Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
selipan bahagia akibat penghianatan (season 2)



askar tersenyum pahit "mau aku bantu menjawab siapa ayah anak itu? " ucap askar menunjuk perut syakia


syakia yang sadar di ketahui belangnya hanya memejamkan matanya, percuma saja jika ia mengelak karena memang ini yang akan terjadi jika di ketahui orang tentang apa yang di sembunyikannya selama ini


"arka" askar menunjukkan perut syakia" itu anak arka! " teriak askar lantang membuat semua yang berada di ruang rawat vvip itu membelalakkan matanya lebar ke arah askar dan syakia


papi frans tentu naik pitam dan mencoba menghampiri askar "jaga ucapan kamu askar, arka itu kakak syakia jadi mana mungkin syakia punya anak dengan arka" bentak papi frans tak Terima anaknya di tuduh bermesraan dengan anak adiknya


askar menatap tajam papi frans "itu makanya aku bilang papi jauh lebih bodoh dari aku" umpat askar


mami gisela yang mulai paham arah pembicaraan askar menjadi panik


"sudah pih, suruh mereka pergi saja. kita bisa kok jaga syakia tanpa bantuan mereka" ucap mami gisela ingin askar pergi dari sana agar suaminya tak tahu apa yang ia sembunyikan selama ini


askar menatap lekat papi frans dan


terkekeh "hanya arka yang ada hubungan darah dengan anda, sedangkan syakia" askar menunjuk tubuh syakia yang duduk diam sembari memejamkan matanya "dia anak hubungan gelap istri dengan pria lain, hubungan sebelum anda menculiknya" ucap askar menunjuk mami gisela yang sudah menutup mulutnya karena akhirnya rahasia kelam itu terbongkar


papi frans menatap tak percaya askar "dengan kepintaran keponakan anda itu, bukankah dengan mudahnya mencari informasi itu, maka dari itu dia berani menyentuh syakia semenjak syakia SMA"


askar memejamkan matanya "mengejar ku hanya kedok untuk menutupi tindakan gilanya! " teriak askar meluapkan emosinya yang sedari kemarin ia tahan sekuat tenaga untuk tidak meledak


jenny yang melihat kemarahan askar menghampiri askar dan mengusap dada askar menenangkan suaminya yang sedang marah


askar melirik jenny "dia menipuku mentah-mentah jenny, dia menipuku" askar terisak dalam pelukan jenny


jenny mengusap punggung askar "tenang kak, ada jenny di sini jadi kakak jangan sedih ya" tangis jenny pun ikut pecah melihat kesedihan suaminya


askar mengurai pelukannya mengusap air matanya kembali menatap tajam syakia


"dia kesusahan memiliki anak karena terlalu lama mengonsumsi obat pencegah kehamilan dan syakia baru mulai berhenti mengonsumsinya setelah menikah denganku bukan? "


askar menatap jijik syakia "kau tidur denganku dan juga dirinya" kesal askar dengan isak tangis mengingat video percintaan syakia dan arka yang belum lama di kirim ke emailnya


syakia menatap askar sendu "dari mana kau tahu? " tanya syakia lirih


"kau pikir dari mana? " tanya balik askar


"dia memberitahumu? " tebak syakia yang tahu siapa kiranya yang memberi tahu rahasia besar yang ia simpan serapat mungkin


arka melangkah masuk kamar rawat syakia dengan wajah tertunduk di ikuti viko dan papi dylan "maaf syakia" arka menatap sendu syakia


"maaf jika aku memberi tahu askar semua ini" ucap arka meminta maaf pada syakia yang memberi tahu kan segalanya pada askar


"kenapa! " teriak syakia


tangis syakia makin pecah "kenapa? sudah ku bilang aku ingin bersama suamiku kak" syakia terisak


arka menatap sendu syakia "maafkan aku syakia, aku tahu salah padamu. aku memanfaatkan kamu demi kepuasan ku selama bertahun-tahun dan aku ingin menebusnya" ucap arka


"saat kita di Jepang, aku tahu kau sedang hamil saat kau pingsan dan dari ceritamu soal rencana itu aku tahu kalau itu anakku dan tak mungkin itu anak askar karena aku tak pernah memakai pengaman saat denganmu. aku mana mungkin membiarkan anakku di akui jadi anak orang lain" jelas arka


mendengar itu semua, askar merasa ada ribuan belati menancap di dadanya "kalian gila! " teriak askar menunjuk syakia dan arka


arka membungkukkan badannya pada askar "maafkan aku askar" ucap arka lirih


arka menatap lekat askar "aku akan menebusnya padamu sebagai hutang tak terbatas" ucap arka


viko menghampiri adiknya menepuk bahunya pelan "tenang askar, ingat rencana awalmu" ucap viko mengingatkan


askar melirik syakia "aku sudah mengurus perceraian kita" askar memberikan amplop berlogo pengadilan agama pada syakia


"aku pasti akan menceraikan kamu" askar menarik tubuh jenny keluar ruangan syakia di ikuti anggota keluarga askar dan jenny yang ada di situ


papi frans menatap Arka tajam "sejak kapan kamu tahu? " tanya papi frans pada arka


"trauma syakia pada pesawat ingat uncle? " tanya arka


"ingat, itu saat usianya 14 tahun" balas papi frans


"aku di sana bersama syakia dan aunty gisella" mami gisela menutup mulutnya tak percaya arah awal penjelasan arka


arka menatap mami gisela bukan hanya syakia yang tidak minum obat itu tapi aku juga" ucap arka


"jadi... " mami gisela tak bisa melanjutkan ucapannya, tangannya gemetar ketakutan


"aunty bercinta dengan pria itu di atas jet pribadi kita, dan menekan syakia ke jendela selama percintaan kalian dan pria itu menyebutkan kalau syakia anaknya dan pria itu membawa surat keterangan tes DNA mereka" jelas arka


papi frans menatap tajam arka "dan sejak itu kamu meniduri syakia? " tebak papi frans


"saat itu aku pura-pura tidur, tapi aku melihat jelas semua itu. Aku usia 22 tahun saat itu uncle" arka memejamkan matanya, sungguh berat bercerita perihal kebejatannya


"saat kita menginap di hotel setelah sampai di Jepang. syakia ketakutan karena mengingat hal itu aku memeluknya untuk menenangkannya dan aku kehilangan kontrol akan diriku" jelas arka


"gila kamu! sebejat itu kamu! " teriak papi frans


"aku tahu salah uncle, awalnya aku hanya mencoba dengan syakia karena melihat adegan itu dan jadi kebablasan sampai sekarang" balas arka


" gimana jika sampai ayah dan ibumu tahu kelakuan putra yang selalu mereka banggakan hah" kesal papi frans


"maaf uncle. aku tahu seberapa kecewanya nanti orang tuaku padaku" ucap arka


papi frans memejamkan matanya bingung harus apa, satu keponakannya dan satunya anak yang ia anggap sebagai anak kandung dan ia sayangi sedari masih dalam kandungan ibunya


"aku akan menikahi syakia setelah proses perceraiannya selesai, dan masa idah selesai. aku akan mengajaknya pindah ke agamaku agar bisa menikah. aku akan menebus dosaku padanya uncle" arka berlutut di hadapan papi frans "aku tahu dosaku paling banyak pada uncle, uncle menyayangiku seperti anak kandung uncle tapi aku menutupi semuanya pada uncle. maaf uncle" arka mengatupkan tangannya memohon maaf pada papi frans


papi frans menatap mami gisela penuh dengan tatapan luka "bagaimana bisa kau menipuku sekian lama gisela, aku sangat mencintaimu. aku bahkan rela melawan orang tuaku untukmu tapi ternyata.... " papi frans memegang dadanya merasakan sesak dan sakit di sana