zeta menunduk di ruangan HRD


“ iya, itu saya bu” balas zeta


“ baik saya akan mengajakmu tanda tangan kontrak terlebih dulu baru saya akan mengantar ke ruang kerja kamu” balas reni


“baik” bu” balas zeta


Zeta mengurus kontrak kerjanya di perusahaan  mahardika group “ bu, yang keterima kerja Cuma saya?” tanya zeta melirik ruangan yang hanya ada dirinya dan reni


“iya, Cuma kamu karena hasil wawancaramu yang paling baik dan CV mu yang pernah magang dibeberapa perusahaan, mendukung  posisi yang akan kau tempati” balas reni


“oh begitu” balas zeta mengangguk


“ya sudah, kita ke ruangan kamu” ajak reni mengajak zeta menuju  lantai 24


“tugas saya apa bu?” tanya zeta


“untuk tugasmu nanti akan di jelaskan oleh orang yang bersangkutan “ balas reni mengajak zeta keluar lift menuju suatu ruangan


“tok tok tok” reni mengetuk pintu


“masuk” balas seorang pria yang berada di dalam ruangan


“maaf  pak andre, saya bawa sekertaris yang akan menggantikan posisi rena yang kemarin


mengundurkan diri”  ucap reni


“ya sudah bawa dia masuk” balas andre


“yuk masuk zeta” ajak reni meminta zeta masuk ruangan andre


“ini zeta yang akan jadi sekertaris pak rino menggantikan rena pak” ucap reni memperkenalkan zeta pada andre


Zeta mendongak ke arah reni saat mendengar nama suaminya di sebut


“ah, ternyata kau yang akan jadi sekertaris pak rino” ucap andre melirik zeta


Zeta menoleh ke arah andre “ah ternyata bapak” ucap zeta tersenyum ramah ke arah andre


“ya sudah aku jelaskan dulu apa pekerjaanmu, nanti setelah pak rino masuk, aku akan mengenalkamu padanya” ucap andre


“iya pak” balas zeta sedikit gugup


“bagaimana ini? Kok bisa suamiku jadi atasanku langsung seperti ini” batin zeta


Andre yang melihat zeta gugup pun tersenyum “sudah jangan khawatir pak rino orang yang baik kok. Dia Cuma orang yang susah di ajak berunding saja, dia lebih suka mengerjakan pekerjaannya sendiri. Dan itu malah


akan mempermuhdah pekerjaanmu nanti” ucap andre menjelaskan sedikit karakter rino yang akan jadi atasannya itu


“ah iya pak” balas zeta


Andre mulai mengarahkan apa saja yang akan dikerjakan zeta sebagai sekertaris selain bela “kau sudah paham kan?” tanya andre


zeta mengangguk “sudah pak, pekerjaan saya nantinya dibagi dengan mba bela sesuai keputusan pak rino” balas zeta


“bagus” balas andre tersenyum


“pagi” sapa rino pada bawahannya


Rino tak melihat zeta karena posisi zeta yang tertutup oleh  tubuh andre yang cukup tinggi


“itu pak rino sudah datang, aku bawa kamu masuk dulu” ajak andre


“apa gak bisa ya pak? Kalau saya gak dikenalin pak rino?” tanya zeta


“gak bisa lah, kan dia akan jadi bosmu langsung. Jangan khawatir pak rino baik kok” balas andre


“ya sudah” zeta berjalan di belakang andre untuk masuk ruangan rino


“pagi pak” sapa andre


“iya pagi” balas rino masih konsen dengan laptopnya


“ini saya bawa pengganti rena pak” ucap andre


“kau sudah arahkan pekerjaannya kan?” tanya rino masih tetap melihat laptopnya


“iya pak sudah” balas andre


Andre menyikut lengan zeta “ayo kenalkan dirimu” ucap andre


“selamat pagi pak saya zeta, sekertaris anda yang baru” ucap zeta


Rino mendongak mendengar suara yang tak asing di indera pendengarannya


“mohon bimbingannya” ucap zeta menunduk menutupi kegalauan hatinya


Rino tersenyum “selamat bekerja” balas rino datar


“baik pak kami keluar dulu, nanti kalau ada perlu tinggal panggil zeta atau bela masuk. Saya mau ke perusahaan darmawangsa dulu” pamit andre