Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Quality time



Mama Katrina tersenyum pada cucunya  “iya benar kata uncle kamu, sini tidur sama oma dan opa” mama Katrina menggandeng tangan rafa menujur kamarnya dan ayah Benjamin untuk beristirahat


Dokter ken melirik ke arah riska “denger tidak?” Tanya dokter ken melingkarkan tangannya di pinggul riska dan merapatkan tubuh riska ke dadanya


“apa sih?” Tanya riska dengan malu-malu


“kita bikin adik untuk anak kita” dokter ken menggerlingkan matanya nakal ke arah Riska


Riska memukul dada dokter ken pelan “apaan sih mas” kekeh riska dengan wajah merona berjalan meninggalkan dokter ken


dokter ken berjalan mengimbangi langkah Riska "semenjak kita punya anak kan waktu kita berdua berkurang banyak, jadi pulihkan keromantisan pernikahan kita" gumam dokter ken


Dokter ken membopong riska ala bridal style “mas” ucap riska dengan wajah merona menyembunyikan wajahnya di dada bidang dokter ken


“apa sayang?” Tanya dokter ken


“kalau encok, jangan salahin riska loh” balas riska terkekeh


bagaimana tidak riska meragukan kekuatan suaminya karena usia dokter ken sudah memasuki lebih dari separuh abad


Dokter ken langsung melotot mendengar ledekan riska istrinya  “wah istriku meragukan stamina kuat suami perkasamu ini ya” ucap dokter ken mempercepat langkahnya menuju  kamar pribadinya bersama sang istri


tercinta yang berada di lantai 2


"akan mas buat kamu gak bisa jalan besok pagi" gumam dokter ken dengan senyum mesumnya


***


“mih, boleh gak kalau porsi bekal viko di tambahin?” Tanya viko pada aira yang sedang mengemas bekal untuk di bawa viko


Aira mendongak “apa skarang kau sedang ada jam tambahan, dan kurang kenyang?” Tanya aira


“bukan seperti itu mih, ada teman viko yang suka sama masakan mami, dan viko nawarin dia bekal viko” balas viko


Aira tersenyum “laki-laki atau perempuan” Tanya aira


“perempuan mih” balas viko


Aira tersenyum dan mengangguk-anggukan kepalanya “emmmm” aira tersenyum dengan pikirannya bahwa anaknya sudah menginjak usia remaja


viko seolah tahu isi fikiran maminya saat maminya menampilkan senyuman penuh arti “mama jangan sembarangan berfikir ya mih, viko masih SMA dan tak ada niat pacaran” ucap viko yang seolah tahu isi fikiran aira


Aira tersenyum “mami gak masalah kok kalau kamu mau pacaran di usia ini, yang penting tahu batasan, dan tetap menomor satukan pendidikan” sahut aira tak melarang anaknya saat menjalin hubungan dengan lawan jenis selagi hubungan mereka adalah hubungan yang sehat


“viko tahu mih kalau mami gak akan keberatan viko pacaran di usia viko, tapi viko hanya ingin konsen sekolah biar jadi dosen” balas viko mengutarakan keinginannya untuk menjadi dosen sedari dulu


“iya sayang, apapun keputusan anak mami, mami pasti akan dukung” balas aira mengusap kepala viko


“oh ya sayang, kemarin oma kamu telpon katanya ayah kamu kangen, mau gak liburan kenaikan kelasmu kamu liburan di sana?” Tanya aira


“iya mih, nanti viko telpon oma untuk kabarin liburan di sana atau tidak” balas viko


Aira dan razi memang sudah tak saling berhubungan sama sekali tapi bagaimanapun razi tetaplah ayah kandung viko, jadi setidaknya aira masih mengizinkan viko untuk bertemu ayahnya dan berhubungan melalui nenek viko


“sayang” sapa dylan mengecup pipi aira


Dylan menoleh ke arah viko “pagi juga anak papi” ucap dylan mengusap kepala viko lembut


“pagi pih” balas viko


“ayo sarapan dulu” ajak dylan agar semua keluarganya makan di meja makan yang di sana sudah ada mami Diana, askar dan  juga eila yang sudah duduk di meja makan


“ni bekal kalian” ucap aira menyerahkan kotak bekal pada askar dan eila


“terima kasih mi” balas eila


“kak viko kan pulang sore askar, jadi kakak lebih butuh banyak makanan dari pada kamu” balas aira mengusap kepala askar


“oh” askar mengangguk paham


“oh ya ra, nanti malam abang ada rapat jadi mungkin abang pulang telat” ucap dylan memberitahukan jadwalnya hari ini


“iya bang” balas aira


“oh ya mi, nanti askar nginep ruma nenek sama kakek ya” ucap askar


“iya boleh sayang” aira menoleh ke arah eila “mau ikut menginap?” Tanya aira


Eila menggeleng “engga mih, eila ada les piano hari ini jadi pulang pasti malam, nanti eila pulang saja ke rumah kalau di rumah nenek kan gak enak kalau eila langsung tidur” balas eila


“iya bener juga sayang” balas aira mengangguk paham


“ya sudah, nanti kalian berangkat sama papi saja ya, papi pengen ngantar kalian sekolah, pulangnya baru minta sopir jemput” ucap dylan


“iya pih” sahut aira dan ketiga anaknya serempak


“apa kegiatan mami hari ini?” Tanya dylan pada mami diana


“gak ada dylan, mami hari ini ingin merawat kebun mami saja” balas mami Diana


“mami gak bareng sama kedua teman mami itu?” Tanya dylan


“kali ini lagi malas bertemu mereka” balas mami Diana


“kenapa?” Tanya dylan menautkan kedua alisnya


“lagi malas saja” balas mami Diana


"ya sudah terserah mami saja” balas dylan


Setelah sarapan, dylan mengantarkan ketiga anaknya untuk bersekolah, baru setelah itu mengantar aira ke sekolah “abang kangen” ucap dylan menggenggam tangan aira


“apaan sih bang” kekeh aira


“ih beneran tau ra, abang kangen” balas dylan


“kita kan ketemu terus bang, ini juga lagi bareng” balas aira menggelengkan kepalanya


“akhir-akhir kan kita sama-sama sibuk jadi kita gak ada quality time berdua” ucap dylan mencebikkan bibirnya


Aira meletakkan satu tangannya yang bebas ke atas genggaman tangan dylan yang sedang menggenggam tangannya “kita cari waktu untuk menghabiskan waktu berdua ya” ucap aira


Dylan langsung tersenyum sumringah “beneran?” Tanya dylan


“tentu saja” balas aira


“kalau gitu kita cocokin jadwal kita  ya, biar bisa minta sama mami atau orang tua kamu untuk nitip anak-anak kita” ucap dylan


Aira mengangguk “iya bang” balas aira


Ya sejatinya pernikahan, sedalam apapun saat memulainya lama-kelaman pasti akan ada rasa yang mulai berkurang jadi sudah harusnya kita harus terus memupuknya agar terus berkembang dan terus


bertumbuh  dan juga bersemi dengan indah agar bisa langgeng dan awet sampai maut memisahkan


Dylan memberhentikan mobilnya di gerbang depan sekolah aira “ selamat bekerja sayang” ucap dylan megecup kening aira


“iya bang, abang juga semangat kerjanya ya” balas aira mengecup pipi dylan


Aira turun dari mobil dan melambaikan tangan ke arah dylan yang melajukan mobilnya meninggalkan sekolah aira