
***
“hari ini ketemu sama siapa saja?” Tanya viko menanyakan jadwalnya pada ara yang berperan sebagai sekertaris pribadi viko
“hari ini mas hanya ada janji temu dengan joff saja mas” balas ara melihat layar tab miliknya untuk memeriksa jadwal suaminya
“oh ya, kerjasama kita dengan perusahaan milik joff kemarin hasilnya bagus dan kita mau bahas pembagian royaltinya” balas viko mengangguk
ara melirik suaminya "mas gak ada masalah ketemu dia?" tanya ara
viko mengerutkan keningnya "memangnya kenapa?" tanya viko balik
"secara dia kan pernah rebut tunangan mas, kali saja mas masih benci sama dia" balas ara
viko beranjak dari duduknya, berjalan menghampiri ara dan menggenggam tangan ara erat
"itu hanya bagian masa lalu sayang, jadi jangan terlalu memikirkan yang sudah berlalu" viko membawa ara ke dalam pelukannya "kan sudah berapa kali mas bilang, hanya kau dan anak kita yang jadi fokus mas" viko mengusap perut ara "jangan terlalu banyak berpikir, kita sudah sama-sama punya kehidupan masing-masing" jelas viko
“tok tok tok” arka membuka pintu setelah mengetuk pintu ruangan viko
“maaf tuan, pak joff, sudah datang tuan. mau dipersilahkan masuk atau bagaimana” tanya arka
“persilahkan masuk saja” balas viko
arga mengangguk dan membuka pintu lebar, mempersilahkan joff masuk ke dalam ruangan viko
“om tampan” sapa ryan berlari memeluk viko
Viko langsung menggendong ryan “kamu ikut ayahmu kerja?” Tanya viko ramah
joff setengah berlari mengejar ryan yang sudah masuk lebih dulu “ryan jangan tidak sopan” ucap joff memperingatkan anaknya agar bertingkah sopan dengan orang lain
“ih, om tampan baik kok” balas ryan tak mau di nasehati ayahnya
viko melirik joff “tidak papa” viko mendudukkan ryan di sofa
joff berjalan ke arah sofa dan duduk di hadapan viko “kok kamu bawa ryan kerja, bukannya biasanya sama mamanya ya?” Tanya viko
ara menghampiri ryan “ryan, main sama tante saja yuk” ajak ara menggandeng tangan ryan
"ayo tante" ryan menggapai tangan ara dan mengikuti ara untuk duduk di sisi sofa sebelah viko dan joff
joff dan viko melirik ke arah ryan dan ara
“tante lagi hamil ya?” ryan mengusap lembut perut ara yang sudah makin membuncit
“iya, tante lagi hamil” balas ara ikut mengusap perutnya
“berarti perut mama nanti jadi gini ya tante?” Tanya ryan dengan polosnya
Viko menatap joff “revina hamil lagi?” Tanya viko
“iya, dia hamil lagi" balas joff tersenyum
"selamat kalau gitu" ucap viko
"terima kasih, kehamilannya kali ini cukup melelahkan karena revina yang mual terus tidak seperti saat hamil ryan, makanya ryan lebih sering aku bawa biar mamanya revina konsen jaga revina saja” balas joff
“sekali lagi selamat ya joff, aku ikut bahagia kau tak jadi berpisah dengan mamanya ryan” balas viko
“aku tidak melakukan apapun kok, aku hanya menjalani hari biasa dengan istriku, dan menunjukkan bahwa aku hanya mencintai
istriku tidak hanya padamu tapi pada semua orang bahwa aku sangat mencintai istriku” balas viko tak mau di bilang memberi pengertian pada revina, karena menurut viko dia tidak melakukan itu semua, dia hanya bilang pada revina bahwa viko mencintai ara dan hanya ara seorang yang akan ia cintai dan juga jadi pendampingnya
joff menunduk lesu “maaf ya viko, sudah merebut tunanganmu dulu”
ucap joff dari dasar lubuk hatinya
“yang berlalu biarlah berlalu, toh sekarang kita sudah bahagia dengan kehidupan masing-masing. Kau bahagia dengan revina dan aku bahagia dengan istriku dan calon anakku” balas viko
Viko dan joff melirik ara yang sedang berbincang dengan ryan “tante mual juga gak kalau pagi?’ Tanya ryan
“kalau tante tidak mual, mamamu mual terus ya?" Tanya ara balik
“iya, mualnya berhenti kalau ayah pulang, kalau gak ada ayah pasti mual terus” balas ryan dengan polosnya
“benarkah?” Tanya ara
“iya tante, kalau ayah sudah pulang, mama ngikutin ayah terus, ke WC aja di ikutin katanya hanya itu yang bisa ngilangin mual. kata mama mending bau WC ketimbang mual” balas ryan dengan polosnya
“kasihan dong mama kamu” balas ara
“iya, tapi kata mama gak papa mual-mual soalnya nanti kan dapat bayi lucu kaya ryan” balas ryan tersenyum menunjuk pipi cabi nya
"wah mamah kamu hebat” balas ara
“tante juga hebat, bawa balon besar kemana-mana” balas ryan
Joff dan viko terkekeh dengan celotehan ryan
joff mengalihkan pandangannya kembali ke arah viko “oh ya kemarin aku tidak bisa datang ke pernikahan askar Karena saat itu ke sedang honeymoon, dulu tidak sempat karena sudah ada ryan jadi kami bulan madu setelah baikan” joff menyerahkan paper bag yang ia bawa pada viko “ini hadiah dariku dan revina, tolong sampaikan padanya ya” pinta joff
“kenapa tidak kau berikan sendiri saja” Tanya viko
“aku sudah ke ruangannya tadi, tapi waktu tadi aku ke sana, katanya mereka sedang meeting di luar, hari ini aku Cuma ada janji denganmu, aku mau temani revina di rumah setelah ini, biar dia gak
mual terus, kasihan dia” balas joff
“ya sudah, akan aku sampaikan pada askar” balas viko menerima paper bag dari joff
Viko dan joff membahas pembagian keuntungan
kerjasama dalam waktu singkat karena memang mereka sudah sama cocok dan setuju dengan pembahasan tersebut. jadi tak perlu banyak perubahan dan masih menggunakan draft perjanjian lama
Viko dan ara mengantar kepulangan joff dan ryan sampai depan pintu ruangan nya "salam ya buat mamanya ryan. bilang selamat menanti kehadiran anak kedua
ara melirik ke arah ryan dan joff yang sudah tak terlihat lagi dari balik pintu lift “syukur ya mas, mereka gak jadi pisah, ryan kelihatan bahagia banget dengan hadirnya calon anggota baru di keluarga mereka” ucap ara
viko melingkarkan tangannya di pinggang ara “iya, mas juga bersyukur mereka gak jadi pisah dan kembali bersama lagi. apalagi mereka terlihat bahagia” balas viko
ara memeluk viko erat "semoga kita selalu bahagia ya mas, dan di hindarkan dari perpisahan" ucap ara
"iya sayang, semoga kita saling mencintai dan bersama sampai maut memisahkan kita" balas viko
ara makin mengeratkan pelukannya " I love you mas" ucap ara
"I love you more istriku sayang" balas viko