
***
eila dan daren sedang memandangi pemandangan puncak sembari menunggu lukisan mereka cukup kering
daren menyandarkan kepala eila di dada bidangnya, mengusap lengan eila lembut “sayang, lusa aku mau ke berlin selama seminggu atau mungkin bisa lebih” ucap daren
eila mendongak menatap wajah daren kekasihnya lekat “mau ngapain ke sana?” Tanya eila
“mau jenguk om sekalian bantuin om Romi. om Romi aku menikah lagi jadi aku ke sana buat bantu acara pernikahannya sekalian bantu urus perusahaannya selama om sibuk urus pernikahannya. calonnya sedang hamil jadi om pengen lebih menjaga keadaaan kekasihnya” balas daren
eila mengerucutkan bibirnya “wah, bakalan kangen dong” sahut eila yang pasti akan merindukan daren selama mereka berjauhan
daren makin mengeratkan pelukannya “aku juga bakalan kangen kamu sayang ” daren mengecup benda kenyal berwarna merah muda milik eila dengan mesra
Eila membalas daren dengan tak kalah rakusnya, lidah mereka saling membelit dan bertukar saliva, menimbulkan suara khas yang terdengar begitu menggoda bagi keduanya
setelah cukup lama mereka berpangutan Daren mendorong tubuh eila menjauh dengan gerakan pelan “stop eila nanti kita kelepasan” ucap daren dengan deru nafas memburu karena sudah berkabut gairah tapi sebisa mungkin daren tahan karena dirinya dan eila belum terikat tali pernikahan
eila yang juga sudah ikut terbakar gairah jadi tak ingin menyudahinya, dirinya menginginkan yang lebih dari ini dengan daren “gak papa sayang kalau kita kelepasan kita kan sudah mau nikah bentar lagi” sahut eila kembali melahap benda kenyal milik daren
daren kembali menahan eila "tapi tadi papi dan mami sudah pesen pada kita untuk jaga diri sayang" ucap daren di sela-sela pangutannya
"mereka kan gak lihat, jadi gak papa" balas eila yang otaknya kena konslet karena terlalu terbawa suasana
Daren yang lelaki normal tentu tak menolak ajakan eila apalagi dia menahan gejolak yang sedari tadi ia tahan mati-matian, eh ini yang ia coba tahan malah mengajak ke arah sana. bibir mereka saling bertaut dan tangan daren mulai bergerilya menjamah tubuh putih mulus milik eila yang menggitu menggoda daren
“tunggu” deru nafas daren masih memburu dan terengah-engah
“ kamu yakin eila” daren memastikan apa yang akan mereka lakukan jika terus seperti ini, daren tak ingin eila nanti menyesalinya dan akan menjauhinya setelah ini
“yakin sayang ” eila yang sudah tak sabar kembali ******* benda kenyal milik daren daren dan rakusnya
suara demi suara percintaan mereka terdengar di dalam tenda, di daerah yang sepi dan tak ada orang hanya ada suara jangkrik dan kodok yang saling mengiringi suara indah perpaduan kasih mereka berdua
daren membaringkan tubuhnya dai samping eila dengan deru nafas yang masih memburu akibat kegiatan panas mereka. setelah merasa nafasnya sudah mulai normal daren memiringkan tubuhnya menghadap eila dan “cup”
daren mengecup kening eila cukup lama “terima kasih menjadikanku yang pertama untukmu” ucap daren melirik sisa-sisa percintaan mereka dimana ada bercak merah di bawah alas tidur mereka yang berwana putih itu
“dan kau akan jadi satu-satunya” sahut eila memeluk tubuh daren dengan tubuh polosnya yang sama dengan daren
daren menyelimuti tubuh mereka dan membawa eila menuju alam mimpi
***
“sayang aku kangen” ucap eila melambaikan tangannya pada layar ponsel
Eila sedang melakukan video call dengan daren yang sedang berjauhan karena daren masih membantu om nya menyiapkan pernikahan
“aku juga kangen kamu sayang” balas daren
daren yang mekihat eila sepeti itu menjadi gemas, ingin rasanya ia segera pulang tapi pada kenyataannya ia tak bisa pulang karen om Romi adalah keluarga satu-satunya yang ia miliki dan sekaligus orang yang menjaga dirinya semenjak usianya 12 tahun “maaf sayang, ini aku sedang bantu om, perusahaannya ada masalah jadi aku harus bantu, gak mungkin juga aku ngehambat acara pernikahannya, kamu kan tahu sendiri om romi sudah cukup lama menyendiri, sudah 9 tahun dia menduda loh” jelas daren
“ya sudah sayang, kalau semua sudah selesai cepet pulang ya, aku kangen” pinta eila dengan nada manja
“iya sayang aku juga kangen kamu. kamu hati-hati di sana ya” pinta daren mengecup eila dari jauh
“kamu juga” eila membalas kecupan itu dan mengakhiri panggilannya
“tok tok tok” terdengar suara ketukan di pintu ruangan kerja eila
janet langsung membuka pintu setelah mengetuknya “nona ada yang cari” ucap janet dari celah pintu
eila mengernyitkan dahinya “siapa?” eila tak tahu siapa yang datang karena ia merasa tak membuat janji dengan siapapun untuk bertemu
“saya gak tahu nona, dia gak bilang siapa. Dia Cuma bilang teman lama nona dan ingin kasih nona kejutan” balas jenet
“ya sudah, aku temuin dia” eila keluar pintu menuju sofa ruang tunggu di galeri tempat ia bekerja
Eila memicingkan matanya ke arrah sofa ruang tamu galerinya, mencoba mengamati siapa yang ingin menemuinya “siapa ya?” Tanya eila yang melihat sesosok punggung pria di hadapannya
Pria itu langsung menoleh begitu mendengar suara eila “hai sayang” sapa pria muda dengan wajah blasteran menyapa eila dengan senyum mengembang
mata eila membelalak lebar mendapati pria yang ada di hadapannya “jaga panggilan kamu, kita gak ada hubungan apa-apa ya” kesal eila mendapato pria yang sudah lama tak di jumpainya memanggilnya sayang
“tapi bagiku kau masih kekasihku karena aku tak pernah menyetujui perpisahan kita” sahut Brandon datar
“jangan macam-macam kau! Aku sudah punya seorang tunangan, jangan karena ucapanmu yang sembarangan dia jadi salah paham padaku” kesal eila
“bagus dong kalau dia salah paham, karena kamu Cuma milikku. aku gak akan sudih kamu jadi milik orang lain karena kau hanya milikku” ucap Brandon dengan tatapan dingin
“kau gila!” teriak eila
"hahahaha” Brandon tertawa lantang “aku memang gila sayang, gila karena terlalu mencintaimu” sahut Brandon
Eila bergidik ngeri dengan Brandon yang masih sama seperti dulu, menakutkan mungkin terlalu menakutkan bagi eila
brandon merubah waahnya menjadi serius "kita harus bicara" ucap brandon
"gak ada yang perlu kita bicarakan" balas eila
brandon langsung menarik eila paksa, tak memperdulikan eila yang terus meronta bahkan brandon meminta anak buahnya turut membawa janet agar tak ada yang tahu keberadaan eila dan tak bisa mencari lokasi eila
eila sudah berada dalam mobil bersama brandon "kau gila ya brandon! kau pikir dengan menculikku akan akan kembali padamu!" kesal eila
"diam eila, aku hanya ingin bicara denganmu" brandon menoleh sekilas ke arah eila dengan tatapan tajam "jika kau terus berisik aku akan melakukan lebih dari sekedar bicara denganmu" ucap brandon membuat eila terpaksa diam karena ia tahu betul sifat brandon yang semakin di pancing maka ia akan semakin berbuat lebih dari yang di bayangkan