
***
Sita sedang mengatur nafasnya untuk mengurangi rasa sakit yang mendera di perutnya
“duh masih lama gak bi inah?” Tanya sita yang sudah mengeluarkan keringat sebesar jagung di pelipisnya, padahal AC mobil cukup besar
“bentar lagi nyonya” balas bi inah
“ckiiiiit” tiba-tiba sang sopir mengerem mendadak
Sita hampir terbentur karena pak sopir yang tiba-tiba mengerem mendadak, untung saja bi inah dengan sigap menahan tubuh
sita agar tak terbentur kursi di depannya
Bi inah memberi tatapan tajam pada pak sopir “pelan-pelan pak! Nanti nyonya kenapa-napa di libas sama tuan baru tau rasa!” umpat bi inah yang masih mengatur ritme jantungnya karena saking terkejutnya akibat ulah pak sopir yang mengerem mendadak
“maaf bi, ada mobil yang cegat kita di depan jadi terpaksa ngerem mendadak” balas pak sopir menunjuk 2 mobil yang berhenti di hadapannya
“siapa itu bi?” Tanya sita melirik dua mobil di depan
“gak tahu nyonya” balas bi inah
Tak lama beberapa orang yang ada dalam mobil turun untuk menghampiri sita
“turun sekarang!” pinta seorang pria berbadan tegap dan memakai setelan hitam serta topi menggedor kaca jendela mobil yang di naiki sita
“siapa itu bi” sita takut-takut memegang tangan bi inah
Bi inah menggeleng “gak tahu nyonya" balas bi inah
Tak mendapati respon dari sita para pria tersebut memecahkan kaca mobil bagian depan dan membuka paksa mobil tersebut
“turun kamu” teriak pria berbaju hitam tersebut
“kalian mau apa?” Tanya bi inah membuka kaca jendela
“diam kamu” pria berbaju hitam tersebut membuka pintu dan menggeser bi inah paksa dan membawa sita keluar mobil
Pak sopir mencoba melawan tapi apalah daya pak sopir yang sudah tua dan kalah postur tubuh serta jumlah harus mengalami luka
lebam karena di hajar habis-habisan. Bi inah pun tak luput kena pukulan dan
dahinya yang berdarah
“nyonya” teriak bi inah saat sita di bawa pergi oleh orang-orang tak di kenalnya
***
Prastyo sudah sampai di rumah sakit kakaknya dengan nafas tersengal-sengal karena mengebut dengan perasaan tak menentu. Dia bergegas turun dari mobil untuk masuk ke dalam rumah sakit, tapi langkahnya terhenti saat ada kakaknya di lobi “ kak dimana istriku? Aku mau menemaninya melahirkan” ucap prastyo mengguncang lengan dokter ken
“istrimu belum nyampe” balas dokter ken dengan
raut wajah cemas
Prastyo mengerutkan keningnya “belum sampai? Jarak rumahku kesini dengan kantor ke sini sama kak, masa sita belum sampai?”
Tanya prastyo mulai cemas
“kakak juga gak tahu tyo, kakak sudah coba hubungi nomor istrimu tapi tak kunjung ada balasan” balas dokter ken
Prastyo melirik roger “cari istriku!” teriak prastyo
Roger bergegas berlari melaksanakan perintah tuannya
Dokter ken menepuk bahu prastyo “ coba kamu hubungi nomor pembantumu, tadi kan sita sama pembantumu, kakak gak punya nomor telponnya” ucap dokter ken
Prastyo langsung menelpon bi inah dengan cemas “bgak di angkat kak” ucap prastyo yang cemas karena tak kunjung mendapat jawaban
“coba terus” pinta dokter ken
Bi inah yang setengah sadar berusaha mengambil
ponselnya yang terus berdering, dan dengan usaha yang cukup kuat setelah panggilan yang berulang-ulang bi inah mengambil ponselnya “tuan” sapa bi inah
dengan suara lemah
Mendengar suara bi inah prastyo makin cemas” bi inah di mana? Sita gak papa kan bi?” Tanya prastyo
“nyonya di culik tuan” ucap bi inah dengan isak tangis
"kok bisa? " tanya prastyo
"gak tahu tuan, Tiba-tiba ada yang mencegat kami" jelas bi inah
“bi inah di mana?” Tanya prastyo
“di dekat persimpangan jalan di belakang rumah sakit tuan” balas bibi dengan suara lemah
Prastyo mendongak, “kak suruh ambulance, ikutin aku dan pinjem mobil kakak” pinta prastyo yang memang tadi mobilnya di pakai
asistennya
“nih, nanti petugas akan bawa ambulance” dokter ken menyerahkan kunci mobil pada prastyo
Prastyo bergegas ke lokasi bi inah dan sopirnya dan di susul roger yang sudah ia hubungi
Prastyo berlari menghampiri bi inah yang tergeletak di tanah
“bi mana nyonya?” Tanya prastyo
Bi inah menangis sesenggukan “maafin saya tuan, saya gak bisa lindungi nyonya” ucap bi inah
Bi inah menjelaskan kejadian yang menimpanya dan sita serta sita yang di bawa pergi dalam kondisi akan melahirkan tanpa
dikurangi atau di lebihkan
Prastyo mengumpat, dengan sumpah serapah hal
selama ini ia coba redam tapi kali ini tak bisa ia tahan karena orang yang yang membawanya ke dalam perubahan lebih baik dan orang yang paling di cintainya di
usik “awas saja kalau anak dan istriku tergores sedikit saja, akan aku kuliti orang yang mencoba mengusikku dan keluargaku" prastyo bergumam dengan mata penuh kilatan amarah
Prastyo menoleh ke arah roger “kamu lacak istriku dalam 30 menit, dan harus ketemu aku tidak suka kata kegagalan” ucap prastyo
Roger menelan salivanya kasar, roger benar-benar ketakutan dengan kemarahan prastyo, diri kejam prastyo yang terpendam selama bertahun-tahun karena kehadiran istrinya kembali, membuat roger ketakutan.
Bagaimana tidak roger mengenal prastyo sejak mereka masih muda jadi roger paham betul sepak terjang tuannya. Pernah saat prastyo memukuli razi sambil tersenyum membuat ia bergidik ngeri, dia bisa membuat razi tersiksa tanpa membunuhnya dan
membuat razi ayah kandung viko koma selama berbulan-bulan untuk membalaskan dendam aira yang di lukai mantan suami aira
Prastyo menelpon anak buah kakaknya yang juga ada dalam kendalinya, karena dokter ken memberikan akses yang bebas untuk adiknya memakai anak buah dokter ken yang masuk dalam dunia hitam
“aku mau kalian siaga 1 untukku sekarang!” teriak prastyo penuh amarah
Kabar sita di culik pun sampai ke telinga keluarga besar arsello dan wiraatmadja
David dan lina menghampiri dokter ken di rumah sakit diikuti mama Katrina dan ayah Benjamin
“coba ceritakan pada kami apa yang terjadi” pinta david dengan nada meninggi pada dokter ken
“tenang vid, adikku sudah mengerahkan semua anak
buahnya mencari keberadaan sita” ucap dokter ken menenangkan david
“ya ampun menantuku akan melahirkan tapi kenapa
malah di culik” gumam mama Katrina terduduk lemas dengan sandaran ayah Benjamin
“siapa yang coba culik sita, sepertinya kita tak ada musuh?” Tanya david merasa tak ada musuh
“gak tahu david, selama ini kita juga gak ada masalah di luar, hidup kita anteng-anteng saja bukan?” tambah dokter ken
Dan memang selama 3 tahun menikah sita dan prastyo tak ada masalah apapun
Riska dan aira yang baru datang pun langsung menghambur ke dalam obrolan
“gimana sudah ada kabar?” Tanya riska
Dokter ken menggeleng “belum sayang” balas dokter ken
“bang dylan sudah bantu cek setiap CCTV untuk cari tahu keberadaan sita, tapi katanya ada yang coba retas keamanan sampai
banyak titik CCTV yang hilang” jelas aira yang sudah di beritahu dylan perihal CCTV
“siapa yang coba usik kita ya” gumam david Nampak berpikir
Tiba-tiba aira teringat cerita sita yang di cemburui prastyo karena vino teman sita saat di Australia bekerja sebagai dokter di tempat daddy nicole berobat
“oh ya dok? dokter vino yang pindahan dari Australia bukannya beberapa kali menangani operasi di sini?” Tanya aira memastikan
“iya” dokter ken mengernyitkan keningnya “kenapa kamu tiba-tiba bahas dia?” Tanya dokter ken
“coba hubungi dia sekarang” pinta aira
“buat?” Tanya dokter ken
“sudah hubungi saja” dokter ken mengikuti permintaan aira walaupun masih bingung
“gak ada jawaban” ucap dokter ken yang tak mendapati jawaban dari vino
“tadi dia di sini?” Tanya aira pagi
dokter ken mengangguk “iya sih sempet disini, waktu aku ada pemeriksaan rutin kan ada salah satu pasiennya di operasi jadi dia ikut” tiba-tiba otak cerdas dokter ken menyambungkan arah pembicaraan aira
“dan dia dengar saat pembantu tyo hubungi aku soal sita yang mau kesini untuk lahiran” tambah dokter ken
“cari dia sekarang dokter, untuk berjaga-jaga” pinta aira
“baik” dokter ken bergegas menghubungi anak buahnya untuk mencari lokasi keberadaan Vino
Lina menyipitkan matanya ke arah aira “kamu lagi bahas vino teman sita saat kita masih tinggal di Australia?” Tanya lina
“iya kak, dia” balas aira
“kenapa kamu pikir dia ada hubungannya?” Tanya david
“kakak tahu sendiri, sita dan kak tyo selalu curhat ke aira masalah biasa ataupun besar bukan?” ujar aira
“iya, tentu kami tahu itu, kakak saja masih sering bercerita padamu” sahut david
“sita sering bilang kalau tyo selalu minta dia jaga jarak dengan vino walaupun sita gak tahu alasannya tapi aira selalu ingetin sita untuk menuruti kak tyo karena kak tyo bilang ke aira feeling dia gak
baik saat liat tatapan mata vino ke sita kak” balas aira mengingat cerita sita dan prastyo padanya
Lina mulai mengingat kejadian saat dirinya masih tinggal di Australia “dulu memang kakak ngerasa vino tuh suka sama sita sih, tapi kakak pikir dia sudah lupa karena berjauhan selama bertahun-tahun” sahut lina
“ini sih buat jaga-jaga saja kak, aira gak tahu feeling aira benar atau gak” ungkap aira
“gak papa ra, kalau ternyata feeling kamu benar kan kita bisa lebih cepat nemuin sita” balas riska menepuk punggung aira lembut